Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

HARAPAN BAMBANG SEBAGAI SANG AYAH

Anak mana yang tidak sedih ketika mengetahui ayahnya memiliki penderitaan atas sakitnya. Sebagai anak, hati pun terenyuh mendengar kisah yang yang dilantunkan oleh sang ayah. Inilah Bambang (50), seorang ayah yang memiliki empat orang anak yang harus ditanggungnya. Ia beralamat di jalan Swadaya Rt 02/05 kecamatan Pondok Benda, Pamulang. Kini kami hanya duduk mendengarkan kisahnya.

Semua bermula pada Juli 2015, dimana Bambang (50) mengalami demam tinggi. “Gejala yang ditunjukan mengindikasikan saya kena demam berdarah, tapi ternyata bukan” ucap Bambang membuka percakapan siang itu. Berdasarkan keterangannya, ia telah menjalani pengobatan dan trombositnya masih rendah. Ia sendiri mash mempertanyakan ketika itu mengenai penyakit yang dideritanya.

Karena keadaan ekonomi yang tidak mendukung untuk melakukan pemeriksaan, maka  kerabat dekat menyarankan untuk berobat secara gratis di LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) dan kemudian didaftarkan member di RS Rumah Sehat Terpadu DD. Di RS Rumah Sehat Terpadu DD bambang kemudian bertemu dengan dokter spesialis bedah, karena gejala yang ditunjukan maka dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas urologi. Setelah pemeriksaan, diagnosis yang dihasilkan adalah Epididimo orkitis dan Hematuria.

Epididimo orkitis adalah inflamasi akut yang terjadi pada testis dan epididimis yang memiliki ciri yaitu nyeri hebat dan terdapatnya pembengkakan di daerah belakang testis yang juga disertai skrotum yang bengkak dan merah. Hematuria adalah adanya darah di dalam urin (air kencing). Urine akan berubah warna menjadi kemerahan atau sedikit kecokelatan. Hematuria yang tidak  dapat dilihat dengan mata telanjang disebut microscopic hematuria. Sedangkan bila air kencing terlihat berwarna merah darah maka disebut gross hematuria.

Setelah beberapa lama, pengobatan yang dilakukan tidak menunjukan adanya peningkatan trombosit. Kondisi ini diakibatkan adanya penyakit Trombositopenia dan Hipoalbuminemia yang juga menimpa Bambang.

Trombositopenia adalah suatu keadaan dimana jumlah trombosit dalam tubuh menurun atau berkurang dari jumlah normalnya. Perlu diketahui bahwa jumlah trombosit normal pada orang dewasa adalah 150.000 – 450.000 per mikroliter darah. Jika jumlah trombosit kurang dari 150.000 per mikroliter darah, maka keadaan ini disebut trombositopenia. Hipoalbuminemia adalah kadar albumin serum < 3,5 mg/dl. Keadaan hipoalbuminemia yang ringan bisa merupakan penanda proses keradangan akut, jika asupan nutrisi dan keadaan hati seseorang baik, hati dapat mensintesis albumin untuk memenuhi hal tersebut.

Langkah Bambang tidak dihentikan karena penyakit yang menimpanya. Ia sudah menjalani pengobatan ke beberapa rumah sakit besar di Jakarta. Tranfusi trombosit adalah salah satu upaya untuk menaikan kadar trombosit dalam dan hal ini Bambang jalani. Ayah empat anak ini memiliki semangat tinggi untuk menjadi sosok kepala keluarga untuk menanggung semua kebutuhan keluarga. “Saya membantu istri saya membuat kue untuk dijual dan kalau sedang lancar rizki saya dari membuat pesanan kue” tambahnya.

Bambang dan keluarga telah melakukan usaha dan upaya terbaik mereka. Selain tenaga dan waktu, besar materi yang dikeluarkan pun patut untuk diperhatikan. Selama keluarga merawat Bambang, besar biaya yang telah dikeluarkan adalah Rp 16.500.000. biaya ini dikeluarkan untuk pemenuhan biaya rawat inap selama enam hari, obat-obatan dan transfusi satu kantong trombosit. Trombosit ini setara dengan tujuh kantong darah.

“Saya ingin sembuh agar bisa menjadi kepala keluarga yang bisa menunjang kebutuhan istri dan anak saya” tutup Bambang. Bersama kita bantu beban yang ditanggung Bambang dan keluarga. Do’a tidak ada hentinya kita panjatkan dan bantuan akan kami salurkan. Bantuan dapat disalurkan ke rekening BNI Syariah dengan nomor rekening 0298535912 atas nama Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Terima kasih.

1,045 total views, 1 views today