Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

MISNIH BERSYUKUR CUCI DARAH DI RST

BOGOR –  Sejak pukul 07.00 WIB, Misnih (50) berada di ruang hemodialisa Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa untuk menjalani cuci darah yang rutin ia lakukan beberapa bulan belakangan ini. Misnih terlihat jalani cuci darah sendirian tanpa didampingi oleh keluarga.

Ibu dari 5 orang anak tersebut rutin menjalani cuci darah sejak 4 bulan terakhir. Penyakit gagal ginjal yang diderita Misnih sebenarnya sudah ia rasakan kurang lebih setahun yang lalu.

Ginjal merupakan bagian dari tubuh yang memiliki fungsi vital bagi manusia. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.  Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang diderita oleh tubuh yang mana secara perlahan – lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal.

“ Badan saya demam dan tubuh rasanya panas sekali, kaki juga bengkak, dan mata menguning tapi namanya juga di kampung jadi cuma berobat ke dukun dan pengobatan alternatif saja,” ucapnya.

Sekian lama menjalani pengobatan non medis, namun Misnih tidak kunjung sembuh. Kondisi kesehatannya malah semakin menurun, akhirnya Misnih dibawa oleh anaknya ke puskesmas terdekat dan mendapatkan rujukan ke rumah sakit untuk berobat ke dokter spesialis penyakit dalam dan divonis menderita gagal ginjal yang mengharuskan ia menjalani cuci darah seumur hidupnya.

Tinggal di sebuah desa di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor membuat Misnih tidak pernah membayangkan harus menjalani cuci darah akibat penyakit gagal ginjal yang dideritanya. Terlebih ia harus menjalani cuci darah di rumah sakit yang cukup jauh dari tempat tinggalnya.

“Setelah tahu di RST ada layanan cuci darah, saya pindah kesini. Alhamdulillah tidak perlu jauh – jauh lagi untuk cuci darah, saya bersyukur banget,” ucapnya. Misnih mengaku bahwa dengan menjalani cuci darah kondisi tubuhnya semakin membaik.

“ Sekarang sudah bisa makan, kalau dulu makan langsung dimuntahin lagi, badan juga sudah tidak panas, ngerasa lebih enak sebenernya dengan cuci darah tapi sedihnya ini harus dijalani seumur hidup,” ungkap Misnih.

Proses cuci darah sepanjang rentang hidup yang harus dijalani Misnih selama dua kali seminggu di RST Dompet Dhuafa membuatnya harus menumbuhkan semangat agar dapat terus rutin menjalani cuci darah.

“Sampai sekarang saya merasa biasa saja karena memang baru beberapa bulan, cuma untuk ke depannya saya harus tetap semangat untuk jalani cuci darah. Alhamdulillah dari keluarga sangat mendukung tadi juga saya diantar oleh anak kesini (RST), ” ucap Misnih.

Dalam hati kecilnya wanita yang pernah bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ini juga sangat berharap dapat memiliki kehidupan yang normal kembali.

“Sebelum sakit saya berjualan gorengan dan melakukan apa saja asal bisa dapat uang, tapi sekarang sudah tidak lagi karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Untuk biaya hidup sehari – hari juga hanya mengandalkan anak dengan penghasilan ala kadarnya,” pungkas Misnih.

Misnih merupakan salah satu penerima manfaat kesehatan Dompet Dhuafa yang mendapatkan layanan cuci darah di RST Dompet Dhuafa. Sejak diresmikan April 2014 sampai saat ini dengan 5 unit alat cuci darah yang beroperasi, RST Dompet Dhuafa telah melayani lebih dari 30 penerima manfaat.

“Saat ini pasien rata – rata berasal dari luar wilayah Bogor, “ ucap dr.Agung selaku penanggung jawab ruangan hemodialisa. Agung menuturkan, mayoritas pengguna layanan adalah pasien rujukan dari Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa (tie)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

BNI SYARIAH 0298535912 An Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa

1,594 total views, 1 views today