Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

LAYANAN GIZI RST; MAYORITAS MENANGANI GIZI BURUK ANAK

BOGOR – Tanpa disadari asupan gizi pada makanan dan minuman yang kita konsumsi memberikan dampak yang besar bagi kesehatan. Asupan zat gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan, baik kelebihan maupun kekurangan zat gizi erat kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit maupun komplikasinya. Melihat kondisi tersebut, pemberian dukungan gizi yang tepat melalui pelayanan asuhan gizi yang berkualitas tentu sangat dibutuhkan sebagai upaya pencegahan dan perbaikan.

Pentingnya asupan gizi yang baik dalam kehidupan sehari-hari tersebut pun disadari betul oleh Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa sebagai rumah sakit yang didirikan untuk memberikan kemudahan layanan pengobatan bagi dhuafa dengan tersedianya klinik gizi bagi pasien.

“Klinik gizi RST Dompet Dhuafa melayani asuhan gizi rawat jalan, rawat inap, dan penyelenggaran makanan kepada pasien rawat inap,” ucap Ade, Ahli Gizi RST Dompet Dhuafa.

Lebih lanjut Ade menuturkan bahwa pasien rawat jalan dijadwalkan untuk kontrol 1 minggu sekali agar dapat diketahui perkembangannya.

“Dalam proses konsultasi, kami terus memberikan edukasi terkait gizi sesuai dengan kebutuhan pasien dan pemberian susu bagi anak yang menderita gizi kurang dan gizi sangat kurang,” tambahnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari klinik gizi RST Dompet Dhuafa, terhitung sejak awal Januari hingga Agustus 2014 kurang lebih sudah 667 pasien ditangani oleh klinik gizi.

“Penanganan 667 pasien sampai dengan Agustus tahun ini merupakan jumlah yang sangat tinggi, hal ini sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dimana klinik gizi menangani 441 pasien dalam  satu tahun,” ujar Ade

Dari total 667 pasien yang ditangani oleh klinik gizi RST Dompet Dhuafa sampai dengan Agustus 2014, mayoritas pasien adalah bayi dan anak-anak dengan rentang usia 0-14 tahun sebanyak 658 pasien.

“Paling banyak kami menangani pasien bayi dan anak dengan diagnosa gizi sangat kurang/gizi buruk dengan penyakit penyertanya. Sampai dengan Agustus 2014 saja sudah 41 pasien bayi dan anak dengan diagnosa gizi sangat kurang yang kami tangani” ucap Ade.

Dengan menggunakan food model sebagai alat untuk memberikan edukasi kepada pasien, disertai dukungan fasilitas lain seperti timbangan, klinik gizi RST Dompet Dhuafa berupaya memberikan pelayanan asuhan gizi terbaik untuk dhuafa.

Saat ini klinik gizi RST Dompet Dhuafa memiliki 3 ahli gizi dan 1 dokter spesialis gizi medik. Ade memaparkan bahwa jumlah sumber daya manusia yang ada sekarang masih memadai, namun tidak menutup kemungkinan jika pasien yang dilayani terus bertambah maka jumlah sumber daya manusianya pun akan ikut bertambah.

“Kedepannya semoga fasilitas dapat terus dilengkapi salah satunya seperti bed scale untuk memudahkan mengukur kebutuhan kalori,” pungkas Ade.

Selain melalui edukasi dan penyuluhan kepada pasien, dukungan untuk memberikan gizi yang berkualitas bagi bayi pun terus digalakkan oleh RST Dompet Dhuafa salah satunya dengan tersedianya Pojok ASI bagi ibu yang ingin menyusui bayinya. ASI merupakan zat gizi penting yang sangat dibutuhkan oleh bayi, dengan memberikan ASI selama 2 tahun kepada bayi maka sangat banyak manfaat kesehatan yang didapat bagi bayi dan juga ibu. (tie)

1,969 total views, 1 views today