Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

SIKLUS NYAMUK PENYEBAB DEMAM BERDARAH

Asal usul nyamuk aedes agypti mulanya ditemukan di Mesir yang kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui kapal laut dan kapal udara. Nyamuk ini hidup dengan baik di belahan dunia yang beriklim tropis dan subtropics seperti Asia, Afrika, Australia, dan Amerika.

Secara fisik ciri ciri nyamuk Aedes agypti : telur nyamuk Aedes agypti berbentuk lonjong dan mempunyai anyaman seperti kain kasa. Telur tampak satu per satu teratur di pinggiran kaleng, lubang pohon, alas pot bunga, dan lain sebagainya. Larvanya tegak lurus di bawah permukaan air Sifon dengan satu rumpun bulu sifon. Pupa nyamuk ini biasanya berada di bawah permukaan air. Dan apabila Aedes aegypti telah dewasa, maka nyamuk ini dapat dilihat secara fisik berwarna hitam putih belang pada kaki dan badannya.

Tahapan siklus nyamuk Aedes aegypti. meliputi :

  1. Telur

Telur nyamuk Aedes aegypti memiliki dinding bergaris dan membentuk bangunan seperti kasa. Telur berwarna hitam dan diletakan satu persatu pada dinding perindukan. Panjang telur ini adalah 1mm dengan membnetuk bulat oval atau memanjang dan apabila dilihat dengan menggunakan mikroskop akan berbentuk seperti cerutu. Telur dapat beratahn berbulan-bulan pada suhu 20 sampai 40 derajat celcius dalam keadaan kering. Telur ini akan menetas jika kelembapan yang terlalu rendah dalam waktu 2 atau 5 hari.

  1. Larva

Perkembangan larva tergantung pada suhu, kepadatan populasi, dan ketersediaan makanan. Larva berkembang pada suhu 28 derajat celcius sekitar 10 hari, pada suhu air antara 30 sampai 40 derajat celcius larva akan berkembang menjadi pupa dalam waktu 5 sampai 7 hari. Larva lebih menyukai air bersih, akan tetapi tetap dapat hidup dalam air yang keruh baik bersifat asam atau basa.

Larva beristirahat di air membentuk sudut dengan permukaan dan menggantung hampir tegak lurus. Larva akan berenang menuju dasar tempat atau wadah apabila tersentuh dengan gerakan jungkir balik. Larva mengambil oksigen di udara dengan berenang menuju permukaan dan menempelkan siphonnya diatas permukaan air. Larva Aedes aegypti. memiliki empat tahapan perkembangan yang disebut instar meliputi: instar I, II, III dan IV, dimana setiap pergantian instar  ditandai dengan pergantian kulit yang disebut ekdisis. Larva instar IV mempunyai cirri siphon pendek, sangat gelap dan kontras dengan warna tubuhnya. Gerakan larva instar IV lebih lincah dan sensitif terhadap rangsangan cahaya.

  1. Pupa

Pupa Aedes aegypti. berbentuk bengkok dengan kepala besar sehingga menyerupai tandakoma, memiliki siphon pada thorak untuk bernafas . Pupa nyamuk Aedes aegypti. bersifat aquatikdan tidak seperti kebanyakan pupa serangga lain yaitu sangat aktif dan seringkali disebut akrobat(tumbler). Pupa Aedes aegypti. tidak makan tetapi masih memerlukan oksigen untuk bernafasmelalui sepasang struktur seperti terompet yang kecil pada thorak . Pupa pada tahap akhir akanmembungkus tubuh larva dan mengalami metamorfosis menjadi nyamuk Aedes aegypti. dewasa .

  1. Imago (nyamuk dewasa)

Pupa membutuhkan waktu 1 – 3 hari sampai beberapa minggu untuk menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk jantan menetas terlebih dahulu dari pada nyamuk betina. Nyamuk betina setelah dewasa membutuhkan darah untuk dapat mengalami kopulasi. Dalam meneruskan keturunannya, nyamuk Aedes aegypti betina hanya kawin satu kali seumur hidupnya. Biasanya perkawinan terjadi 24 – 28 hari dari saat nyamuk dewasa.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui penyakit demam berdarah yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk. Virus demam berdarah dengue masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypt. Yang berperan menggigit dan menghisap darah untuk menyebarkan virus ke manusia adalah nyamuk betina. Nyamuk betina lah yang memilih darah manusia untuk mematangkan telurnya. Nyamuk jantan tidak bisa menggigit dan menghisap darah, ia hanya membantu membuahi nyamuk betina. Jika dilihat secara fisik, antena Aedes aegypti jantan berbulu lebih lebat di banding Aedes aegypti betina. Dari cara hinggapnya pun dapat dibedakan, nyamuk Aedes aegypti hinggap mendatar di tubuh manusia, berbeda dengan nyamuk anopheles yang hinggap menungging.

Nyamuk Aedes agypti mempunyai perilaku yang khas yaitu menggigit pada pagi dan sore hari. Pagi hari antara pukul 08.00 sampai 10.00. Sore hari antara pukul 15.00 – 17.00, pada saat sebelum matahari terbenam. Untuk berkembang biak, nyamuk ini hanya bertelur di air bersih dan tidak bersarang di air got atau semacamnya. Aedes agypti dapat berkembang di dalam air bersih yang menggenang lebih dari lima hari. Dapat berkembang biak di air dengan volume minimal 0,5 sentimeter atau sama dengan satu sendok teh. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.

Gejala DBD kadang mirip dengan penyakit lainnya yaitu adanya demam tinggi yang mendadak sekitar 39-40 derajat celcius. Demam ini akan turun pada hari ketiga atau keempat dimana penderita akan merasa lebih baik padahal sebenarnya inilah fase-fase kritis, dan akan muncul kembali pada hari keenam dan ketujuh. Pada hari ketiga akan terjadi pengeluaran plasma darah yang ditandai dengan tubuh lemas dan panas tubuh yang menurun. Inilah kondisi kritis pasien dan jika tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan kematian karena kondisi tubuh yang semakin menurun serta pendarahan yang semakin hebat. Oleh karena itu, kenali dengan jelas ciri-ciri DBD sehingga anda dapat memberikan pertolongan yang tepat kepada penderita.

Namun yang patut diwaspadai adalah bila demam itu diikuti dengan nyeri di bagian belakang mata, nyeri pada otot dan persendian dan timbul bercak-bercak merah pada kulit. Gejala ini umumnya timbul 4-6 hari setelah terinfeksi oleh virus. Untuk kondisi yang lebih parah, pasien bisa mengalami nyeri perut dan muntah-muntah. Pada sebagian besar penderita, akan muncul juga pendarahan yang terjadi di gusi, kulit, hidung dan juga pendarahan besar.

DBD dapat timbul pada orang yang tinggal di daerah pinggiran terutama yang hidup di daerah kumuh. Umumnya menyerang anak-anak karena sistim imun pada anak-anak tidaklah sekuat orang dewasa. Namun virus tersebut tidak akan mempengaruhi orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh yang prima yang akan menghambat perkembangbiakan virus Dengue dalam tubuh.

#diperoleh dari berbagai sumber

1,390 total views, 1 views today