Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

MENCEGAH KEMISKINAN DENGAN MEMBERIKAN ASI

Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar ke-4 dengan jumlah penduduk lebih dari 234 juta orang. Menurut World Bank, lebih dari 32 juta penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan dan 25 juta keluarga tinggal di daerah kumuh perkotaan seperti sisi jalan kereta, bantaran sungai bahkan hidup di jalanan.

Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) mencatat jumlah penduduk miskin per Maret 2013 mencapai 28,07 juta orang atau 11,37 persen dari total penduduk Indonesia. Kepala BPS RI, Suryamin mengatakan angka tersebut mengalami penurunan 0,52 juta orang dibandingkan dengan penduduk miskin per September 2012 sebesar 28,59 juta orang (11,66 persen). Sedangkan jumlah penerima bantuan langsung masyarakat (BSLM) yang tercantum dalam RAPBN Perubahan 2013 adalah sebanyak 15,5 juta rumah tangga sangat miskin.

Tentunya bagi keluarga miskin yang baru memiliki bayi sangat memerlukan solusi agar tidak bertambah beban pengeluarannya dan tidak semakin terpuruk ke dalam kemiskinannya. Begitu pula bagi keluarga dengan ekonomi menengah, kehadiran seorang bayi tentunya selain memberikan rasa bahagia juga diharapkan dapat berhemat dalam hal pengeluaran keuangan keluarga. Salah satu solusi yang sangat layak untuk dilakukan dalam situasi tersebut adalah ibu menyusui ASI kepada bayinya sejak lahir sampai 2 tahun.

Pemberian ASI dilakukan secara eksklusif dan dengan Makan Pendamping ASI (MP-ASI). ASI eksklusif adalah pemberian ASI dari seorang ibu kepada bayinya dari usia bayi 0 – 6 bulan tanpa tambahan makanan apapun. Jadi hanya diberikan ASI saja selama 6  bulan pertama kehidupan seorang bayi tanpa tambahan seperti susu formula, madu, air putih, sari buah, biskuit atau bubur bayi. Selanjutnya, dari bayi usia di atas 6 bulan sampai 2 tahun, ASI diberikan dengan ditambahkan MP-ASI seperti bubur, biskuit dan buah.

Dengan memberikan ASI kepada bayinya, terdapat beberapa manfaat yang dirasakan oleh keluarga sehingga terwujudlah keluarga yang bahagia dan sejahtera. Manfaat pertama ASI untuk keluarga adalah keluarga tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli susu formulabotol susu kayu bakar atau minyak untuk merebus air, susu atau peralatannya.Dan ASI didapatkan secara gratis dan muda, sehingga tidak perlu mengeluarkan uang ketika seorang ibu menyusui ASI kepada bayinya. Hal ini bagi keluarga miskin sangatlah membantu karena tidak ada beban ekonomi tambahan yang harus dikeluarkan dan bagi keluarga lainnya dapat menghemat pengeluaran atau bisa mengalokasikan dananya untuk kebutuhan primer lainnya.

Kategori miskin menurut BPS RI adalah mereka dengan tingkat pengeluaran per kapita per bulan sebesar Rp 211.726 atau sekitar Rp 7.000 per hari, atau kalau dengan sebuah keluarga yang terdiri atas lima jiwa maka kriteria keluarga miskin adalah yang tingkat pengeluarannya per bulan sekitar Rp 1.100.000. Nah, dengan menyusui maka keluarga miskin tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli susu formula dan perlengkapannya serta kayu bakar / minyak tanah / gas untuk merebus air.

Yang kedua, manfaat ASI bagi keluarga adalah bayi akan selalu dalam keadaan sehat atau sangat jarang sakit. Hal ini berarti, keluarga akan mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat) dalam perawatan kesehatan keluarga dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit. Dengan kata lain, biaya untuk berobat bayi akan berkurang bahkan mungkin hilang.

Dengan memberikan ASI pada bayi berarti hemat tenaga dan waktu bagi keluarga sebab ASI selalu siap tersedia dan lebih praktis saat akan bepergian, tidak perlu membawa botol, susu, air panas, dan lain-lain.Sehingga manfaat ASI yang ketiga bagi keluarga adalah menghemat waktu keluarga dan lebih praktis. Akan banyak waktu yang dapat digunakan untuk interaksi ibu dan anggota keluarga lainnya dengan bayi yang lebih erat dan harmonis. Tidak akan ada suasana yang repot dan membuat stress bagi seorang ibu ketika bayinya memerlukan asupan minuman dan makanan yang sehat dengan segera dengan meyusui.

Dengan memberikan ASI, maka kebagiaan keluarga menjadi bertambah, kejiwaan ibu baik dan terciptanya kedekatan antara ibu-bayi dan anggota keluarga lainnya serta ekonomi  keluarga menjadi baik karena tidak ada beban pengeluaran tambahan dan dapat berhemat. Sehingga, ASI dapat mewujudkan sebuah keluarga yang bahagia dan sejahtera, serta mencegah kemiskinan.

Mari kita galakkan ibu menyusui ASI kepada bayinya selama dua tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas, serta keluarga yang bahagia dan sejahtera.

# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

1,200 total views, 1 views today