Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

TITIN, MANTAN BMI HONGKONG JALANI OPERASI KE 3

BOGOR – Masih ingat Titin Noviani (32) mantan Buruh Migran Indonesia (BMI) di Hongkong yang pernah menjalani operasi Total Hip Join Replacement pada kedua bonggol kakinya?. Setelah sekian lama menghilang untuk memulihkan kondisi psikologisnya pasca menjalani 2 kali operasi besar, kini Titin kembali menjalani operasi ketiga yaitu sambung tendon pada kaki kanannya di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa pada 30 September 2014.

Wanita berdarah Palembang yang kami temui kemarin (2/10) itu sedang terbaring di ruang perawatan pasca operasi RST Dompet Dhuafa.

“ Sebetulnya saya memang harus menjalani operasi lagi, hanya baru sekarang saya beranikan diri datang lagi ke poli bedah tulang RST dan langsung disarankan untuk segera operasi,” ucap Titin.

Pasca diperbolehkan untuk rawat jalan dari RST Dompet Dhuafa, Titin sempat tinggal di shelter Dompet Dhuafa yang terletak di Salemba, Jakarta Pusat.

“Awalnya saya sempat tinggal di rumah seorang warga di dekat RST, tapi karena takut merepotkan akhirnya saya coba menghubungi salah satu amil Dompet Dhuafa dan disarankan untuk ke shelter saja,” ucapnya.

Kurang lebih 3 bulan Titin menjalani hari – harinya di shelter Dompet Dhuafa bersama pasien lain. Titin yang kondisi kakinya perlahan mulai membaik sudah dapat hidup mandiri. Ia sudah bisa menjalankan aktivitas sendiri, seperti mencuci baju, mandi dan lain sebagainya meskipun masih memakai walker (alat bantu untuk  berjalan).

“Alhamdulillah di shelter suasananya nyaman. Kami sesama pasien juga saling berbagi,” ungkap Titin.

Selama tinggal di shelter, Titin yang mengalami keterbatasan mobilisasi ini pun hanya dapat mengandalkan pemberian dari donatur yang datang untuk menopang biaya hidup sehari-harinya. Selain itu, kegiatan pengajian yang diadakan setiap malam Jum’at dan kegiatan penyuluhan di shelter juga selalu ia hadiri sebagai bagian aktivitasnya sehari – hari.

Titin mengungkapkan bahwa ia sangat bersyukur dengan kondisi kesehatannya saat ini.

“Sudah bisa berjalan meskipun masih harus memakai alat bantu saja saya sudah senang sekali, awalnya saya merasa jenuh karena tidak kunjung sembuh, tapi sekarang saya sadar kalau penyembuhan tulang itu membutuhkan proses yang sangat panjang, asal kita sabar Insyaa Allah akan ada hasil yang baik,” terangnya.

Kapan Titin diperbolehkan untuk rawat jalan pun belum dapat dipastikan, “saat ini kami masih melakukan observasi dan mengganti perban untuk luka pasca operasi per 2 hari” ucap perawat ruangan.

Masih dengan harapan yang sama, Titin pun ingin segera sembuh agar dapat kembali bekerja dan produktif. “Mohon doakan saya terus yah,” ucapnya. (tie/yhm)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

BNI SYARIAH 0298535912 An Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa

2,031 total views, 1 views today