Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Archive for February 2015

BERHASIL MENYUSUI DENGAN "7 KONTAK PLUS"

Karena ketersediaannya sehari-hari, menyusui sering dianggap sebagai hal biasa. Padahal menyusui adalah suatu konsep besar bagian dari konsep penciptaan dan pemeliharaan alam semesta. Menyusui mempunyai peran fundamental pada peradaban dan kelanjutan sejahteranya alam semesta ini.

Menyusui adalah keterampilan yang dipelajari oleh ibu dan bayi, dimana keduanya membutuhkan waktu dan kesabaran untuk pemenuhan nutrisi melalui Air Susu ibu (ASI) pada bayi selama dua tahun, dengan enam bulan secara eksklusif. Sedangkan laktasi adalah keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi sampai proses bayi menghisap dan menelan ASI.

Pemenuhan nutrisi pada bayi sampai usia 24 bulan yang optimal, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) adalah sebagai berikut :

  1. Menyusui bayi segera setelah lahir yang disebut dengan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
  2. Memberikan ASI Eksklusif yaitu hanya ASI saja tanpa makanan atau minuman tambahan sampai bayi berusia 6 bulan.
  3. Memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat dan cukup sejak bayi berusia 6 bulan dan tetap memberikan ASI sampai bayi berumur 24 bulan.

Sebagai upaya mendukung kelancaran pemberian ASI dan mempertahankan menyusui, seorang ibu dan keluarga harus mempunyai motivasi dan informasi yang cukup tentang proses menyusui. Sebaiknya sejak hamil ibu dan keluarga sudah mencari informasi tentang ASI dan menyusui tersebut. Menyusui sendiri butuh persiapan yang dimulai ketika seorang ibu dinyatakan hamil..

Untuk mencapai keberhasilan menyusui, WHO mencanangkan program 7 Kontak Plus menyusui. Yang dimaksud dengan 7 Kontak Plus menyusui adalah waktu-waktu khusus yang dianjurkan untuk ibu hamil-menyusui dan keluarga lainnya untuk bertemu dan konsultasi dengan konselor menyusui, sehingga didapatkan informasi yang benar serta relevan mengenai ASI, menyusui, dan permasalahannya.

Konselor menyusui adalah tenaga terlatih bersertifikat resmi di bidang laktasi, tidak hanya dokter tetapi juga bisa perawat, bidan, atau tenaga non medis. Akan tetapi jika perlu tindakan atau pengobatan maka khusus ditanganin dokter konselor menyusui. Konseling dapat dilakukan private dengan konselor di klinik laktasi atau melalui kelas-kelas yang dipimpin oleh konselor.

Pelaksanaan dari 7 Kontak Plus menyusui yang direkomendasikan WHO dimulai dari kehamilan trimester ketiga sampai pasca persalinan dan bila ditemukan masalah menyusui di luar waktu-waktu khusus tadi. Penjelasan lebih detailnya tentang waktu pelaksanaan dari 7 Kontak Plus menyusui adalah sebagai berikut :

Kontak 1, pada saat melakukan pemeriksaan kehamilan dan ibu dengan usia kehamilan 28 minggu.

Pada kontak 1 akan diajari dan dibahas tentang anatomi payudara dan fisiologi menyusui (mekanisme produksi ASI dan cara kerja menyusui), keuntungan menyusui, manfaat ASI vs dampak dan bahaya susu formula-dot, risiko tidak memberikan ASI-tidak menyusui dan perawatan payudara selama hamil.

Kontak 2, pada saat melakukan pemeriksaan kehamilan dan ibu dengan usia kehamilan 36 minggu.

Di kontak 2 akan  diulang pembahasan di kontak 1 dan lebih menekankan mengenai seputar IMD serta diberikan informasi mengenai fisiologi pembentukan ASI (laktogenesis 2) di 3 hari pertama pasca kelahiran, perlunya rawat gabung jika ibu dan bayi dalan keadaan stabil. IMD dan rawat gabung merupakan salah satu kunci keberhasilan menyusui.

Kontak 3, pada saat persalinan di ruang bersalin saat dilakukan IMD.

