Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

RST KUNJUNGI ALIYAH YANG MENAHAN SAKIT SELAMA TUJUH TAHUN

BOGOR – Tujuh tahun menahan sakit atas diagnosa tumor ganas ovarium dan kanker mulut rahim, tak terlihat raut wajah sedih pada diri Aliyah (54) yang kami temui di rumah kontrakannya Kampung Parung Banteng RT 05/01, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.

Perutnya yang membesar seperti orang hamil sembilan bulan ini pun tidak mengurangi semangatnya untuk tetap menjalani aktivitas rumah tangga seperti mencuci, memasak dan lain sebagainya. Aliyah menuturkan sebenarnya ia sudah sakit sejak tujuh tahun yang lalu, namun baru mendapatkan pengobatan kurang lebih setahun terakhir.

Aliyah sempat berobat ke dua rumah sakit di Bogor, namun karena keterbatasan alat medis yang dimiliki Aliyah akhirnya dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah di Jakarta.

Sudah empat bulan Aliyah bolak – balik ke rumah sakit tersebut dengan menjalani serangkaian tes kesehatan seperti cek laboratorium dan rontgen. Namun selama itu pula pengobatan yang dilakukan tidaklah rutin mengingat biaya yang dibutuhkan cukup besar mulai dari transportasi, obat-obatan dan lainnya. Meskipun lelah Aliyah tak pernah menyerah agar ia dapat segera sembuh, namun semenjak dua bulan terakhir, Aliyah pun absen dari pengobatan karena sang suami yang biasa mengantarnya bolak – balik ke rumah sakit berpulang ke rahmatullah.

“Dua bulan lalu suami saya meninggal karena penyakit pendarahan otak dan kanker,” ucapnya. Kini janda dua orang anak ini pun hanya tinggal sendiri sambil sesekali kedua orang anaknya yang telah berkeluarga mengunjungi ia di rumah kontrakan yang baru saja dihuni tiga bulan lalu.

Dengan kondisi perutnya yang membesar, Aliyah pun tidak dapat produktif seperti dulu  sehingga untuk biaya sehari – hari serta membayar rumah kontrakan sebesar Rp 200.000,00 ia mengandalkan bantuan dari anak-anaknya.

“Kami membaca berita mengenai ibu Aliyah ini di salah satu media cetak Bogor, membaca berita tersebut, kondisi ibu Aliyah sangat memprihatinkan sehingga kami berinisiatif untuk datang ke rumah beliau dengan harapan Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa dapat membantu proses pendampingan pengobatan ibu Aliyah ke rumah sakit di Jakarta,” ucap Humas RST Dompet Dhuafa, Septi.

Lebih lanjut Septi menambahkan bahwa untuk saat ini Humas RST akan hubungi dulu kader kesehatan yang selama ini membantu mengurus pengobatan ibu Aliyah karena pasca dimuat pada salah satu media cetak Bogor, Aliyah mendapatkan banyak simpati dan bantuan dari berbagai pihak dan lembaga.

“Kami serahkan sepenuhnya kepada beliau dan ibu Aliyah lebih enaknya kemana,” pungkasnya. (tie)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BNI Syariah 0298535912)

1,220 total views, 1 views today