Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

BAB BERDARAH MERAH BISA JADI WASIR

Wasir atau ambeien yang dalam bahasa kedokteran disebut hemoroid merupakan pelebaran pembuluh darah vena yang berada di daerah anus. Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya wasir seperti kebiasaan makan makanan yang kurang serat, pekerjaan yang mengharuskan mengangkat barang-barang berat, radang pada daerah anus, serta usia tua. Selain itu, dikatakan juga faktor keturunan berpengaruh terhadap terjadinya wasir. Maksudnya adalah seorang anak dengan orangtua yang mengalami/pernah mengalami wasir akan memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk mengalami wasir juga.

Di Amerika, 50% populasi usia 50-an mengalami sakit wasir. Dan diperkirakan sekitar 50-85% populasi dunia akan mengalami gejala wasir pada periode tertentu dalam hidupnya. Semua orang dapat terkena wasir, namun yang paling sering adalah multipara (pernah melahirkan anak lebih dari sekali). Insidensinya sekitar 5-35 % dari masyarakat umum dan terutama yang berusia lebih dari 25 tahun, dan jarang terjadi di bawah usia 20 tahun kecuali wanita hamil. Kebanyakan pasien wasir adalah perempuan dari pada laki-laki dengan perbandingan 2:1.

Orang yang mengalami wasir biasanya mengeluhkan nyeri saat BAB, keluar darah bewarna merah segar saat BAB, serta lebih lanjut lagi keluar daging dari lubang anus yang sebenarnya merupakan pelebaran vena di daerah anus yang keluar dari lubang anus. Oleh karena itulah, penderita wasir tidak boleh mengedan terlalu keras saat BAB karena akan menyebabkan keluhan semakin bertambah. Keluhan ini biasanya sesuai dengan derajat keparahan wasir.

Wasir dibagi menjadi 2 tipe yaitu wasir eksternal dan wasir internalPertamawasir eksterna merupakan wasir yang timbul pada daerah yang dinamakan anal verge, yaitu daerah ujung dari anal kanal (anus). Wasir jenis ini dapat terlihat dari luar tanpa menggunakan alat apa-apa. Biasanya akan menimbulkan keluhan nyeri. Dapat terjadi pembengkakan dan iritasi. Jika terjadi iritasi, gejala yang ditimbulkan adalah berupa gatal. Wasir jenis ini rentan terhadap trombosis (penggumpalan darah). Jika pembuluh darah vena pecah yang mengalami kelainan pecah, maka penggumpalan darah akan terjadi sehingga akan menimbulkan keluhan nyeri yang lebih hebat.

Kedua, wasir internal merupakan wasir yang muncul didalam rektum. Biasanya wasir jenis ini tidak nyeri. Jadi kebanyakan orang tidak menyadari jika mempunyai wasir ini. Perdarahan dapat timbul jika mengalami iritasi. Perdarahan yang terjadi bersifat menetes. Jika wasir jenis ini tidak ditangani, maka akan menjadi prolapsed (adalah wasir yang “nongol” keluar dari rektum) dan strangulated hemorrhoids (merupakan suatu keadaan terjepitnya prolapsed hemorrhoid karena otot disekitar anus berkontraksi dan hal ini menyebabkan terperangkapnya wasir dan terhentinya pasokan darah, yang pada akhirnya akan menimbulkan kematian jaringan yang dapat terasa nyeri sekali).

Berdasarkan dari derajat keparahannya, wasir internal dikelompokan dalam 4 derajat, yaitu wasir derajat I biasanya hanya menyebabkan keluarnya darah bewarna merah segar saat BAB. Wasir derajat II sudah mulai keluar daging dari lubang anus saat BAB, tetapi daging tersebut dapat masuk kembali ke dalam lubang anus dengan sendirinya setelah BAB. Wasir derajat III sama seperti derajat II, tetapi daging tidak dapat masuk kembali ke lubang anus dengan spontan, tetapi harus dibantu didorong dengan jari. Wasir derajat IV daging sudah tidak dapat dimasukan kembali ke lubang anus walaupun dengan bantuan jari sekalipun. Dengan kata lain sudah terjadi perlengketan.

Untuk mengkonfirmasi secara visual dari wasir dapat dilakukan pemeriksaan anuskopi, yaitu dengan memasukkan suatu alat yang dinamakan anuskop (suatu tabung panjang yang diujungnya terpasang lampu) melalui anus sehingga memungkinkan dokter melihat secara langsung wasir yang letaknya didalam (wasir interna). Untuk pemeriksaan lebih lanjut (menyingkirkan kemungkinan penyakit lain seperti polip, infeksi usus, atau tumor), sigmoidoskopi atau  kolonoskopi dapat dilakukan. Pada sigmoidoskopi, sekitar 60 cm dari usus besar dapat terlihat. Sedangkan dengan kolonoskopi, seluruh usus dapat terlihat.

Wasir derajat I dan II dapat diobati dengan obat dan mengubah faktor risiko seperti makan makanan berserat agar BAB tidak keras sehingga tidak perlu mengedan saat BAB serta tidak mengangkat barang-barang berat. Obat yang digunakan adalah obat pelancar BAB dan obat penghilang rasa sakit yang diberikan lewat anus. Sedangkan, untuk wasir derajat III dan IV harus dilakukan operasi.

Upaya pencegahan untuk wasir meliputi minum banyak air, makan makanan yang mengandung banyak serat (seperti buah, sayuran, sereal dan suplemen serat) sekitar 20-25 gram sehari, olahraga, menghindari penggunaan laksatif (perangsang buang air besar), membatasi mengedan sewaktu buang air besar, hindari penggunaan celana dalam yang ketat karena dapat mencetuskan terjadinya wasir dan dapat mengiritasi wasir yang sudah ada dan penggunaan jamban jongkok juga sebaiknya dihindari.

#dari berbagai sumber                                                                     

disusun oleh dr. Yahmin Setiawan, MARS (Direktur Utama RST Dompet Dhuafa)

 

1,645 total views, 1 views today