IMD adalah proses menyusui dimulai segera oleh bayi ketika lahir, bayi ditaruh di dada atau perut ibu dengan posisi tengkurap, minimal selama 1 jam, tidak diinterupsi. Di sini tenaga kesehatan cukup memantau, tidak perlu mengarahkan bayi ke puting, biarkan bayi yang mencari sendiri (prinsip IMD, proses menyusu dimulai segera bukan keberhasilan menemukan puting). Ini momen sangat berharga antara bayi-ibu dan ayah yang tidak akan terlupakan seumur hidup.

Setelah IMD, pentingnya rawat gabung dan bedding in. Bedding in artinya ibu dan bayi 1 tempat tidur, bayi tidak tidur di tempat tidur bayi. Dimulai rangsangan skin to skin contact untuk menstimulasi bonding antara ibu dan bayi, ini penting untuk keluarnya kolostrum di hari-hari awal pasca melahirkan.

Kontak 4, pada saat hari-hari awal pasca melahirkan dan selama ibu masih dirawat.

Pada kontak 4, konselor menyusui akan memvisit ibu untuk membimbing cara memosisikan bayi dan membantu bayi menyusui dengan perlekatan yang baik, diberikan informasi mengenai perkembangan berat badan bayi ASI eksklusif, keuntungan rawat gabung dan skin to skin contact, gizi ibu menyusui, dan tentang pembentukan ASI tahap 2 (laktogenesis 2) yang akan baik dirangsang sesuai frekuensi bayi menyusui, bonding dan kapasitas lambung bayi, sehingga tidak perlu diberikan cairan tambahan lain.

Kontak 5, saat ibu dan bayi sudah keluar dari RS yaitu pada hari ke-7 pasca persalinan atau nifas pada hari ke-7.

Biasayanya terdapat masalah atau kendala yang timbul setelah di rumah sehingga konselor menyusui di kontak 5 ini akan membahas dan memberikan solusi yang terbaik untuk ibu-bayi dan keluarganya.

Kontak 6, saat hari ke-14 pasca bersalin atau nifas hari ke-14.

Dikontak 6 akan dievaluasi dan dipantau seluruh permasalahan atau kendala yang sudah ada pada kontak sebelumnya dan sudah diberikan solusi.

Kontak 7, saat hari ke-40 pasca bersalin atau nifas hari ke-40

Pada kotak 7 dapat diberikan informasi mengenai manajemen ASI Perah untuk persiapan ibu bekerja, 1 bulan sebelumnya sudah mempersiapkan “menabung” ASI Perah untuk keperluan bayi nanti.

Kontak Plus, diluar waktu-waktu khusus tadi apabila ditemukan masalah dan ibu serta keluarga lainnya ingin konsultasi segera dengan konselor menyusui.

Dengan adanya info yang cukup mengenai ASI dan menyusui, diharapkan ibu dan keluarga siap dalam menjalani proses menyusui nantinya. Dukungan dari suami dan keluarga juga penting, karena kelancaran proses menyusui saat tergantung pada psikologis ibu. Mari kita galakkan ibu menyusui ASI kepada bayinya selama 2 tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas.

# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

1,901 total views, no views today

BAYI SAFA DAN SIFA; PERAWATAN LAMA KARENA ORGAN TUBUH BELUM MATANG

BOGOR – Pasca empat hari mendapatkan perawatan secara intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) salah satu rumah sakit ibu dan anak swasta di Bogor, kini bayi kembar Elih telah dialih rawat ke ruang perinatologi (ruang perawatan khusus untuk bayi baru lahir yang bermasalah) Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa sejak Selasa (17/2). Namun sangat disayangkan dari ketiga bayi kembar yang lahir secara prematur tersebut, kini hanya tinggal dua bayi kembarnya yang masih bertahan. Read more

1,232 total views, no views today

OPERASI BEDAH TULANG UNTUK BEN ANAK PUNK MUSLIM

BOGOR – Ibnu Umar (23) atau yang akrab disapa Ben ini akan menjalani serangkaian pemeriksaan seperti cek darah dan rongent saat kami temui di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa. Ben yang merupakan anak Punk muslim ini didiagnosa menderita Fraktur Kompresi Lumbal 3 oleh dokter spesialis bedah tulang salah satu rumah sakit swasta di Bogor.

