Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

KISAH PENDERITA GAGAL GINJAL YANG MEMBUTUHKAN PEKERJAAN

BOGOR – Rutin menjalani cuci darah harus dirasakan Mbai (31) yang divonis menderita gagal ginjal 5 bulan lalu. Warga Cibeureum Bogor ini datang seminggu 2 kali tiap Senin dan Kamis sejak 13 Agustus 2014 ke Unit Hemodialisa (Layanan Cuci Darah) Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa tanpa didampingi oleh keluarga atau sanak saudara.

Mbai yang kami temui mengungkapkan kesedihannya karena tidak dapat mencari nafkah lagi akibat kondisi kesehatannya yang menurun dirasakan sejak setahun lalu, namun ia cenderung mengabaikannya.

“Saya sempat narik angkot selama 3 tahun, tapi sekarang sudah tidak bisa karena kata dokter tidak boleh terlalu cape,” ucapnya.

Mbai hanya tinggal berdua dengan sang Ayah. Keterbatasan ekonomi membuat ia kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk melakukan cuci darah kesini pun kadang saya tidak ada ongkos, Ayah juga sakit-sakitan, bukannya tidak mau kerja tapi saya belum mendapatkan pekerjaan yang dapat saya lakukan sesuai dengan kondisi kesehatan saya sekarang,” ungkap Mbai.

“Usia pasien masih produktif, hanya saja tidak dapat bekerja yang terlalu berat. Saya berharap ia bisa mendapatkan kursus atau keterampilan yang dapat digunakan untuk membantu menopang kehidupan sehari-hari,”ucap Penanggung Jawab Unit Hemodialisa RST Dompet Dhuafa, dr. Agung Daulay.

Harapan yang sama pun diungkapkan oleh Mbai yang menginginkan pekerjaan di tengah kondisinya harus rutin jalani cuci darah. (tie)

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BNI Syariah 0298535912)

2,072 total views, 1 views today