Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

RIANGNYA ASSYAFA SEPERTI SEDANG TIDAK SAKIT THALASEMIA

“Sedang menunggu dokter untuk disuntik” ungkap Assyafa Ramadhani (5) ketika membuka perbincangan saat itu. Menariknya dari anak kecil ini adalah rutinitasnya untuk transfusi darah satu kali dalam satu bulan. Ia terbiasa akan hal itu “Aku kan udah sekolah, jadi gak boleh takut sama jarum suntik” tambahnya ketika ditanya mengenai keberanian untuk disuntik.

Ialah Helfita Chandra (47) yang senantiasa menemani buah hatinya, Assyafa untuk menjalani pengobatan di RS Rumah Sehat Terpadu DD. Assyafa menderita penyakit Thalasemia, yakni kelainan darah atau gangguan pembentukan sel darah merah. Pada penderita thalasemia, karena sel darah merahnya ada kerusakan yakni bentuknya tidak normal, cepat rusak sehingga kemampuan membawa oksigennya menurun. Tubuh penderita thalasemia akan kekurangan oksigen, menjadi pucat, lemah, letih, sesak dan sangat membutuhkan pertolongan yaitu pemberian transfusi darah.

Sejak usia dua tahun, penyakit ini menimpa Assyafa dimana gejala yang ditunjukan adalah perutnya yang buncit dan badannya yang pucat. Namun, keadaan memburuk ketika usia Assyafa menginjak empat tahun dimana kondisi pun semakin memburuk dengan perut yang mulai membuncit besar, badan kurus dan pucat, serta lemas.

Pengobatan dilakukan sejak usia dua tahun dengan membawanya ke rumah sakit besar di Jakarta. Namun, pengobatan ini sempat dihentikan karena biayanya yang sudah tidak sanggup untuk dibayar. “Saya rawat di rumah dengan seadanya, memberikan makanan untuk penambah darah dan menjaga agar anak kondisi anak saya tidak memburuk” terang Helfita ketika ditemui yang sedang menemani Assyafa mewarnai di ruang anak RS Rumah Sehat Terpadu DD, Al-Jabar.

Helfita yang memiliki mata pencaharian dengan membantu membersihkan dan merapihkan rumah orang ini, sempat putus asa mengingat biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan Assyafa. Namun dorongan terkuat untuk bangkit, datang dari Assyafa itu sendiri “Caca (sapaan dirumah) tidak seperti sedang sakit, semua orang yang ada disekitarnya saya beritahu terlebih dahulu bahwa Caca sedang sakit agar mereka ikut menjaga dan karena riangnya Caca membuat mereka tidak mengetahui Caca sedang sakit” tambah helfita

Pada tahun 2014, kader lingkungan rumahnya merasa prihatin dengan kondisi Assyafa yang tidak hanya karena penyakitnya, tidak hanya karena minimnya biaya dan juga prihatin karena semangat Assyafa untuk sembuh. Pada saat itu pula Helfita dan keluarga mendaftarkan diri dan diterima menjadi member. “Awalnya saya tidak mau ke RS Rumah Sehat Terpadu DD, karena meskipun gratis pasti ada biaya yang dikeluarkan untuk berbagai prosedur.” Ungkapnya. Kemudian setelah mencoba datang ke RS Rumah Sehat Terpadu DD dengan membawa uang sejumlah 200.000 sebagai antisipasi biaya, namun Helfita kemudian terkejut karena memang seharga ‘nol’ rupiah untuk kesembuhan Assyafa.

“Harapan saya saat ini adalah Assyafa sembuh dengan tidak melakukan transfusi lagi karena masih banyak orang yang memiliki nasib seperti saya, sehinggia hak yang didapatkan Assyafa saat ini diberikan kepada pasien lain” tutupnya.

Pengalaman Helfita merupakan satu dari sekian banyak pengalaman yang dialami pasien dan keluarga pasien lainnya. Untuk itu kami berharap dapat menghapus rasa putus asa yang menimpa mereka yang membutuhkan dengan doa dan dukungan. Dukungan dapat melalui donasi ke rekening BNI Syariah kami atas nama Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa dengan nomor 0298535912. Terima kasih.

1,032 total views, 1 views today