Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

HENDRIK INGIN MELIHAT SEPERTI SEDIA KALA

Siang itu, diselasaran ruang tunggu humas seorang laki-laki duduk menunggu kartu membernya selesai dibuat. Kartu member adalah kartu yang dibuat sebagai bukti bahwa ia merupakan bagian dari pasien penerima manfaat RS Rumah Sehat Terpadu DD. Dengan kartu member pasein memiliki akses dalam memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis. Untuk mendapatkan kartu member, calon anggota mendaftarkan ke tempat pendaftaran atau Costumer Service (CS). Setelah mendaftar, dalam waktu beberapa minggu akan dilakukan survey dan verifikasi ke tempat tinggal calon anggota apakah sudah dikatakan layak untuk menjadi anggota member tempat kami. Hendrik (52) sedang menunggu kememberannya ketika itu.

Kemudian ia membagi kisah hidupnya dalam menghadapi penyakit yang dideritanya dan juga menjadi alasan kuatnya untuk menjadi member rumah sakit kami. Hendrik menderita penyakit Tumor Regio Orbita atau Tumor pada mata. Tumor adalah pertumbuhan atau tonjolan abnormal di tubuh. Tumor sendiri dibagi menjadi jinak dan ganas. Tumor ganas  disebut sebagai kanker. Tumor pada mata disebut juga tumor orbita. Tumor orbita adalah tumor yang menyerang rongga orbita (tempat bola mata) sehingga merusak jaringan lunak mata, seperti otot mata, saraf mata dan kelenjar air mata.

Gejala tumor orbita sulit diketahui karena tumbuh di belakang bola mata.Umumnya diketahui setelah terjadi penonjolan pada mata, gangguan pergerakan mata, atau terasa sakit. Tumor orbita dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebab tumor mata terutama faktor genetik. Selain itu sinar matahari, terutama sinar ultraviolet dan infeksi virus Papiloma. Tumor mata juga bisa akibat penjalaran dari organ tubuh lain, sepertidari paru, ginjal, payudara, otak sinus, juga leukemia dan getah bening. Sebaliknya, sel tumor mata yang terbawa aliran darah sering mencapai organ vital lain seperti paru, hati atau otak, dan menyebabkan kanker di organ itu.

Sebelumnya gejala yang ditunjukan adalah munculnya benjolan atau bintitan pada tahun 2007 dan membengkak pada tahun 2010. “Saya kira ini hanya bengkak biasa, tapi lama kelamaan menjadi membesar” ucap Hendrik pada percakapan siang itu. Hingga saat ini Hendrik telah melakukan empat kali tindakan menggunakan sinar laser untuk menghilangkan bintitan. Setelah beberapa lama kembali bengkak dimata Hendrik muncul lagi.

Ayah empat anak ini selalu berusaha untuk menyembuhkan matanya. Penyakit yang dideritanya ini tidak menghentikannya untuk tetap produktif. Bekerja sebagai serabutan mampu menghidupi dirinya dan anak-anaknya. “Harapan saya saat ini adalah dapat sembuh total seperti sebelumnya, selain untuk mengembalikan penglihatannya juga untuk kemudahan dalam beraktivitas” tutup Hendrik dengan kuat.

Do’a dan dukungan kini menjadi tumpuan satu-satunya Hendrik untuk terus menjalani hidup. Bagi siapa saja yang ingin memberikan bantuan untuk biaya operasi Tumor Hendrik bisa disalurkan ke rekening BNI Syariah dengan nomor rekening 0298535912 atas nama Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Terima kasih. (um)

874 total views, 2 views today