Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

PSIKOLOGIS PEROKOK

BOGOR. Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm(bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lainnya.

Kandungan rokok diantaranya adalah

  • Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks.
  • Tar, yang terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
  • Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
  • Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.
  • Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.
  • Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.
  • Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.
  • Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.
  • Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.
  • Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.
  • Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
  • Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil dan motor.

Rokok sangat berbahaya bagi kesehatan, diantara penyakit yang timbul akibat rokok adalah penyakit jantung, gangguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker esofagus, bronkhitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin. Banyak orang yang sudah tahu dampaknya, namun tetap saja masih merokok. Hal yang mungkin akan menghentikan perokok adalah setelah terkena penyakitnya.

Dalam hal ini, terdapat alasan yang dilihat dari sisi psikologi mengapa banyak orang sangat sulit untuk berhenti merokok. Alasan yang pertama adalah addiction atau ketergantungan. Rokok menjadikan seseorang ketergantungan karena dalam rokok terdapat ‘nikotin’ yang merupakan zat adiktif. Penggunaan berulang kali akan berdampak pada otak untuk ketergantungan zat tersebut. Nikotin terbukti akan merubah fungsi normal dimana fungsi akan berjalan seperti biasa setelah menggunakan nikotin.

Dampak kedua adalah anxiety atau gelisah, banyak orang percaya bahwa merokok akan mengurangi gelisah. Orang yang memiliki gangguan gelisah akan sulit untuk menguranginya, selain dengan mengalihkannya pada hal lain. Penggunaan rokok dalam beberapa menit akan mengurangi gelisah dengan cepat. Namun, kandungan adiktif pada rokok akan membuat seseorang ketergantungan dan hal ini akan berdampak negatif pada kesehatan.

Ketiga adalah pleasure atau kesenangan, kebanyakan orang percaya bahwa rokok dideskripsikan dengan istilah ‘enlightening’ atau pencerahan. Hal ini karena rokok merupakan solusi persoalan dan mengatasi munculnya stress dan gugup. Karena alasan ini, biasanya remaja akan menjadi perokok.

Upaya untuk menghentikan penggunaan rokok dapat dilakukan dengan rencana dan waktu yang tepat serta keterlibatan pihak-pihak pendukung. Sebelum mengambil langkah untuk berhenti merokok, perokok haruslah mempertimbangkan alasan secara matang mengapa merokok harus diberhentikan. Hal ini akan membantu mendorong capaiannya untuk berhenti merokok. Misalnya, dengan alasan untuk kesehatan, melancarkan pernapasan, meningkatkan konsentrasi dan akan menghemat pengeluaran.

Kebanyakan orang, untuk mengurangi gangguan stress dan gugup dengan menggunakan rokok. Gangguan ini menjadi penghambat seseorang untuk berhenti merokok. Alternatif untuk mengatasi gangguan stress dan gugup tanpa menggunakan rokok adalah dengan melakukan meditasi, latihan pernapasan, makan teratur, akupuntur dan terapi klinis.

Upaya selanjutnya untuk berhenti merokok adalah dengan dukungan dari teman dan keluarga. Hal ini penting karena akan menjadi tempat untuk berbagi. Keluarga dan teman adalah lingkungan terdekat, sehingga menjadi pilihan pertama untuk memperoleh dukungan.

Cegah aktivitas pemicu untuk merokok. Hindari tempat-tempat yang biasa digunakan untuk merokok dan tempat yang biasa untuk membeli rokok karena lingkungan ini akan berisi orang-orang yang gemar merokok.

Jika muncul gejala yang dapat mengganggu tubuh seperti stress, sulit berkonsentrasi, perasaan gelisah, sebagai dampak dari menghindari penggunaan rokok, maka hal yang perlu dilakukan adalah mencari alternatif lain sebagai bentuk pengalihan. Alternatif ini dapat dilakukan dengan mengkonsumsi minuman buah-buahan, makanan berserat, dan makanan lain yang sehat.

Terapi bicara menjadi salah satu alternatif untuk mengubah kebiasaan merokok. Terapi ini dilakukan dengan ‘bicara’ mengenai perasaan dan pikiran yang dirasa dalam menghadapi masalah. Biasanya terapi memberikan perubahan sikap dan kebiasaan kearah positif. Terapi ini menggunakan teknik Terapi Prilaku Kognitif (CBT) dan pengembangan kemampuan sosial. Riset menunjukan bahwa cara ini efektif dan tidak menimbulkan gangguan mental. (um)

# Diperoleh dari berbagai sumber

1,297 total views, 2 views today