Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

2 TAHUN RST, 655 PASIEN DILAYANI DI KAMAR OPERASI

BOGOR- Dibangun dengan menggunakan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi kaum dhuafa, Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa sampai saat ini terus berusaha melengkapi fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia. Diantaranya adalah kamar operasi yang merupakan bagian integral penting pada sebuah rumah sakit.

Sebagai rumah sakit non profit, berlangsungnya proses layanan pembedahan di kamar operasi RST Dompet Dhuafa tentu saja tidak terlepas dari donasi para donatur, seperti yang dikemukakan dr. Ana selaku koordinator ICU& OK RST Dompet Dhuafa Kamis (6/8).

“ Pada bulan Mei 2014 lalu, berkat bantuan donatur, RST Dompet Dhuafa dapat melaksanakan operasi bedah tulang untuk 4 pasien. Bantuan donasi tersebut kami gunakan untuk menyewa alat operasi yang biayanya cukup besar. Alhamdulillah hasil operasi pun baik dan bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.

Terhitung sejak melakukan tindakan operasi pertama di bulan Desember 2012 hingga Juli 2014, tercatat sudah 655 pasien telah mendapatkan layanan pembedahan di kamar operasi RST Dompet Dhuafa. Operasi bedah tulang pun menjadi operasi yang paling sering dilakukan dengan kisaran 20 – 30 pasien/bulan. Disusul kemudian operasi bedah umum dengan kisaran 10 – 15 pasien/bulan.

Meskipun masuk dalam kategori rumah sakit bertipe D serta terbatasnya fasilitas yang dimiliki, kamar operasi RST Dompet Dhuafa telah dapat melakukan operasi bedah tulang besar, yaitu Total Hip Joint Replacement (tindakan pembedahan untuk melakukan penggantian engsel sendi lutut), Total Knee Joint Replacement (tindakan pembedahan untuk melakukan penggantian engsel sendi panggul), dan Laminectomy (tindakan pembedahan atau pengeluaran atau pemotongan lamina tulang belakang).

“ Fasilitas kamar operasi di RST Dompet Dhuafa terdiri dari 1 ruang bedah mayor, 1 ruang bedah minor, dan recovery room untuk 4 pasien yang dilengkapi dengan monitor,” ucap dr. Ana.

Lebih lanjut, dr. Ana menjelaskan bahwa dengan keterbatasan alat yang dimiliki untuk operasi standar yang tidak memerlukan alat tambahan seperti bedah umum dan section caesaria (SC) sudah dapat dilakukan di RST Dompet Dhuafa secara terjadwal, namun untuk operasi bedah tulang dan urologi masih harus menyewa alat tambahan dari luar.

Jika melihat dari sumber daya manusianya, kamar operasi RST Dompet Dhuafa sendiri masih jauh dari ideal.

“Kamar operasi saat ini memiliki 4 orang perawat dengan 2 shift jadwal tugas. Ini masih sangat minim dibanding dengan rumah sakit lain yang rata – rata memiliki 8 orang perawat,” ucap dr. Ana.

Dengan semakin meningkatnya jumlah pasien yang dilayani oleh kamar operasi, dr. Ana pun berharap sumber daya manusia di kamar operasi dapat ditambah seiring dengan bertambahnya dokter spesialis di RST Dompet Dhuafa. Selain itu juga kelengkapan fasilitas lain untuk tindakan operasi besar dapat segera dilengkapi guna memberikan pelayanan maksimal untuk dhuafa.

Di masa mendatang untuk meningkatkan pelayanan terhadap penerima manfaat, RST Dompet Dhuafa pun berencana akan menambah waktu pelayanan kamar operasi menjadi 24 jam, sehingga dapat menangani pasien yang membutuhkan tindakan operasi segera. (tie)

1,811 total views, 2 views today