Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

ASI SANGAT MELINDUNGI BAYI

Ketika janin tumbuh dan berkembang di dalam kandungan seorang ibu, maka tubuh ibu memberinya antibodi melalui plasenta. Hal ini memberikan kekebalan pasif yang mampu melindungi janin dalam kandungan ibu dari serangan penyakit selama masa kehamilan. Namun, begitu bayi dilahirkan, ia tidak lagi mendapatkan suplai antibodi tersebut. Sementara sistem kekebalan tubuh pada bayi yang baru lahir belum bekerja secara sempurna, sehingga pada tahun pertama hidupnya, bayi sangat rentan terkena berbagai macam resiko infeksi dan penyakit yang berbahaya dan mematikan, seperti diare.

Perlu diketahui bahwa dua pertiga dari sistem kekebalan tubuh bayi ada di bagian perutnya, sehingga sangatlah penting untuk memperhatikan apa yang bayi makan dan minum. Hal itulah yang menyebabkan mengapa bayi baru lahir sangatlah membutuhkan Air Susu Ibu (ASI), terutama selama enam bulan pertama kehidupannya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI secara eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun, secara khusus akan terlindungi dari serangan penyakit pernafasan dan pencernaan yang berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian. Pada bayi yang diberi ASI eksklusif, dalam 13 pekan pertama kehidupannya memiliki tingkat infeksi pernafasan dan pencernaan yang lebih rendah dibandingkan bayi yang diberi susu formula.

ASI dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit pada saluran cerna seperti penyakit diare dan sekaligus dapat meningkatkan kekebalan pada sistem pencernaan bayi. Dengan kandungan  oligosakarida pada ASI yang menjalankan fungsi sebagai prebiotik di dalam pencernaan bayi memberikan manfaat dalam bentuk memperkuat sistem kekebalan pencernaan tubuh bayi yang baru lahir serta memiliki efek anti infeksi dengan melapisi dinding usus serta menekan pertumbuhan bakteri pathogen (yang merugikan dan berbaya) bagi bayi.

ASI memberikan perlindungan kepada bayi karena ASI memberikan manfaat untuk memperkuat imunitas alami bayi yang baru lahir. Zat-zat kekebalan tubuh yang terkandung di dalam ASI memberikan perlindungan secara langsung untuk melawan serangan penyakit. Telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar.

ASI mengandung zat anti infeksi, bersih dan bebas kontaminasi. Kadar Immunoglobulin A  (Ig A) dalam kolostrum atau ASI cukup tinggi. Sekretori Ig A tidak diserap tetapi dapat melumpuhkan bakteri pathogen E. Coli dan berbagai virus  pada saluran pencernaan. Zat lainnya yang terkandung dalam ASI yang bermanfaat untuk perlindungan pada pencernaan bayi adalah lysosim. Lysosim merupakan enzim yang melindungi bayi terhadap serangan bakteri (seperti E. Coli dan Salmonella) dan virus, dimana jumlahnya dalam ASI 300 kali lebih banyak daripada susu sapi.

Dalam ASI terdapat pula Laktobasilus dan Laktoferin yang juga sebagai zat pelindung bagi bayi. Laktobasilus bifidus merupakan zat gizi yang berfungsi menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang  merugikan seperti bakteri E. Coli yang sering menyebabkan diare pada bayi. Sedangkan Laktoferin merupakan zat gizi yang bermanfaat untuk menghambat bakteri stafilokokus dan jamur kandida.

Kandungan sel darah putih (leukosit) pada ASI dalam dua minggu pertama setelah proses melahirkan adalah lebih dari 4.000 sel per mil. Manfaat dari sel darah putih adalah sebagai “pasukan” pelindung utama yang melawan serangan penyakit. Bahkan, sel darah putih ini terdiri atas Bronchus-Asocioated Lympocyte Tissue (BALT) sebagai antibodi pada pernafasan dan Gut-Asociated Lympocyte Tissue (GALT) sebagai antibodi saluran pernafasan, sehingga dapatv melindungi bayi dari serangan penyakit pada pernafasannya.

Sifat lain dari ASI yang memberikan perlindungan terhadap penyakit pada bayi adalah dengan penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri yang menguntungkan yang disebut flora normal. Keberadaan bakteri ini menghambat bakteri, virus dan parasit berbahaya.

Ternyata, pada bayi yang mendapatkan ASI eksklusif apabila dibandingkan dengan yang mendapatkan susu formula, berdasarkan penelitian didapatkan bahwa organ TIMUS (organ tempat pasukan pertahanan tubuh bayi disimpan dan dilatih) pada bayi ASI berukuran lebih besar dibanding bayi susu formula, sehingga “pasukan” pertahanan bayi ASI lebih besar, lebih banyak dan lebih kuat. Dan bayi yang mendapat ASI ekslusif apabila diberikan vaksin (imunisasi) akan memberikan respon yang lebih baik dibandingkan bayi susu formula.

Terbukti sudah  bahwa seorang ibu yang menyusui ASI kepada bayinya akan mendapatkan manfaat yang sangat penting untuk bayinya, yaitu perlindungan yang sempurna dari serangan penyakit yang berbahaya dan mematikan. Bayi menjadi tidak mudah sakit dan pertumbuhan serta perkembangannya terjadi dengan baik. Mari kita galakkan ibu menyusui ASI kepada bayinya selama 2 tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas.

# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

1,098 total views, 1 views today