Fraktur Kompresi Lumbal 3 merupakan penyakit patah tulang pada bagian bawah tulang belakang. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh benturan keras seperti, kecelakaan mobil, jatuh dari ketinggian atau kecelakaan saat berolahraga dan lain sebagainya.

Ben sendiri merupakan salah satu anggota dari Komunitas Punk Muslim. Komunitas Punk Muslim merupakan sebuah komunitas yang berkomitmen akan membawa Islam sebagai jalur dalam segala kegiatannya. Berbeda dengan Komunitas Punk pada umumnya yang membawa ideologi anarkisme, Komunitas Punk Muslim ini justru menjadikan Al Quran dan Hadits sebagai pedoman pergerakannya.

Ben dibawa oleh seorang relawan yang pernah bekerja di Dompet Dhuafa. “Saya bertemu Bang Zaki saat saya masih di jalanan, Bang Zaki yang merangkul dan membimbing saya dan anak-anak jalanan lain lebih dekat dengan agama, seperti diajarkan mengaji dan lain sebagainya,” ucap Ben.

Ben yang sejak usia belasan tahun ini sudah hidup di jalanan pun hanya bisa berobat alternatif untuk meredakan rasa sakitnya, namun hal tersebut tidak kunjung membuatnya sembuh. Akhirnya berkat bantuan seorang relawan yang dikenalnya, Ben pun dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RST Dompet Dhuafa.

“Pertama kali dibawa ke IGD saya merasakan nyeri pada pinggang sebelah kanan, mual disertai muntah sudah empat hari, setelah diperiksa akhirnya saya dikonsulkan ke dokter spesialis urologi karena dikhawatirkan ada batu ginjal,” tambahnya.

Beruntung setelah mendapatkan pemeriksaan rongent, hal yang dikhawatirkan pun tidak terjadi. Selama masa pengobatan rawat jalan, Ben yang selalu mengeluh kesakitan dan sudah tiga kali bolak-balik ke IGD ini akhirnya dirujuk ke salah satu rumah sakit swasta di Bogor untuk segera mendapatkan tindakan operasi karena dikhawatirkan kondisinya semakin memburuk.

“Pasien sudah mendapatkan tindakan operasi bedah tulang kemarin. Untuk rencana selanjutnya masih akan dilihat dulu hasil rongent pasca operasi dulu, “ ucap perawat rujukan RST yang mendampingi perawatan Ben.

Estimasi total biaya operasi bedah tulang atas penyakit yang diderita Ben sendiri mencapai Rp 35.000.000,00 (Tiga Puluh Lima Juta Rupiah).

“Selama di jalanan sambil ngamen yang namanya ditabrak mobil, motor dan jatuh sudah jadi hal biasa, mungkin karena itu juga penyebabnya,” ungkap pria asal Surabaya, Jawa Timur ini.

Mimpi dan harapan setelah sembuh dari sakit pun telah menggelayut dalam angan Ben. Pria yang kini menjalani hidup lebih baik berkat asuhan seorang relawan ini sudah tidak sabar untuk dapat berjualan.

“Rencananya mau jualan kaya wedang jahe gitu, gerobaknya sudah ada, tadinya sudah mulai mau jalan cuma karena saya sakit ini jadi ditunda dulu, semoga bisa segera sembuh dan bisa cepat dimulai jualannya” ungkap Ben. (tie)

Kami menggugah hati Anda untuk membantu perawatan Ben

Salurkan Donasi Anda melalui rekening di bawah ini:

Infak (BNI Syariah 0298535912)

1,264 total views, no views today

ELIH LAHIRKAN ANAK KE TUJUH, BAYI KEMBAR TIGA

BOGOR – Tak pernah sekalipun Elih (37) membayangkan bahwa kelahiran anak ketujuhnya ini akan terlahir secara prematur dengan kondisi bayi kembar tiga. Bayi prematur yang kini memiliki berat masing – masing sebesar 1.6 kilogram, 1.3 kilogram, dan 780 gram tersebut pun berada di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) salah satu rumah sakit swasta di Bogor. Read more

1,399 total views, no views today

Pages:12Next »