Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

IQBAL, REMAJA 17 TAHUN YANG SEMANGAT DONOR DARAH

BOGOR. Kiprah Palang Merah Indonesia (PMI) sudah berjalan 70 tahun yang jatuh pada 17 September 2015. Dengan ini membuktikan budaya untuk melakukan aksi donor darah sudah berjalan selama itu. Dalam hal ini, berkaitan dengan aksi donor darah kami akan mengutip pengalaman seseorang dalam melakuakn aksi donor darah.

Turut memperingati hari jadi PMI yang ke-70, RS Rumah Sehat Terpadu DD mengadakan kegiatan aksi donor darah pada 14 September 2015. Semua orang yang mengetahui informasi ini datang berbondong-bondong untuk membagi kehidupan mereka melalui tetesan darah.

Berbagai syarat dan ketentuan patut untuk dipertimbangan apabila ingin menjadi pendonor. Karena ini akan menentukan kualitas darah yang akan kemudian digunakan untuk kebutuhan kesehatan. Jika kondisi pendonor dalam taraf tidak sehat, maka darah yang dihasilkan tidak bagus. Syarat untuk menjadi pendonor adalah umur 17-60 tahun, berat badan minimal 45 kg, temperatur tubuh sekitar 36,6 – 37,5 derajat Celcius, tekanan darah baik yaitu sistole 110 – 160 mmHg dan diastole 70 – 100 mmHg, denyut nadi teratur yaitu sekitar 50 – 100 kali/menit dan hemoglobin baik pria maupun perempuan minimal 12,5 gram serta tidak mengkonsumsi obat.

Tidak dapat dipungkiri adalah ketika seseorang menolak untuk melakukan donor darah selain karena ketentuan melainkan karena ketakutan terhadap jarum suntik. Tapi tidak dengan Iqbal Zaini Hidayat, remaja yang masih berumur 17 tahun (batas minimal pendonor) memiliki keberanian untuk melakukan donor darah. Tidak menunjukan rasa takut ketika ditemui selepas Iqbal mendonorkan darah. “Kenapa mesti takut ?” membuka percakapan itu ketika ditanyai keberaniannya.

Remaja yang berulang tahun pada 23 Agustus ini membagi pengalaman dan kesannya setelah melakukan donor darah. “Jangan takut untuk donor darah karena jarum suntiknya, tapi pikirkan keadaan orang lain yang membutuhkan darah kita. Kalau selalu takut, kapan kita akan membantu orang lain” tambah remaja periang ini.

Berdasarkan keterangannya, Iqbal akan kembali berpartisipasi dalam aksi donor darah selanjutnya. “Semakin banyak dan sering kita memberi maka akan semakin banyak yang akan terbantu” tutupnya. Semangat Iqbal untuk mendonorkan darah perlu kita jadikan contoh. Umur Iqbal yang masih pada batas minimal pendonor tidak menjadikannya patah semangat untuk membantu orang lain. Karena membantu orang lain bisa dilakukan oleh siapapun dan dalam bentuk apapun. (um)

957 total views, 2 views today