Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

RST DOMPET DHUAFA TERUS TINGKATKAN LAYANAN KEBIDANAN

Parung – Bogor. Menginjak usianya yang hampir memasuki 2 tahun,  Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk kaum dhuafa. Tidak hanya memberikan kemudahan dalam proses pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap, pelayanan proses persalinan pun bisa didapatkan oleh kaum dhuafa di RST.

Terhitung sejak diresmikan pada Juli 2012, tercatat dari Agustus 2012 sampai dengan April 2014, RST telah menangani proses persalinan kurang lebih sebanyak 204 pasien dhuafa. Total keseluruhan pasien tersebut terdiri dari persalinan normal sebanyak 141 pasien dan persalinan caesar sebanyak 63 pasien.

Dalam rentang waktu tersebut, tahun 2013 menempati  jumlah pelayanan proses persalinan tertinggi dengan total sebanyak 119 pasien yang terdiri dari 83 pasien dengan proses persalinan normal dan 36 pasien dengan proses persalinan caesar. Sedangkan di tahun 2012, sejak bulan Agustus sampai Desember  tercatat sebanyak 33 pasien dhuafa yang mendapatkan pelayanan proses persalinan dan di tahun 2014 sampai dengan bulan April tercatat sebanyak 52 pasien dhuafa yang mendapatkan pelayanan proses persalinan di RST.

“  Sampai dengan saat ini persalinan normal memang paling banyak dilayani di RST. Sedangkan untuk persalinan caesar harus dijadwalkan terlebih dahulu, dan melihat kondisi dari ibu serta bayi yang dikandungnya karena keterbatasan ruang perawatan NICU yang belum tersedia di RST,” ucap Bd. Niken.

NICU (Neonatal Intensive Care Unit) merupakan unit perawatan intensif untuk bayi baru lahir (neonatus) yang memerlukan perawatan khusus misalnya berat badan rendah, fungsi pernafasan kurang sempurna, premature, mengalami kesulitan dalam persalinan serta bayi menunjukan tanda-tanda mengkhawatirkan dalam beberapa hari pertama kehidupan.

Dalam pelayanan proses persalinan kepada pasien sendiri, RST merupakan salah satu rumah sakit yang pro terhadap IMD (Inisiasi Menyusui Dini) dan ASI kepada pasien.

“ Alhamdulillah RST sangat mendukung penyuluhan / konseling kepada pasien tentang IMD dan ASI,” ucap Bd. Niken.

“Setiap bayi yang baru lahir setelah kita keringkan langsung kita taruh bayi di dada ibu untuk dilakukan IMD,” tambahnya.

Bd. Niken pun mengungkapkan “banyak sekali manfaat yang didapat dari IMD, antara lain dapat mencegah pendarahan pasca bersalin karena IMD dapat merangsang kontraksi uterus dengan gerakan bayi yang merangkak di sekitar perut menuju dada ibu”.

Selain itu manfaat penting lainnya yang diperoleh dari IMD adalah bayi bisa mendapatkan ASI pertamanya tidak lama berselang setelah ia lahir ke dunia.

Penyuluhan / konseling untuk senantiasa memberikan ASI pun dilakukan oleh para bidan di RST secara perlahan – lahan kepada pasien.

“ASI merupakan makanan penting untuk bayi, karena di dalam ASI terkandung zat-zat gizi yang sangat baik untuk tumbuh kembang bayi sehingga penyuluhan/konseling kepada ibu tentang ASI merupakan hal yang sangat penting”, ucap Bd. Niken.

Berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kebidanan terbaik, baru-baru ini RST pun menggelar kegiatan Kelas Ibu Hamil Sehat. Tujuan dari kegiatan tersebut tidak lain adalah untuk meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar lebih memahami tentang kehamilan, persalinan, nifas, KB , bayi baru lahir, dan management laktasi.

“ Kami akan membagi peserta menjadi 4 kelompok sesuai dengan usia kehamilannya, kelompok 1 untuk trimester 1 yaitu usia 1-3 bulan, kelompok 2 untuk trimester 2 yaitu 4-6 bulan, serta kelompok 3 dan 4 yang kami jadikan satu kelompok,” ungkap Bd. Niken Ketua Tim Ibu Hamil Sehat.

“Masing-masing kelompok nantinya akan diberikan edukasi dan informasi sesuai dengan kebutuhan di usia kehamilan mereka,” tambahnya.

Pada pelaksanaannya, kegiatan kelas ibu hamil sehat ini sudah berjalan satu kali yaitu untuk kelompok 3 dan 4. Hal ini dikarenakan peserta yang banyak terdaftar dalam kegiatan tersebut berada di usia kehamilan di atas 6 bulan.

“Dalam pelaksanaannya kami akan sesuaikan saja dengan list peserta yang ada,” ucap Bd. Niken.

Saat ini kegiatan kelas ibu hamil sehat sendiri akan  dikhususkan untuk member RST terlebih dahulu, mengingat latar belakang mereka yang merupakan masyarakat kurang mampu dan masih minim akan pengetahuan tentang kehamilan

“Untuk selanjutnya kelas ibu hamil sehat ini akan dilaksanakan kembali pada Juni 2014, karena mayoritas kondisi pasien ibu hamil member RST tinggal hanya menunggu bulan untuk proses persalinan,” tambahnya. (tie)

1,606 total views, 2 views today