Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

EVALUASI PENGOBATAN PASIEN KENCING MANIS

Diabetes melitus atau yang biasa dikenal oleh awam sebagai penyakit kencing manis ialah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dalam darah di atas nilai normal karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Gejala utama yang biasa dirasakan antara lain lebih banyak minum, lebih banyak makan, lebih banyak berkemih, dan berat badan yang menurun.

Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, merupakan zat utama yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang tepat. Insulin menyebabkan gula berpindah ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.

Peningkatan kadar gula darah setelah makan atau minum merangsang pankreas untuk menghasilkan insulin sehingga mencegah kenaikan kadar gula darah yang lebih lanjut dan menyebabkan kadar gula darah menurun secara perlahan. Pada saat melakukan aktivitas fisik kadar gula darah juga bisa menurun karena otot menggunakan glukosa untuk energi.

Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi, meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam. Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya. Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif.

Tujuan utama dari pengobatan kencing manis adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Kadar gula darah yang benar-benar normal sulit untuk dipertahankan, tetapi semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadinya komplikasi sementara maupun jangka panjang adalah semakin berkurang. Pengobatan kencing manis yang optimal meliputi pengendalian berat badan, prilaku hidup yang sehat, berolah raga dan diet makanan serta pemberian obat (baik itu obat hipoglikemik oral maupun suntikan insulin).

Selama melakukan pengobatan, pasien kencing manis haruslah melakukan evaluasi pengobatannya secara periodik. Tujuannya adalah untuk menilai keberhasilan pengobatan yang dilakukan dan mencegah terjadinya komplikasi. Evaluasi pengobatan  yang dilakukan pada pasien kencing manis adalah sebagai berikut :

1.    Dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa dan 2 jam sesudah makan, atau pada waktu-waktu tertentu lainnya sesuai dengan kebutuhan

Tujuan dari pemeriksaan kadar glukosa darah adalah untuk mengetahui apakah sasaran terapi telah tercapai dan untuk melakukan penyesuaian dosis obat, bila belum tercapai sasaran terapi

Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa dan 2 jam sesudah makan secara berkala sesuai dengan kebutuhan. Kalau karena salah satu hal terpaksa hanya dapat diperiksa 1 kali dianjurkan pemeriksaan 2 jam sesudah makan. Pemeriksaan kadar glukosa darah ini dilakukan minimal 1-2 bulan sekali.

Pada pasien kencing manis  yang direncanakan mendapat terapi insulin, pasien kencing manis  dengan terapi insulin, pasien kencing manis  dengan A1C yang tidak mencapai target setelah terapi, pasien kencing manis  pada perempuan yang merencanakan hamil, pasien kencing manis pada perempuan hamil dengan hiperglikemia serta pasien kencing manis dengan kejadian hipoglikemia berulang, maka sangat dianjurkan untuk melakukan Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (PGDM).

Untuk memantau kadar glukosa darah dapat dipakai darah kapiler. Saat ini banyak dipasarkan alat pengukur kadar glukosa darah cara reagen kering yang umumnya sederhana dan mudah dipakai. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah memakai alat-alat tersebut dapat dipercaya sejauh kalibrasi dilakukan dengan baik dan cara pemeriksaan dilakukan sesuai dengan cara standar yang dianjurkan.

Secara berkala, hasil pemantauan dengan cara reagen kering perlu dibandingkan dengan cara konvensional. Waktu pemeriksaan PGDM bervariasi, tergantung pada tujuan pemeriksaan yang pada umumnya terkait dengan terapi yang diberikan. Waktu yang dianjurkan adalah pada saat sebelum makan, 2 jam setelah makan (menilai ekskursi maksimal glukosa), menjelang waktu tidur (untuk menilai risiko hipoglikemia), dan di antara siklus tidur (untuk menilai adanya hipoglikemia nokturnal yang kadang tanpa gejala).

2.    Pemeriksaan HbA1C dilakukan setiap (3-6) bulan

Tes hemoglobin terglikosilasi, yang disebut juga sebagai glikohemoglobin, atau hemoglobin glikosilasi disingkat sebagai HbA1C, merupakan cara yang digunakan untuk menilai efek perubahan terapi 8-12 minggu sebelumnya. Tes ini tidak dapat digunakan untuk menilai hasil pengobatan jangka pendek. Pemeriksaan HbA1C dianjurkan dilakukan minimal 2 kali dalam setahun.

3.    Pemeriksaan tahunan

Pada pasien kencing manis yang telah melakukan pengobatan lebih dari 1 tahun atau sudah dalam hitungan tahunan, maka perlu melakukan pemeriksaan tahunan berupa :

  • Pemeriksaan jasmani lengkap
  • Pemeriksaan urin/air kencing
  • Pemeriksaan fungsi ginjal yaitu ureum dan kreatinin
  • Pemeriksaan fungsi hati yaitu kadar albumin / globulin dan SGOT/SGPT
  • Pemeriksaan kolesterol total, kolesterol LDL, kolesterol HDL, dan rigliserida
  • Pemeriksaan jantung yaitu EKG
  • Foto sinar-X dada
  • Pemeriksaan mata yaitu funduskopi

Tujuan utama dari pemeriksaan tahunan ini adalah mendeteksi secara dini kemungkinan komplikasi yang terjadi pada pasien kencing manis, sehingga dapat dilakukan pengobatan tambahan yang diperlukan.

#dari berbagai sumber

disusun oleh dr. Yahmin Setiawan, MARS (Direktur Utama RST Dompet Dhuafa)

1,777 total views, 1 views today