Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

KASIH IBU LUAR BIASA

Kisah besarnya kasih sayang orang tua dalam menjaga anaknya tak ada habisnya terjadi di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa. Begitupun sebaliknya, rasa terima kasih anak terhadap orang tua dalam bentuk menjaga dan merawat pun takkan termakan waktu di tempat ini. Semua kisah ini berasal dari pasien-pasien dhuafa yang dirawat dan dijaga di tempat ini.

Kasih ibu sepanjang masa ini dituangkan dalam bentuk curahan oleh Aan (44) yang sedang menjaga anaknya yang sedang terbaring lemah. Muhamad Arli (5) sedang terbaring sakit diruang isolasi anak. Arli menderita sakit anemia aplastik atau salah satu jenis anemia yang ditandai dengan adanya pansitopenia (defisit sel darah pada jaringan tubuh). Anemia aplastik berbeda dengan anemia. Anemia yang biasa hanya kekurangan sel darah merah saja, sedangkan anemia aplastik mengalami defisit sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Defisit sel darah pada sumsum tulang ini disebabkan karena kurangnya sel induk pluripoten sehingga sumsum tulang gagal membentuk sel-sel darah.

Pada Februari 2015, Arli menderita sakit demam berdarah (DBD) dengan gejala demam tinggi selama 10 hari. Hari demi hari trombosit Arli mengalami penurunan hingga hingga dirujuk ke rumah sakit Fatmawati dan dirawat selama satu bulan. Hasil diagnosis menunjukan bahwa Arli terkena anemia aplastik.

Aan sudah merasakan tinggal di beberapa rumah sakit demi merawat Arli dan hampir dua minggu sekali Aan rutin melakukan pengobatan rawat jalan di RST Dompet Dhuafa. Ibu dari lima anak ini dengan sabar menunggu dan menemani anak bungsunya itu. Tidak ada yang menandingi kasih dan sayang seorang ibu kepada buah hatinya.

Berdasarkan keterangan Aan, Arli mengalami down syndrome atau suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Kondisi ini disebabkan karena usia Aan saat mengandung Arli adalah 39 tahun, kehamilan oleh ibu yang berusia diatas 35 tahun beresiko tinggi memiliki anak syndrom down. Karena diperkirakan terdapat perubahan hormonal yang dapat menyebabkan “non-disjunction” pada kromosom. Arli lahir dengan premature pada usia kandungan delapan bulan.

Perjuangan Arli melawan sakit dari dua penyakit sekaligus patut kita jadikan pelajaran untuk lebih memahami dan menghargai nikmat yang telah diberikan. Melalui tatapan matanya, Arli seoalah menyampaikan pesan harapan doa untuk disembuhkan.

Istri dari tukang jahit keliling ini bertutur “saya berharap doa dan dukungannya untuk kesembuhan Arli”. Doa dan harapan ini semoga diamini oleh semua orang. Mari sama-sam kita doakan semoga Arli diberikan kesembuhan dan beban Aan menjadi berkurang. Mari sama-sama kita dukung Arli dan pasien lain dengan memberikan bantuan donasi melalui rekening BNI Syariah dengan nomor rekening 0298535912 atas nama Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. (um)

1,353 total views, 2 views today