Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

SEMANGAT MAMAT BEKERJA UNTUK KELUARGA

BOGOR – Sri Rahayu (24) sedang duduk menatap sang ayah yang tak sadarkan diri, Mamat Rahmat (63). Ini ketiga kalinya Mamat dirawat di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa dengan penyakit yang sama yaitu asma. “Pada pengobatan yang kedua dirawat inap pada 5 – 12 Mei 2015, hasil medis menunjukan adanya bakteri Tuberculosis di paru-parunya” ungkap perawat ruangan. Sebelumnya dikarenakan keadaan ekonomi yang serba kekurangan menyebabkan Mamat hanya dapat berobat di Puskesmas dekat rumah serta mengkonsumsi obat yang dijual di toko atau warung.

Namun setelah kondisinya memburuk dua tahun yang lalu, petugas Puskesmas pun menganjurkan keluarga untuk membawa Mamat ke rumah sakit. Akhirnya berkat informasi yang diperoleh oleh keluarga, Mamat pun dibawa ke RST Dompet Dhuafa.

Mamat melakukan pengobatan rawat jalan secara rutin satu kali dalam sepekan. Namun karena kondisinya semakin memburuk dengan diantar oleh kedua menantunya menggunakan sepeda motor ia pun mendapatkan perawatan intensif di rawat inap RST Dompet Dhuafa, Senin(18/05).

“Katanya dadanya sesek, susah untuk bernafas dan sakit” ucap Sri saat kami ditemui di depan ruang rawat inap Ar-Razaq.

Selain menderita penyakit Tuberkulosis (TB) Paru, ternyata Mamat pun menderita penyakit lain. “Setelah dilakukan pemeriksaan (rontgen), terdapat kelainan di tulang rusuk belakangnya” ucap perawat ruangan.

Sebelumnya untuk menghidupi keluarga, Mamat pernah bekerja sebagai hansip (pertahanan sipil) di tempat tinggalnya. Namun, kini Mamat hanya bekerja sebagai kuli serabutan untuk menopang hidup istri, tiga orang anak serta cucu yang tinggal satu atap dengannya. Keadaan inilah yang mendorong Mamat untuk terus bekerja meskipun kondisi sudah tidak memungkinkan sampai ia terjatuh sakit.

Sri anak perempuan Mamat yang senantiasa mengantar sang ayah untuk berobat pun memaparkan bahwa Mamat merupakan orang hebat.

“Saat ini saya yang harus jagain bapak selain karena saya anak pertama, bapak itu orangnya benar-benar berkorban buat keluarga, ditambah enggak ada orang lain lagi yang nemenin bapak disini. Suami saya dipecat bosnya karena bulak balik ke rumah sakit buat jagain bapak. Saya pasrah saja sekarang” ucapnya.

“Bapak tuh punya adik tapi tinggalnya di Bengkulu, tapi sekarang sudah tidak pernah berkomunikasi lagi, kaya putus silaturahmi gitu, padahal ia adalah saudara bapak satu-satunya” tambahnya.

Sri yang sehari – harinya bekerja memasang payet kerudung ini pun memiliki semangat yang tinggi meskipun ia seorang diri menjaga bapak Mamat dari pagi hingga sore hari.

Dalam kondisi ekonomi yang serba pas-pasan bahkan terkadang kekurangan Sri dan keluarganya sangat bersyukur karena untuk biaya pengobatan sang ayah mereka tidak perlu khawatir karena mendapatkan pelayanan secara cuma-cuma di RST Dompet Dhuafa.

“Alhamdulillah ada RST Dompet Dhuafa, saya bersyukur” tutup Sri.

Keberlangsungan pengobatan serta perawatan seperti Mamat serta pasien lainnya di RST Dompet Dhuafa tidak mungkin dapat terwujud tanpa uluran tangan para donatur. Kami mengajak anda untuk dapat berbagi nikmat sehat melalui rekening bank BNI Syariah 0298535912 atas nama Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa

1,121 total views, 1 views today