Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

INILAH MENGAPA ORANG MELAKUKAN DONOR DARAH

Kegiatan donor darah adalah hal yang sebaiknya dibiasakan sejak menginjak usia minimal sayarat diperbolehkan untuk melakukan donor darah. Donor darah merupakan bentuk upaya aktif untuk membantu orang lain hingga masyarakat luas. Bagi para pendonor hanya membutuhkan waktu sebentar untuk mengeluarkan dan memasukannya ke kantung darah, namun bagi pasien hal ini sama saja berbagi kehidupan dan memberikan kehidupan.

Tahun 2015, kebutuhan darah di Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan hingga mencapai 5 juta kantong darah. Peningkatan tersebut seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Idealnya kebutuhan darah di Indonesia mencapai 2 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. Untuk itu, Palang Merah Indonesia (PMI) diminta untuk bekerja keras mencukupi kebutuhan tersebut.

Donor darah dapat dikatakan mudah karena petugas yang mentranfusikan darah melakukan dengan sangat hati-hati dan menghindari rasa sakit. Tentu saja donor darah ini tidak memberikan efek samping yang negatif bagi para pendonor. Sebaliknya, donor darah ini memberikan dampak yang positif kalaupun dilihat dari berbagai aspek.

Manfaat melakukan donor darah dilihat dari berbagai sisi, baik dari sisi pendonor maupun dari yang menerima (resipien). Manfaat ini dapat dikategorikan kedalam manfaat dari aspek psikologis maupun manfaat dalam aspek kesehatan. Secara psikologis, bagi pendonor dapat dilihat dari perasaan senang yang muncul karena menyelamatkan nyawa manusia. Setiap kali mendonorkan darah, maka akan membantu tiga sampai empat orang.

Kegiatan donor darah ini dilakukan sengan sukarela tanpa melihat perbedaan keyakinan, status ekonomi, sosial dan lokasi. Donor darah ini dilakukan secara universal dan tidak dibatasi oleh apapun kecuali kondisi pendonor.

Bukti lain mengapa aksi donor darah dapat dilihat manfaatnya dari berbagai aspek adalah bahwa kegiatan ini menunjukan rasa integritas dalam masyarakat. Kegiatan memberi (pendonor) dan menerima (resipien) merupakan bentuk integritas sosial yang tanpa disadari pun melekat pada aksi donor darah.

Manfaat lain yang dirasakan adalah donor darah dapat pula dijadikan sebagai proses pemeriksaan kesehatan. Hal ini karena sebelum melakukan donor darah, terdapat serangkaian pemeriksaan, misalnya tekanan darah, golongan darah dan kadar hemoglobin dalam darah. Ini bermanfaat karena akan menunjukan secara umum gambaran kondisi kesehatan kita.

Manfaat selanjutnya adalah mengurangi resiko penyakit jantung. Donor darah akan membantu menjaga kadar zat besi dalam darah, zat besi yang berlebihan akan mengakibatkan kerusakan oksidatif. Kerusakan ini akan mempercepat penuaan, serangan jantung, stroke dan penyakit lainnya.

Setiap kali mendonor darah, jumlah kalori yang disumbangkan adalah 650 kkal. Jumlah kalori yang dikeluarkan ini akan membantu mengendalikan berat badan. Semakin sering mendonorkan darah, maka semakin mudah untuk mengontrol berat badan.

Tahukah anda ? Dengan tiga sendok darah dapat menyelamatkan bayi yang prematur. Dengan begitu, semakin banyak darah yang sumbangkan, maka akan semakin banyak kehidupan yang bisa ditolong. Berikut ini adalah kondisi yang membutuhkan transfusi darah, yakni pasien pendarahan, kebutuhan pembedahan, pasien haemophilic, pasien anemia kronis, pasien thalasemia kronis, utnuk transplantasi sumsum tulang belakang, pasien ikterus neonatal dan lain sebagainya.

Itulah yang terjadi ketika kita melakukan aksi donor darah, kaya akan manfaat. Sesungguhnya berbagi itu mudah dan akan memberikan banyak manfaat bagi yang menerima. Semudah kita memberi namun yang menerima akan mengalami dalamnya rasa bersyukur. Dengan begitu, berbagi itu mudah selagi masih memberikan manfaat.(um)

689 total views, 1 views today