Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

RST “PENANGANAN CEPAT DAN SETINGKAT VIP”

BOGOR – Rukminto Sya’roni (53) terbaring lemah saat kami temui di kamar isolasi Ar-Rahman Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa Jumat, 17/10. Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II yang ia derita sempat membuatnya tidak berdaya dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Zakiyah putrinya menjelaskan bahwa kondisi Rukminto saat dibawa untuk berobat sebetulnya belum terlalu parah.

“Awalnya ayah demam, mungkin karena terlalu lelah setelah membantu memotong hewan kurban di dekat rumah, namun semakin kesini kondisinya semakin menurun,” ungkapnya.

Karena khawatir dengan keadaan sang ayah, Zakiyah dan keluarga akhirnya membawa Rukminto berobat ke puskesmas terdekat. Disana Rukminto pun mendapatkan rujukan untuk segera dibawa ke rumah sakit.

“Kami membawa ayah agar segera mendapatkan penanganan, namun setelah dibawa ke salah satu rumah sakit di Bogor mereka bilang kamar isolasi sedang penuh, akhirnya kami berusaha mencari rumah sakit yang lain,” kenang Zakiyah.

Dengan kondisi kesehatan Rukminto yang semakin menurun, ia terus berusaha mencari rumah sakit agar kondisi ayahnya dapat segera ditangani dengan baik, namun di tengah kepanikan dan kekhawatiran Zakiyah terhadap kondisi ayahnya, ia dan keluarga malah mendapatkan perilaku yang kurang berkenan dari petugas di salah satu rumah sakit di Bogor.

“Saat itu ayah saya belum masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk dapat penanganan namun saya sudah mendapatkan sikap yang tidak berkenan dari salah satu perawat. Saya disentak, nada bicaranya sungguh tidak enak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Zakiyah menuturkan setelah akhirnya sang ayah masuk ke IGD karena ia yang memaksa, Zakiyah pun kembali mendapatkan perlakuan yang kurang baik.

Dengan kondisi kakinya yang semakin membesar Rukminto terus berjuang menahan sakit sampai dengan akhirnya ia tiba di rumah sakit ke tiga. Namun sangat disayangkan, kamar isolasi yang dibutuhkan oleh Rukminto lagi – lagi penuh.

“Saya bingung sekali saat itu, sampai akhirnya seorang teman menyarankan untuk membawa ayah ke RST Dompet Dhuafa,” ujar Zakiyah.

Terbesit dalam benak Zakiyah lokasi RST Dompet Dhuafa yang cukup jauh dari Kota Bogor lokasinya saat itu. Namun demi kesehatan sang ayah, keluarga pun membawa Rukminto yang tiba di IGD RST Dompet Dhuafa pada pukul 01.00 WIB dini hari.

Setibanya di IGD, Rukminto langsung mendapatkan penanganan tim medis dan menjalani serangkaian pemeriksaan. Setelah selesai mendapatkan penanganan di IGD, Rukminto pun dipindahkan ke kamar isolasi Ar- Rahman RST Dompet Dhuafa.

“Sejak jam tujuh pagi saya membawa ayah untuk berobat sampai akhirnya mendapatkan penanganan intensif jam satu pagi di RST,” ucap Zakiyah.

Hingga saat ini Zakiyah hanya bisa mengucapkan rasa syukurnya karena sang ayah telah dapat tertangani dengan baik dan layak.

“Alhamdulillah dapat penanganan yang cepat disini (RST), awalnya ketika akan membawa ayah, saya membayangkan tempat ini kurang layak, namun setelah tiba dan mendapatkan perawatan ternyata sungguh pelayanan serta ruang perawatan disini seperti kelas VIP, terlebih untuk kamar isolasinya, semua sangat nyaman sekali,” ucapnya.

Selama mendapatkan perawatan di RST Dompet Dhuafa sejak 14 Oktober 2014 lalu, Rukminto telah menjalani operasi pengangkatan jaringan mati pada lukanya.

“Kami terus mengobservasi kadar gula darah pasien juga intensif mengganti perban luka diabetesnya,” ucap perawat ruangan.

Sebagai seorang anak, Zakiyah tentu mendoakan serta berharap kesembuhan untuk sang ayah yang juga berprofesi sebagai pendakwah. (tie)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

BNI SYARIAH 0298535912 An Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa

2,293 total views, 1 views today