Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

TERIMA KASIH RST DD, MELAYANI SEPENUH HATI

BOGOR – Kondisinya sangat kritis saat Suradi (57) dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa Ahad, 07 September 2014. Pukul 22.00 WIB Suradi didampingi keluarganya tiba di IGD dan langsung ditangani oleh tim  IGD RST Dompet Dhuafa.

Anca keponakan Suradi yang kami hubungi via telepon pun menuturkan bahwa sebelum dibawa ke RST Dompet Dhuafa, Suradi dibawa ke tiga rumah sakit di wilayah Bogor, namun ketiga rumah sakit tersebut tidak memberikan penanganan medis yang memuaskan.

“Paman saya kritis sejak pukul 10.00 WIB kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun disana tidak mendapatkan penanganan medis yang memuaskan, hanya disuntik dan diberikan obat lalu disuruh pulang dengan alasan kamar penuh dan lain sebagainya,” ujar Anca

Tidak puas dengan pelayanan medis di rumah sakit tersebut, akhirnya pihak keluarga membawa Suradi ke dua rumah sakit lain, namun sangat disayangkan Suradi yang kondisinya tengah kritis itu belum juga bisa mendapatkan tindakan medis secara maksimal.

Dalam keputusasaan keluarga melihat kondisi yang dialami Suradi, berbekal informasi yang dimiliki Anca mengenai RST Dompet Dhuafa, akhirnya meski harus menempuh perjalanan jauh dari Bogor Kota menuju Parung dengan segala resiko yang harus dihadapi, pihak keluarga pun membawa Suradi ke RST Dompet Dhuafa dengan harapan bisa mendapatkan penanganan medis secara optimal.

Setibanya di IGD RST Dompet Dhuafa, dokter dan perawat yang bertugas saat itu, langsung menangani Suradi yang datang dengan keluhan kondisi penurunan kesadaran sejak 10 jam yang lalu, keringat dingin, nyeri kepala, diabetes mellitus, tuberkulosis dan hipertensi.

“Pasien tampak sakit berat ketika datang ke IGD, setelah mendapatkan pemeriksaan didapatkan diagnosa bahwa pasien menderita penyakit gangguan hati, ginjal, peradangan pembuluh darah vena dan suspect pneumonia,” ucap salah satu perawat IGD.

Mendapatkan penanganan serius selama lebih dari 3 jam oleh tim IGD RST Dompet Dhuafa namun takdir Allah SWT memiliki kehendak lain. Setelah seharian mengalami kritis selama 10 jam, Suradi pun menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin, 08 September 2014 pukul 03.06 WIB.

Meskipun harus mendapati kenyataan bahwa nyawa Suryadi tidak dapat tertolong, namun pihak keluarga merasa bersyukur karena Suradi bisa mendapatkan penanganan yang baik di RST Dompet Dhuafa.

“Kami menyampaikan terima kasih banyak kepada segenap Pimpinan, Manajemen, Dokter dan Perawat RST Dompet Dhuafa yg telah melayani dan menangani pasien dengan sepenuh hati semoga RST Dompet Dhuafa tambah berkembang untuk melayani dan semakin berkah kepada umat, Aamiin” ucap pihak keluarga Suradi yang dikirimkan melalui pesan singkat kepada RST Dompet Dhuafa.

Anca yang kami hubungi via telepon juga menyampaikan rasa terima kasih untuk segenap tim medis, tim keamanan dan BARZAH Dompet Dhuafa yang saat itu sedang bertugas atas pelayanan yang diberikan untuk pamannya tanpa membeda-bedakan status ekonomi.

Didirikan untuk memberikan kemudahan layanan pengobatan bagi dhuafa, RST Dompet Dhuafa mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan kepercayaan dari para penerima manfaat. Semoga kami dapat terus menjaga amanah dan memberikan pelayanan yang lebih baik.(tie/yhm)

2,267 total views, 1 views today