Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

IMUNISASI SEBAGAI INVESTASI KESEHATAN MASA DEPAN (BAGIAN II)

  1. Hepatitis B

-  Diberikan segera setelah lahir (< 12 jam) secara intramuscular

-  Hep. B2 diberikan 1 bulan setelah hep. B1

-  Hep. B3 diberikan pada umur 6 bulan

-  Jika diketahui ibu dengan HbsAg +, segera berikan HbIg bersama Hep. B dalam waktu 24 jam setelah lahir

-  Bayi premature : diberika jika usia mencapai 2 bulan dan berat badan 2000 gram

2. Poli

Ada 2 jenis :

  1. IPV (Inactivated Polio Vaccine) : virus polio yang mati
  2. OPV (Oral Polio Vaccine) : virus polio yang hidup

- Diberikan secara oral atau intramuskular segera setelah lahir.

- Polio selanjutnya yang ke 2,3,4  interval 4 minggu, yang ke 5 usia 18-24 bulan, yang ke 6 saat masuk sekolah (5-6 tahun)

3. BCG

- Diberikan < 2 bulan secara intradermal di M. deltoideus kanan 0,1 ml untuk anak dan 0,05 ml untuk bayi. Jika diberikan > 2 bulan, sebaiknya anak di tes Mantoux dahulu.

- Tidak berarti dapat mencegah TBC tapi mengurangi resiko TBC berat seperti meningitis TB dan TB milier.

- Pada tempat penyuntikan biasanya akan menimbulkan ulkus local yang superficial 3 minggu setelah penyuntikan yang akhirnya akan          menimbulkan parut

4. DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus)

- Untuk pencegahan penyakit difteri, pertusis dan tetanus, maka dibuatlah gabungan toksoid difteri, toksoid tetanus dan vaksin pertusis dalam bentuk vaksin DPT yang diberikan secara intramuscular di paha anterolateral pada usia 2,4,6 18-24 bulan dan usia 5 tahun.

- Difteri : penyakit akut yang bersifat toxin mediated disease oleh karena kuman Cotynebacterium diptheriae yang memproduksi  toksin yang menghambat sintesis protein seluler yang menyebabkan destruksi jaringan setempat dan terjadilah selaput membrane yang dapat menyumbat jalan nafas.

- Pertusis (batuk rejan) : penyakit akut yang bersifat toksin mediated disease oleh karena kuman Bordetella pertusis dimana toksin yang dihasilkan melekat pada bulu getar saluran nafas atas yang akan melumpuhkan bulu getar sehingga terjadi gannguan aliran sekret saluran nafas yang berpotensi sebabkan pneumonia. Selain itu, disertai muntah, sianosis, lemas, kejang.

- Tetanus : penyakit akut yang disebabkan oleh eksotoksuin yang dihasilkan oleh Clostridium tetani (tetanospasmin) yang menempel di system saraf yang mengakibatkan kontraksi dan spastisitas otot yang tak terkontrol, kejang dan gangguan saraf otonom.

5. Campak

- Untuk menurunkan angka kejadian campak setelah pemberian campak.

- Diberikan secara subkutan atau intramuskular pada usia 9 bulan, serta dianjurkan pada usia 15-18 bulan imunisasi MMR.

- Oleh karena virus campak, yang menimbulkan gejala berupa demam, ruam kulit kemerahan, tampak bercak koplik di mjukosa pipi serta gejala ispa.

Sebelum pemberian imunisasi perlu dijelaskan beberapa hal yang terkait dengan imunisasi seperti :

  1. Jenis dan manfaat vaksin
  2. Cara pemberian vaksin
  3. Reaksi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)
  4. Efek samping atau reaksi alergi terhadap vaksin
  5. Beberapa kontraindikasi yang menyebabkan penundaan pemberian vaksin

Reaksi KIPI

Orang tua atau pengantar perlu diberitahu bahwa setelah imunisasi dapat timbul reaksi local di temapat penyuntikan atau reaksi umum berupa keluhan dan gejala, tergantung pada jenis vaksinnya. Reaksi tersebut umumnya ringan dan akan hilang dalam 1-2 hari. Ditempat suntikan kadang-kadang timbul kemerahan, pembengkakan, gatal, nyeri serta timbul demam, oleh karena itu perlu pemberian Pracetamol untuk mengurangi ketidaknyamanan pasca vaksinasi.

Adapun beberapa  vaksin yang dianjurkan atau untuk tujuan khusus yaitu vaksin-vaksin yang tidak termasuk vaksin PPI (Program Pengembangan Imunisasi), namun penting diberikan mengingat “burden of disease” dari masing-masing penyakit tersebut, seperti :

  1. MMR : usia 15 bulan dan 5-6 tahun
  2. Hib : usia 2,4,6 dan 18-24 bulan
  3. Demam tifoid : usia setelah 2 tahun, ulangan tiap 3 tahun
  4. Varisela : usia setelah 2 tahun, pemberian 1x
  5. Hepatitis A : usia setelah 2 tahun, pemberian 2x (interval 6-12 bulan)
  6. Influenza : usia setelah 2 tahun, pemberian 1x/tahun
  7. Pneumokokkus (PCV) : usia 2,4 dan 6 bulan
  8. Rotavirus : usia 2,4 dan 6 bulan

Demikian pembahasan topik kita mengenai pentingnya imunisasi, pada khususnya bagi anak. Semoga dengan adanya imfo atau pengetahuan tentang imunisasi, masyarakat Indonesia secara luas dapat memahami fungsi dan tujuan dari program imunisasi yang sangat ini digalangkan. Seningga dapat memberikan kesadaran pada masyarakat terhadap nilai imunisasi dalam menyelamatkan jiwa dan mencegah penyakit infeksi berat.

dari berbagai sumber

dr. Dhika Hanggita R (Sekretaris Komite Medik RST Dompet Dhuafa)

1,227 total views, 1 views today