Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

SEMUA KALANGAN PERLU MENGETAHUI APA ITU BHD

Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa selaku rumah sakit nirlaba mengadakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk karyawan  non medis. Pelatihan ini dilaksanakan pada Selasa, 5 April 2015 di Ruang Teater Dzikir Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa (RST DD). Pelatihan ini diikuti oleh karyawan non medis RST DD. Pelaksana pelatihan BHD ini adalah tiga dokter RST DD yang terdiri dari dr.Muhayar, dr.Dhika Hanggita dan dr.Narissa Anugrawati.

Dr.Muhayar dalam pelatihan ini membawakan materi mengenai BHD yang berisi tentang pengertian, indikasi tindakan dan pelaksanaanya. Penjelasan materi tersebut dijelaskan bahwa BHD merupakan tindakan pertolongan medis sederhana yang dilakukan pada penderita yang mengalami henti jantung sebelum diberikan tindakan pertolongan medis lanjutan. BHD ini perlu diketahui oleh semua kalangan masyarakat, karena banyak kasus penderita gawat darurat menimpa semua kalangan. Penderita gawat darurat ini disebabkan oleh penyakit, trauma, kecelakaan, dan tindakan anestasi yang bila tidak ditolong akan mengalami cacat, kehilangan organ tubuh, bahkan meninggal.

Indikasi kondisi yang diperlukan tindakan BHD adalah pada penderita henti jantung, henti nafas dan tidak sadarkan diri. Kondisi henti jantung adalah ketika berhentinya sirkulasi yang akan menyebabkan otak dan organ vital kekurangan oksigen. Kondisi selanjutnya adalah henti nafas yang terjadi akibat tidak adanya gerakan dada dan aliran udara pernapasan dari korban seperti, tenggelam, stroke, overdosis obat-obatan, tersambar petir, koma dan lain-lain. Tidak sadarkan diri merupakan kondisi hilangnya kesadaran karena akibat lain selain disebutkan diatas.

Dalam mengatasi kondisi darurat tersebut, terdapat beberapa tahap BHD yang perlu dilakukan, hal ini berdasarkan pada American Heart Association dan European Society of Resuscitation. Urutan pelaksanaan ini dimulai dengan penilaian kesadaran penderita diikuti panggilan bantuan kemudian dilakukan tindakan pertolongan yang diawali dengan C – A – B – D ( Circulation – Airway – Breathing – Defibrilation).

Sirkulasi atau circulation dilakukan dengan dua tahap yakni memastikan ada tidaknya denyut jantung pada korban dan  kompresi jantung. Kedua, airway atau memastikan jalan nafas dengan dilakukan dengan prosedur dasar dan tindakan. Ketiga, bantuan nafas atau breathing yang sebelumnya dipastikan terlebih dahulu korban tidak bernafas kemudian memberikan bantuan pernafasan dengan cara mulut ke mulut, mulut ke hidung dan mulut ke stoma. Terakhir adalah defibrilasi atau defibrillation dengan memberikan bantuan menggunakan energi listrik.

Pada akhir pelatihan, dalam wawancara dr.Dhika Hanggita menjelaskan, “pelatihan BHD ini perlu dilakukan mengingat saat ini banyak hal-hal yang tak terduga terjadi disekitar kita, seperti kecelakaan kerja dan kecelakaan lalu lintas yang perlu ditangani dengan cepat sebelum diserahkan kepada pihak medis. Target pelatihan BHD ini adalah untuk masyarakat awam yang sebagian besar belum mengetahui tindakan medis untuk kondisi darurat. Tujuan pelatihan BHD ini nantinya para petugas non medis di RST DD akan memahami secara maksimal bagaimana tindakan yang harus dilakukan pada kondisi darurat”.

Dalam wawancara terakhir, dr. Dhika menegaskan “ meskipun kami memiliki rencana dan niat untuk melaksanakan pelatihan kemasyarakat sekitar, namun target utama kita saat ini adalah pihak yang berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Pelatihan BHD ini merupakan langkah awal bagi kami untuk mengadakan pelatihan kesehatan lainnya yang akan diadakan di RST DD”.

Dr. Narissa Anugrawati selaku penguji peserta pelatihan BHD pada akhir acara, menambahkan bahwa “Dari 11 peserta pelatihan yang diuji untuk memperaktekan BHD pada alat peraga, tercapai 70 persen tingkat keberhasilan peserta dalam memahami dan mampu mempraktekan BHD. Meskipun target pelatihan ini dapat dikatakan berhasil, evaluasi untuk pelatihan selanjutnya adalah para peserta perlu menyimak pemateri secara maksimal karena BHD ini merupakan tindakan yang bertahap dan saling berkaitan satu sama lain.”

Pelatihan ini diharapkan akan memberikan pencerahan bagi masyarakat awam akan pertolongan medis agar dapat mempraktekan BHD apabila menghadapi kondisi darurat diatas. Kendala yang sering terjadi untuk membawa korban kepada pihak medis adalah jangkauan jarak tempuh, untuk itu BHD ini sangat penting untuk dipelajari. (um)

1,808 total views, 1 views today