Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

MENYUSUI ADALAH PERINTAH ALLAH SWT

Menyusui adalah cara alamiah yang direkomendasikan untuk diberikan kepada semua bayi. Dan ASI merupakan makanan dan minuman yang terbaik untuk bayi usia 0-6 bulan (secara eksklusif atau hanya ASI saja) dan dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun dengan makanan pendamping ASI. Jadi menyusui ASI dari seorang ibu kepada bayinya merupakan sesuatu yang direkomendasikan dan terbaik.

Di dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 233, Allah SWT berfirman :

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا لاَ تُضَآرَّ وَالِدَةُ بِوَلَدِهَا وَلاَ مَوْلُودُُلَّهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالاً عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلاَدَكُمْ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآءَاتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرُُ {233}

Artinya : “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah: 233). 

PadaAl Qur”an surat Al Baqarah ayat 233 di atas, terdapat beberapa point penting yang berkaitan dengan kegiatan menyusui, yaitu pertama, menyusui ASI dari seorang ibu kepada bayinya merupakan sebuah ibadah dan bagian melaksanakan perintah Allah SWT, bahkan ada yang menyatakan, wajib bagi seorang ibu untuk menyusui anaknya. Sesungguhnya Allah SWT adalah yang paling Maha Rahim (Maha Penyayang) bagi seluruh mahluk-Nya dari pada kasih sayangnya seorang ibu kepada anaknya, karena Allah SWT memerintahkan kepada para ibu untuk menyusui, padahal hal itu sudah merupakan fitrah dan naluri mereka. Hal ini menunjukkan bahwa rahmat Allah SWT sangat jauh lebih luas dan agung daripada kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

Dalam kitab tafsir Fi-Zhilalil Qu’an karangan Sayyid Quthb, ketika membahas surat Al Baqarah ayat 233 dituliskan “Allah mewajibkan seorang ibu untuk menyusui anaknya selama dua tahun penuh, karena Dia mengetahui bahwa masa-masa inilah yang sangat penting bagi anak dari semua aspek, baik aspek kesehatan atau kejiwaan.” Kemudian penjelasan selanjutnya, “Berbagai penelitian kesehatan dan kejiwaan modern menegaskan bahwa masa dua tahun sangat penting bagi kesehatan pertumbuhan anak baik dari aspek kesehatan jiwa ataupun kesehatan fisik.”

Jadi, buat seorang muslimah, kegiatan menyusui bukan hanya karena alasan kesehatan tetapi yang terpenting adalah melaksanakan perintah dan kewajiban dari Allah SWT. Tentunya panggilan keimanan dan keislaman harus menjadi dasar pertama dan yang terkuat untuk melaksanakan seluruh perintah Allah SWT dengan baik dan benar.

Point kedua, bahwasanya perintah menyusui yang sempurna adalah selama dua tahun penuh. Namun boleh bagi ibu yang  menyusui bayinya  kurang dari dua tahun, akan tetapi hal itu dimusyawarahkan terlebih dahulu (oleh kedua orang tua anak tersebut) dan dengan keridhaan keduanya dan kemashlahatan (kebaikan) bagi bayinya, jika menimbulkan madharat (kerugian) bagi  anaknya maka hal itu dilarang.

Sebenarnya, bayi usia 0-6 bulan tidak memerlukan air atau makanan lainnya (seperti air teh, jus, air gula, air beras, susu lain dan bubur), walaupun berada di daerah yang beriklim panas sekalipun, ASI sudah dianggap memenuhi seluruh kebutuhan bayi. Pemberian ASI merupakan metode pemberian makan bayi yang terbaik, terutama pada bayi umur kurang dari 6 bulan karena ASI mengandung semua zat gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk memenuhi seluruh gizi bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya.

Dan saat bayi berumut  6-12 bulan, ASI masih merupakan makanan utama bayi, karena mengandung lebih dari 60% kebutuhan bayi. Guna memenuhi semua kebutuhan bayi, perlu ditambah dengan MP-ASI..Setelah umur 1-2 tahun, meskipun ASI hanya bisa memenuhi 30% dari kebutuhan bayi, akan tetapi pemberian ASI tetap dianjurkan karena masih memberikan manfaat.

Lalu yang ketiga, sangat perlu adanya partisipasi aktif ayah dalam proses menyusui, sehingga ibu berhasil menyusui bayinya secara eksklusif dan selama 2 tahun. Perlu dipahami bahwa peran keluarga menjadi utama karena ibu bukanlah pelaku tunggal yang bertanggungjawab dalam pemberian ASI eksklusif.  Keluarga terdekatlah dalam hal ini adalah suami/ayah yang faktor dominan dalam memberikan dukungan pada ibu dan bayi.  Breastfeeding father merupakan istilah populer bagi ayah yang mendukung dan berperan aktif membantu ibu dalam menyusui sangat menentukan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

Dan point yang keempat adalah konsep ibu persusuan sebagai alternatif apabila seorang ibu tidak dapat untuk menyusui bayinya secara langsung karena faktor tertentu seperti ibu yang meninggal atau sedang khemoterapi kanker. Ibu persusuan dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Yang dimaksud ibu persusuan secara langsung adalah bayi menyusui secara langsung dari payudara seorang perempuan yang bukan ibu kandung si bayi (ibu persusuan). Sedangkan yang tidak langsung adalah bayi mendapatkan ASI dari ibu persusuan melalui gelas/cup yang telah diisi ASI dari ibu susu.

Pemahaman dari konsep ibu persusuan sebagai alternatif adalah  pilihan yang utama dan benar apabila seorang ibu kandung tidak dapat menyusui bayinya, maka penggantinya adalah tetap ASI tetapi dari ibu persusuan. Penggantinya bukanlah susu formulan atau yang lainnya.

Marilah kita galakkan ibu menyusui ASI kepada bayinya selama 2 tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas serta wujud melaksanakan perintah dan kewajiban dari Allah SWT.

# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

892 total views, 3 views today