Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

LAGI, PASIEN GIZI BURUK

BOGOR. Persoalan Negara berkembang dapat dilihat dari pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Persoalan gizi buruk merupakan salah satu dari berbagai persoalan kesehatan yang menimpa Negara berkembang. Persoalan gizi buruk pada balita pun perlu mendapatkan perhatian khusus. Pada tahun 2013 jumlah balita yang mengalami gizi buruk sebanyak 4.646.933 Balita. Salah satu penyebab gizi buruk adalah makanan yang tidak seimbang, lingkungan kotor dan nafsu makan menurun. Ciri-ciri anak kurang gizi adalah mudah terkena penyakit. Oleh sebab itu, jika bayi sering sekali sakit seperti diare, demam, anemia serta kulit di tubuhnya kering dan keriput dan mudah sekali rewel.

Persoalan kurang gizi atau malnutrisi pun menimpa Imilia Putri (18 bulan). Seperti ciri-ciri anak dengan gizi yang kurang, Imilia pun mengalami nasib yang sama. Berdasarkan keterangan ibunya, Fatimah, Imilia mengalami muntah-muntah, mengalami sakit dipencernaan, kulitnya kering, mudah sekali rewel dan berat badannya turun. Kurangnya asupan nutrisi karena nafsu makan yang menurun. Imilia didiagnosis suspect kurang gizi.

Sebelumnya, Fatimah (20), ibu Imilia menjelaskan “ Imilia sering muntah-muntah dan menolak terus kalau diberi makan, ASI (Air Susu Ibu) pun sekadarnya kadang pula menolak. Ditambah suka menangis dan rewel ”. Berat tubuh Imilia hanya 7,5 kilogram, padahal untuk anak seusianya berat tubuh yang ideal adalah 11,3 kilogram.

Kurangnya asupan yang masuk ke tubuh Imilia membuatnya harus menderita suspect gizi buruk. Meskipun Imilia masih mendapatkan asupan ASI namun perlu juga untuk adanya makanan pendamping demi memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang. Kondisi ekonomi sangat berpengaruh pada ketersediaan gizi yang seimbang. Keadaan Imilia ini pun didukung oleh kondisi ekonomi yang serba kekurangan. Indra (23), ayah Imilia, hanya bekerja sebagai kuli serabutan. Penghasilan tidak tetap dan memadai ini sangat berpengaruh dalam menopang pemenuhan gizi balita yang sedang berkembang.

Tidak hanya itu, Imilia pun menderita suspect talasemia dimana adanya kelainan darah yang diturunkan ditandai dengan jumlah sel darah merah kurang dari normal di dalam tubuh akibat kelainan produksi pemberi hemoglobin. Anak dari kuli serabutan ini harus menderita dua penyakit dalam satu waktu.

Kondisi Imilia saat ini mulai membaik setelah di rawat di Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa. Meskipun masih sulit untuk diberikan asupan makanan, namun sari makanan dapat masuk melalui selang infusan.

Imilia menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih memperhatikan persoalan gizi buruk di Negara kita. Tidak hanya menjadi tanggung jawab Negara, melainkan tanggung jawab bersama. Mari ikut membantu mengurangi beban Negara dengan memberi bantuan agar Imila dan pasein lainnya memperoleh gizi yang seimbang. Bantuan dapat diberikan melalui rekening BNI Syariah dengan nomor rekening 0298535912 atas nama Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa.

1,199 total views, 1 views today