Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

SENJA SUTIRAH MENCARI BERKAH

BOGOR. Produktif kini tak mengenal usia dan waktu, selama masih ada kesempatan produktif tetap dilakukan. Ini adalah bentuk syukur kita atas apa yang telah dianugerahkan. Sutirah (60) merupakan salah satu penjual makan di kantin Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa. Semenjak RST Dompet Dhuafa didirikan, pada saat itu juga Sutirah mulai menjual Soto Ayam dan Soto Daging. Sebagai tulang punggung keluarga, Sutirah berpenghasilan bersih sebesar 30.000 rupiah. Ia harus menghidupi suami, Dondon (73), yang kini tidak produktif sejak menderita sakit prostat.

Sebelum mulai menjual soto, Sutirah mencari penghasilan dengan membuat keset yang terbuat dari kain. Dengan penghasilan tidak tetap, ia berjuang demi menghidupi dirinya dan sang suami. Dibalik perjuangannya, wanita yang memiliki keahlian dalam memasak untuk pesta pernikahan ini menceritakan kisah pilu perjalanan mengobati suami.

Dondon, suami Sutirah menjalani operasi prostat pada tahun 2010, hal ini dilakukan berkat adanya pelayanan kesehatan gratis dari Dompet Dhuafa. Sebelumnya, Sutirah berobat ke beberapa rumah sakit dan menjual harta benda demi membayar kebutuhan pengobatan. “ Saya dapet informasi kalau ada tempat pengobatan gratis, awalnya tidak percaya karena jaman sekarang susah yang gratis” ungkap Sutirah.

Dondon menjalani operasi di Rumah Sakit di wilayah Gaplek dan semua keperluan pengobatan dibiayai oleh Dompet Dhuafa. pada kesempatan itu, Sutirah mengucapkan rasa syukur berkali-kali “Alhamdulillah ada tempat kaya gini ditambah saya dikasih tempat usaha jual soto ayam sama daging yang dibiayain juga” tutur Sutirah.

Dalam penutup pembicaraan, Sutirah menceritakan bagaimana ia bisa menjadi member RST Dompet Dhuafa. “saya berobat rutin di Rumah Sehat ini sejak tiga bulan yang lalu, semenjak jualan soto tangan saya sering bergetar sendiri karena sering bikin bumbu, kata dokter saya kena tremor (penyakit saraf), tapi saya menjadi angota sejak tahun 2012”. Penyakit ini tak menghentikan Sutirah untuk berjuang demi menghidupi ia dan suami.

Saat ini, Sutirah menjadi anggota binaan Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa dibidang ekonomi Dompet Dhuafa. Berkat binaan, wanita produktif ini kini dapat mengembangkan usahanya untuk memaksimalkan penghasilan untuk ia dan suami. Semoga usaha yang dikembang ini, soto ayam dan soto daging, Sutirah mendapatkan penghasilan demi menopang ekonomi keluarga.

Meski senja adalah saat piringan matahari secara keseluruhan telah menghilang dari garis cakrawala, namun semangat senja tetaplah semangat pagi. Layaknya senja, semangat Sutirah tak kalah dengan semangat diusia pagi. Selamat hari lanjut usia nasional. Sebenarnya masih banyak orang-orang yang bernasib sama dengan Sutirah, namun hanya sebagian saja yang diketahui. Mari mendukung program RST Dompet Dhuafa untuk ikut membantu orang-orang yang memiliki nasib yang sama seperti Sutirah dengan mengirimkan infak atau donasi ke rekening BNI Syariah kami 0298535912 atas nama Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. (um)

1,079 total views, 1 views today