Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

PERTOLONGAN PERTAMA PADA CIDERA : JANGAN DIURUT

Cidera tak selamanya akrab dengan seorang atlet olahraga. Karena selama ini, kata “cidera” biasanya kita dengar berasal dari arena olahraga. Karena semua orang, dengan profesi apapun bisa terkena cidera ini, bahkan seorang ibu rumah tangga pun bisa terkena cidera. Dan selama ini, banyak dari kita yang salah atau bisa dibilang keliru dalam penanganan awal cidera ini. Karena tak jarang, dari hasil assesment atau pemeriksaan dengan beberapa pasien, saya ambil contoh, untuk kasus sprain atau strain ankle, atau masyarakat awam biasa menyebutnya keseleo atau kaki terkilir.

Terdapat beberapa kekeliruan yang dilakukan oleh masyarakat dalam penanganan cidera ini. Rata-rata yang dilakukan masyarakat Indonesia pertama kali adalah mencari tukang urut, apapun jenis cederanya mulai dari terkilir, benturan, jatuh, hingga patah tulang. Ini adalah suatu kekeliruan yang sudah membudaya. Penjelasannya seperti ini, setiap kasus cidera akut, maka pembuluh darah disekitar daerah cidera akan mengalami vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah. Sehingga prinsip penanganan cidera akut ini, yaitu meminimalisir pelebaran pembuluh darah. Sedangkan bila ke tukang urut dan memijat daerah yang cidera, hal ini akan menambah pembengkakan yang terjadi.

Kemudian bila pijat atau urut pada area yang mengalami cedera akut akan membuat jaringan akan semakin rusak sehingga membuat penyembuhan makin lama, dan tidak jarang menyisakan kondisi lebih parah disertai cidera-cidera atau problem lain yang muncul. Pijat atau urut hanya boleh dilakukan setelah masa akut lewat yaitu lebih dari 3 x 24 jam itupun hanya otot-otot sekitar saja yang boleh dipijat bukan di titik cedera tersebut.

Lantas apa saja yang harus dilakukan saat pertama kali mengalami cedera? Untuk lebih memahani kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang karakteristik cidera akut. Cidera akut adalah cidera yang baru saja dialami yaitu kurang dari 3 x 24 jam.

Adapun ciri-cirinya adalah :

  • Adanya perubahan suhu bagian tubuh yang cidera, biasanya akan terasa panas atau hangat saat dipegang.
  • Adanya perubahan warna kulit ditubuh yang cidera, biasanya akan berwarna kemerahan atau kebiru biruan atau lebam.
  • Dan yang sangat jelas, akan muncul bengkak disertai nyeri dengan aktualitas yang tinggi (nyeri hebat).

Bila tanda atau ciri ciri diatas terdapat pada cidera yang anda alami maka sebaiknya anda tangani dengan metode do RICER no HARM :

Yang harus dilakukan saat bertama cidera adalah RICER. RICER merupakan singkatan dari Rest, Ice, Compress, Elevate, Referral. Metode RICER ini merupakan penanganan pertama untuk kasus atau kondisi cidera. Adapun prinsip RICER adalah:

1.      Rest atau istirahat

Istirahatkan bagian yang cedera agar tidak semakin parah, kurangi pembebanan pada bagian yang cedera, salah satunya dengan mengunakan kruk atau tongkat

2.      Ice atau pemberian kompres es

Kompres dengan menggunakan es sesegera mungkin, kompres bisa menggunakan es batu ditumbuk dimasukkan plastik kemudian dibebat maupun menggunakan ice bag, atau kompres dengan handuk yang sudah direndam air dingin. Tujuannya adalah mengurangi pelebaran pembuluh darah. Aplikasikan es dengan durasi 10-15 menit saja. Bila lebih dari 20-30 menit justru akan mengakibatkan kerusakan jaringan. Ulangi kompres setelah 30 menit. Pada 24-72 jam bisa sehari melakukan 6-7 kali kompres es.

3.      Compress atau kompresi atau penekanan

Gunakan bebat menggunakan perban elastis, atau adhesive elastic bandage, kinesiotaping dan taping untuk mengurangi bengkak dan pendarahan. Dibebat jangan terlalu kencang. Lepas bebat pada saaat akan tidur kecuali kinesiotaping dapat digunakan hingga dua hari.

4.      Elevate atau elevasi

Meninggikan daerah tubuh yang cidera tersebut lebih tinggi dari jantung. Tujuan dari meninggikan daerah yang cidera tersebut yaitu, untuk membuat sirkulasi darah didaerah cidera menjadi lancar. Misalnya ketika terkena sprain ankle maka ganjal ankle pada saat duduk/tidur dengan menggunakan bantal supaya mengurangi pembengkakan.

5.    Refferal  atau rujuk

Segera rujuk ke dokter atau fisioterapis yang berkompeten apabila mencurigai cidera termasuk parah dan mengganggu aktifitas. Cidera akan mendapatkan pemeriksaan dan diagnosa, treatment dan program fisioterapi.

Lalu yang tidak boleh dilakukan adalah HARM (Heat, Active, Running, Massage). Berikut adalah prinsip HARM:

1. Heat atau panas

Menggunakan panas pada saat penanganan pertama cidera akan meningkatkan membengkakan karena panas akan membuat pembuluh darah semakin melebar, seperti pemberian balsam, jahe, minyak kocok, sauna, berendam di bathub, dan shower
panas

2. Alcohol

Meminum alkohol atau merendam bagian yang cidera dengan alkohol akan meningkatkan pembengkakan serta memperlambat proses penyembuhan.

3. Running atau latihan atau aktifitas berat

Berlatih dalam 48-72 jam saat cidera akan memperburuk kondisi. Seseorang dinyatakan aman kembali beraktifitas setelah dilakukan pemeriksaan dan diagnosa dari dokter atau fisioterapis yang berkompeten .

4. Massage atau urut

Massage atau pijatan pada saat cidera akan meningkatkan aliran darah sehingga akan membuat semakin bengkak, dan dapat terjadi kerusakan pada jaringan yang cedera.

Untuk itu, berhati – hatilah dalam melakukan penanganan awal pada cedera olahraga. Sesegera mungkin kunjungi dokte atau fisioterapis agar mendapatkan pemeriksaan dan treatment serta program fisioterapi untuk membantu mengurangi waktu dimana anda merasa nyeri dan terbatas bergerak sehingga anda dapat kembali bekerja dan berolahraga secepat mungkin. Rehabilitasi juga memfasilitasi perbaikan kualitas ligamen dan pengembalian fungsi otot dan saraf kembali normal. Penanganan cedera yang tidak tepat dapat semakin memperparah kerusakan jaringan dan mengakibatkan kerusakan permanen yang sulit diobati

Oleh : Ahmad Zulmi Yusuf

# diperoleh dari berbagai sumber

1,090 total views, 1 views today