Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

MAKSIMALKAN BPJS DI TAHUN 2015, DHUAFA TETAP JADI “PRIME CUSTOMER”

BOGOR – Memaksimalkan BPJS Kesehatan untuk pembiayaan operasional rumah sakit akan diterapkan oleh Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa di tahun 2015, seiring dengan meningkatnya jumlah pemanfaatan layanan seperti klinik spesialis dan rawat inap berdasarkan Data Pelayanan RST Dompet Dhuafa tahun 2013 – 2014 ketika mulai membuka pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan. Hal ini pun memberikan gambaran bahwa kemanfaatan RST Dompet Dhuafa semakin besar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

”Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan sendiri pada tahun 2014,  jumlah peserta PBI (penerima bantuan iuran) yang kriterianya adalah penduduk miskin dan tidak mampu berjumlah 86,4 juta jiwa dengan fasilitas kepesertaan kelas 3 (tiga). Hal ini merupakan program pemerintah yang dapat disinergiskan oleh RST Dompet Dhuafa dalam mewujudkan visi dan misinya,” ucap dr. Yahmin Setiawan, MARS selaku Direktur Utama RST Dompet Dhuafa.

Dengan memaksimalkan BPJS Kesehatan, dapat diartikan bahwa selain menerima pasien peserta BPJS Kesehatan dalam layanannya, RST Dompet Dhuafa juga akan mem- BPJS kan para penerima manfaat/member (anggota) kesehatan Dompet Dhuafa yang secara rutin memerlukan layanan rawat inap dan rawat jalan.

“ Perlu ditekankan bahwa fasilitas ruangan dan tempat tidur rawat inap di RST seluruhnya adalah kelas 3, sehingga membuka kesempatan yang besar untuk peserta PBI BPJS Kesehatan,” ucap Yahmin.

Meskipun membuka layanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan, namun kaum dhuafa/penerima manfaat kesehatan Dompet Dhuafa akan tetap menjadi prioritas. RST Dompe Dhuafa tetap berkomitmen sebagai rumah sakit pemberi layanan kesehatan yang bernuansa Islami dan bersumber dana dari masyarakat untuk memuliakan dhuafa dalam pemberian layanan kesehatannya

“Bentuk memuliakan dhuafa itu adalah komitmen dalam memberikan pelayanan yang berkualitas, nyaman dan aman kepada dhuafa yang sudah menjadi peserta seoptimal mungkin sesuai kebutuhan dhuafa. Istilah yg kami gunakan untuk pasien dhuafa merupakan “prime customer” atau “very important poor people (VIPP)”, ucap Yahmin.

Ke depannya sebagai perencanan untuk meningkatkan layanan, RST Dompet Dhuafa pun memiliki empat point pencapaian penting seperti yang diungkapkan Yahmin, yaitu naik kelas menjadi tipe C (sebelumnya tipe D), sesuai dengan peraturan Kemenkes yang terbaru, lulus proses akreditasi Rumah Sakit versi 2012, dengan harapan nilai Paripurna, akan memaksimalkan kerjasama dengan BPJS Kesehatan sebagai bagian memperluas kemanfaatan RST Dompet Dhuafa dan mensupport program pemerintah terutama untuk masyarakat miskin dan tidak mampu, dan RST Dompet Dhuafa akan menjadi Rumah Sakit Cinta Ibadah sebagai bagian mewujudkan layanan  dengan nuansa Islami.

Yahmin pun berharap, RST Dompet Dhuafa akan semakin berkembang secara kuantitas dan kualitas pelayanannya serta dapat memenuhi kebutuhan pasien dhuafa dan peserta BPJS Kesehatan.

“Semoga masyarakat juga semakin mendukung dan bekerjasama untuk kemajuan RST Dompet Dhuafa ke depannya, tutup Yahmin.(tie)

2,042 total views, 1 views today