Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

CERITA JHONIE TENTANG SANG AYAH

BOGOR. Siang itu, di ruang isolasi Ar Rahman RS Rumah Sehat Terpadu DD, sedang tertidur di lantai. Ia adalah Jhonie, pria berusia 33 tahun yang sedang menemani sang ayah, Sugiat (69) yang telah enam hari dirawat diruangan ini. Ruang isolasi ini biasa berisi pasien dengan penyakit yang dapat menular atau pasien yang mendapatkan perawatan khusus.

Semua berawal saat Sugiat didiagnosis menderita Diabetes Melitus (DM) sejak lima tahun yang lalu. Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin atau gangguan kerja insulin atau keduanya. Tubuh pasien dengan diabetes mellitus tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas, sehingga kadar gula darah meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang pada pasien tersebut. Untuk menjalani pengobatan Sugiat di daftarkan menjadi member LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma), karena kondisi ekonomi yang tidak mendukung untuk melakukan biaya pengobatan.

Setahun setelah menjalani pengobatan, kondisi Sugiat mengalami kemajuan. Sugiat menjalani pola hidup sehat dengan menghindari makanan yang dilarang dan meminum obat yang telah diresepkan oleh dokter. Berdasarkan keterangan Jhonie, kondisi Sugiat yang meningkat membuatnya menghentikan pengobatan.

Namun, pada Desember 2015 kondisi Sugiat mengalami penurunan, “bapak sudah merasa sembuh sehingga melakukan aktivitas kesehariannya”. Sugiat menjalani aktivitas kesehariannya dengan mengumpulkan barang-barang bekas untuk dijual kembali. Untuk itu, Sugiat mendatangi tempat-tempat yang menjadi tempatnya mengadu nasib untuk menghidupi keluarganya. “Saya anak kedua dari empat bersaudara dan kakak saya meninggal dunia” tambahnya.

Ketika mencari barang-barang bekas, kaki Sugiat terkena potongan seng dan menimbukan luka. Luka ini tak kunjung sembuh hingga beberapa hari. Keluarga memutuskan untuk membawa Sugiat berobat ke RS Rumah Sehat Terpadu DD. Kondisi luka dikakinya menjalar dan mengeluarkan nanah. Luka ini disebabkan oleh suatu komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes dimana kadar gula darah senantiasa tinggi sehingga merusak aliran darah dan juga syaraf-syaraf kurang sensitifitasnya thd nyeri saat terjadi luka seringkali luka baru disadari oleh penderita ketika luka sudah mengeluarkan cairan/nanah dan terjadi infeksi.

“Saya sempat putus asa menghadapi ini semua, karena saya juga mengidap hepatitis B” ucap Jhonie. Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B. Infeksi ini dapat mengakibatkan kerusakan pada hati selanjutnya dan menyebabkan kanker hati. Orang-orang yang terinfeksi virus ini, tidak menyadari kalau mereka sudah terinfeksi.. Jhonie mampu menjalani pola hidup yang sehat, maka gejala penyakit ini bisa dihindari. Jhonie menghidupi keluarga dengan bekerja serabutan. Meskipun begitu, Jhonie merasa bersyukur dengan pekerjaan serabutan karena akan lebih mudah menjaga sang ayah yang kini tengah sakit. Sedalam itu kasih Jhonie kepada sang ayah, hingga membuatnya benar-benar harus ada disamping sang ayah.

“Kemungkinan jempol kaki bapak akan di amputasi dan saya berharap bapak sembuh dan sehat” tutup Jhonie dengan menitikan air mata. Luka yang diderita Sugiat telah menjalar dan pengobatan pun sangta sulit mengembalikannya ke keadaan semula. Maka cara yang tepat dilakukana dalah memotong penyebaran bakteri dengan mengamputasinya.

Mari bantu mendo’akan untuk kesembuhan Sugiat dan kesabaran Jhonie. Bantuan langsung pun dapat disalurkan ke rekening BNI Syariah dengan nomor rekening 0298535912 atas nama Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Terima kasih. (um)

800 total views, 1 views today