Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

BAYI PERTAMA DI RUANG PERINATOLOGI RST

BOGOR – Mungkin tidak terbayangkan oleh Anisah (36) bahwa ia harus menjalani proses persalinan anak kelimanya dengan sangat menegangkan. Anisah yang sejak awal kehamilan, diketahui memiliki kelainan plasenta mengalami pendarahan hebat saat datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa  (18/9).

“Saat itu tensi darah pasien hanya mencapai 50/30 mm Hg dan pasien mengalami shock berat. Sementara kandungannya pun baru berusia 32 minggu, dengan kondisi tersebut dokter langsung menyarankan untuk segera dilakukan operasi caesar demi menjaga keselamatan ibu dan bayi” ucap Niken, Bidan RST Dompet Dhuafa.

Karena operasi caesar dengan segera belum dapat dilakukan di RST Dompet Dhuafa, akhirnya Anisah pun dirujuk ke rumah sakit lain yang juga memiliki fasilitas ruang perawatan Neonatal Intensive Care (NICU).

Pasca menjalani operasi caesar bayi laki-laki yang dilahirkan oleh Anisah hanya memiliki berat sebesar 1400 gram dan langsung masuk di ruang perawatan NICU, sedangkan Anisah sendiri sempat kehilangan kesadaran dan masuk ruang perawatan Intensive Care Unit (ICU) dengan kadar Hemoglobin berkisar 3 mg/dl.

“Saya hanya ingat saat dibawa ke IGD, setelah itu tidak ingat apa-apa lagi dan baru tersadar setelah di ruang ICU. Kata suami, saya sempat tidak sadarkan diri,” kenang Anisah.

Niken pun menjelaskan bahwa kondisi bayi Anisah yang lahir dengan berat 1400 gram kondisinya lebih baik jika dibandingkan dengan bayi lahir dengan kasus yang sama.

“Meskipun bayi lahir secara prematur, namun karena pasien sudah 3 kali dirawat di RST Dompet Dhuafa dan diberikan obat agar paru – paru bayi cepat matang sehingga kondisi bayi pada saat dilahirkan prematur lebih baik,” tambahnya.

Setelah beberapa hari dirawat di ruang perawatan NICU salah satu rumah sakit di Bogor, karena kondisinya perlahan mulai membaik akhirnya sejak kemarin bayi tersebut dialih rawat kembali ke RST Dompet Dhuafa dan ditempatkan di ruang perawatan bayi (perinatologi) sekaligus menjadi bayi pertama yang ditangani di ruang perinatologi RST Dompet Dhuafa

Niken pun memaparkan bahwa saat ini kondisi bayi sudah mulai membaik. “Berat bayi sekarang 1500 gram, alat – alat medis semua sudah dilepas, tinggal melatih bayi dan ibu agar dapat menyusui dengan baik dan benar agar bobot tubuh bayi dapat bertambah,” ucapnya.

Anisah yang sedang menyusui bayinya di ruang perinatologi saat kami temui pun mengungkapkan rasa syukurnya karena kondisi ia dan bayinya yang perlahan-lahan mulai membaik.

Tidak terbayang oleh Anisah jika ia harus membiayai persalinannya sendiri. Suaminya yang bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan Rp 40.000,00/hari hanya dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bahkan seringkali mereka pun kekurangan.

“Terima kasih kepada tim medis, terutama bidan RST Dompet Dhuafa yang telah melayani saya dengan baik. Tidak ada kata-kata yang bisa saya ucapkan kecuali rasa syukur mendalam kepada Allah SWT dan bantuan dari Dompet Dhuafa,” pungkas Anisah. (tie/fie)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

BNI SYARIAH 0298535912 An Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa

4,111 total views, 10 views today