Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

TUJUH BAYI DILAHIRKAN KURANG DARI 24 JAM

BOGOR. Anugerah yang luar biasa indah adalah dengan kelahiran putra/I mereka kedunia. Setelah menunggu waktu sembilan bulan didalam kandungan. Dalam mengisi waktu menunggu, para orang tua melakukan berbagai hal positif guna bayi yang dilahirkan menjadi sempurnanya seorang bayi.

Pada kesempatan kali ini, salah satu bidan RS Rumah Sehat Terpadu DD membagikan informasi mengenai peristiwa yang membuat para orang tua senang. Pagi itu kami mendatangi ruangan VK (Verlos Kamer) atau dalam hal ini ruang untuk bersalin, Assalam di RS Rumah Sehat Terpadu DD. Akan terkejut sekaligus senang bagi siapa saja yang memasuki ruang bersalin Assalam ini. Disana terdapat 7 (tujuh) bayi yang dua diantaranya adalah bayi kembar.

“Tujuh bayi ini merupakan kelahiran ke-413, namun sebenarnya kelahiran di RS Rumah Sehat Terpadu DD melebihi angka ini. Banyak pasien yang melakukan proses bersalin dirujuk ke rumah sakit lain” ungkap salah satu bidan membuka percakapan pagi itu.

Sejak tahun 2013, angka kelahiran di RS Rumah Sehat Terpadu DD mengalami peningkatan. “Angka kelahiran ini meningkat dan biasanya pada bulan Syawal dan Dzulhijah, karena pada bulan-bulan ini adalah banyaknya pasangan yang menikah” tambahnya.

Kelahiran tujuh bayi berasal dari ibu yang bernama Siti Khoticah (kembar), Budiarti, Dwi Purwaningsih, Siti Hariyati, Juju dan Siti Rahayu. Selain itu, proses bersalin dengan yang berbeda-beda.  Empat diantaranya adalah dengan proses caesar (proses persalinan melalui pembedahan) ­dan dua lainnya adalah normal. Peristiwa ini semakin memiliki nilai untuk diingat adalah kelahiran tujuh bayi tersebut dilakukan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Jika dibayangkan maka hal ini sesungguhnya sulit untuk dibayangkan. Proses caesar pada empat ibu dilakukan secara berturut-turut dari pukul 12 dini hari dan kelahiran normal disusul pada pukul 1 pagi dan pukul 6 pagi. Pasca melahirkan, bidan yang mengangani perawatan untuk sang ibu dan bayi ini sebanyak dua orang. Dengan penuh keahlian dan keuletan, bidan-bidan memberikan pelayanan yang terbaik. “Alhamdulillah semuanya tertangani, meskipun SDM (sumber daya manusia) kami terbatas” tutupnya.

Sama seperti seorang ibu dan bayi lainnya, dalam kondisi ini pun seorang ibu baru dan bayinya melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD). IMD adalah memberikan kesempatan pada bayi untuk mulai menyusu segera setelah bayi dilahirkan. Posisi bayi adalah ditengkurapkan di dada atau perut ibu, dengan kulit bayi melekat pada kulit ibu dan jika perlu, bayi dan ibu diselimuti. Bayi yang ditengkurapkan ini dibiarkan untuk mencari sendiri puting susu ibunya (bayi tidak dipaksakan ke puting susu). Pada dasarnya, bayi memiliki naluri yang kuat untuk mencari puting susu ibunya. Saat bayi dibiarkan untuk mencari puting susu ibunya, Ibu perlu didukung dan dibantu untuk mengenali perilaku bayi sebelum menyusu. Posisi ibu yang berbaring mungkin tidak dapat mengamati dengan jelas apa yang dilakukan oleh bayi. Bayi dibiarkan tetap dalam posisi kulitnya bersentuhan dengan kulit ibu sampai proses menyusu pertama selesai atau minimal satu jam.

Tujuan dilakukannya IMD adalah memberikan ASI (Air Susu Ibu) untuk bayi sedini mungkin, Skin To Skin antara ibu dan bayi, sebagai upaya pencegahan agar bayi tidak hypothermia atau kedinginan karena ibu sebagai incubator alami, untuk menstimulus otak bayi dan untuk menjalin kasih sayang antara ibu dan bayi melalui pertalian batin dan posisi lutut bayi yang menyentuk perut sang ibu akan merangsang kontraksi rahim agar tidak terjadi pendarahan.

Sebelum melahirkan biasanya calon ibu akan diberikan edukasi pemberian ASI eksklusif pada trimester terakhir atau pada usia kandungan menginjak 7 hingga 9 bulan. Dalam edukasi ini petugas baik bidan atau ahlinya, memberikan penjelasn mengenai pentingnya ASI eksklusif untuk sang bayi baik mengenai tata cara IMD, pentingnya ASI secara eksklulsif dan rentang waktu untuk pemberian ASI.

ASI secara eksklusif diberikan hingga bayi menginjak usia 2 (dua) tahun dan pada 6 (enam) bulan pertama bayi sebaiknya hanya diberikan ASI tanpa makanan pendamping. Hal ini perlu diingat karena kondisi system pencernaan bayi yang belum sempurna, maka ASI adalah pilihan terbaik utnuk asupannya selama 6 bulan. Setelah menginjak 6 bulan, maka seorang ibu diperbolehkan untuk memberikan makan pendamping (MP) ASI.

Upaya dilakukan agar kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan bayi terpenuhi. Juga, sebagai strategi RS Rumah Sehat Terpadu DD untuk mencapai Rumah Sakit Sayang Ibu dan Anak (RSSIA). Sebenarnya RS Rumah Sehat Terpadu DD merumuskan beberapa strategi untuk mewujudkan RSSIA, diantaranya adalah pemberian edukasi ASI eksklusif kepada calon ibu dan pendampingan pelaksanaan ASI eksklusif, pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD), manajemen laktasi dan neorawat gabung (ibu yang baru melahirkan dan sang bayi dirawat dalam satu ruangan).

Mari doakan sang ibu dan bayi selalu sehat dan lancar dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Doakan kami pula untuk selalu memberikan pelayanan terbaik yang kami miliki.(um)

965 total views, 1 views today