Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Archive for February 2016

LANGKAH-LANGKAH MENYUSUI YANG BENAR

Menyusui itu gampang, tapi sebagian ibu menemukan bahwa menyusui tak semudah kelihatannya. Sebagian ibu merasa bayinya menyusu kuat tapi tampak masih lapar, sebagian lagi merasa kesakitan setiap menyusui, dan sebagian bayi tampak tidak suka dan menolak saat akan disusui. Banyak ibu menghadapi berbagai kendala dan tantangan dalam menyusui sehingga timbullah pertanyaan, “bagaimana cara menyusui yang benar ?”.

Cara yang benar

Cara yang benar

Cara yang salah

Cara yang salah

Menyusui yang benar adalah cara memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar. ASI sangatlah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi karena ASI memiliki banyak kandungan gizi di dalamnya sehingga dapat membuat bayi memperoleh banyak asupan yang sesuai jika dibandingkan dengan meminum susu formula buatan pabrik-pabrik. Yang tepat dan benar adalah ibu menyusui bayinya dilakukan sejak pertama kali kelahiran bayi terjadi yaitu melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sampai usia bayi mencapai 2 tahun.

Ketika memberi ASI, usahakan dalam suasana yang santai bagi ibu dan bayi serta  buat kondisi ibu senyaman mungkin. Selama beberapa minggu pertama, bayi perlu diberi ASI setiap 2,5 -3 jam sekali dan menjelang akhir minggu ke enam, sebagian besar kebutuhan bayi akan ASI setiap 4 jam sekali. Jadwal ini baik sampai bayi berumur antara 10-12 bulan. Pada usia ini sebagian besar bayi tidur sepanjang malam sehingga tidak perlu lagi memberi makan di malam hari. Apabila selalu tidur dan tidak mau menyusui maka sebaiknya bayi dibangunkan dan dirangsang untuk menyusui setiap 2-3 jam sekali setiap harinya.

Dengan menyusui yang benar,  ibu  akan mendapatkan manfaat berupa puting susunya tidak menjadi lecet  sedangkan manfaat untuk bayi akan membuat  perlekatan menyusu pada bayi kuat, bayi menjadi tenang dan tidak terjadi gumoh. Dan akibat  dari tidak menyusui dengan benar adalah puting susu ibu menjadi lecet,  ASI  tidak keluar secara optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI, bayi enggan menyusu dan bayi menjadi kembung.

Tanda-tanda bayi menyusu dengan benar adalah bayi tampak tenang, badan bayi menempel pada perut ibu, mulut bayi terbuka lebar, dagu bayi menempel pada payudara ibu, sebagian areola masuk dalam mulut bayi dengan areola bawah masuk lebih banyak, bayi Nampak menghisap kuat dengan irama perlahan, puting susu tidak terasa nyeri, telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus dan kepala bayi agak menengadah.

Ibu memegang payudara dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah serta jangan menekan puting susu dan areolanya

Ibu memegang payudara dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah serta jangan menekan puting susu dan areolanya

Tanda-tanda bayi mendapat ASI dalam jumlah cukup diantaranya adalah bayi akan terlihat puas setelah menyusu, bayi terlihat sehat dan berat badannya naik setelah 2 minggu pertama (100-200 gr setiap minggu), puting dan payudara ibu tidak luka atau nyeri dan setelah beberapa hari menyusu, bayi akan buang air kecil 6-8 kali sehari dan buang air besar berwarna kuning 2 kali sehari.

Berikut ini adalah langkah-langkah menyusui yang benar yang harus dilakukan secara berurutan, yaitu :

  1. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setiap kali sebelum menyusui.
  2. Hindari menggosok-gosok payudara atau memelintir puting susu.
  3. Ibu duduk atau berbaring dengan santai (bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu menggantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi).
  4. Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting dan sekitar areola payudara (cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu).
  5. Ibu untuk meletakkan bayi pada satu lengan, kepala bayi berada pada lengkung siku ibu dan bokong bayi berada pada lengan bawah ibu.
  6. Ibu menempelkan perut bayi pada perut ibu dengan meletakkan satu tangan bayi di belakang badan ibu dan yang satu di depan, kepala bayi menghadap payudara.
  7. Ibu memposisikan bayi dengan telinga dan lengan pada garis lurus.
  8. Ibu memegang payudara dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah serta jangan menekan puting susu dan areolanya
  9. Ibu merangsang bayi dengan cara membuka mulut bayi, menyentuh pipi dengan  puting susu atau menyentuh sudut mulut bayi.
  10. Setelah bayi membuka mulut (ibu mendekatkan dengan cepat kepala bayi ke payudara ibu, kemudian memasukkan puting susu serta sebagian besar areola ke mulut bayi).
  11. Setelah bayi mulai menghisap, menganjurkan ibu untuk tidak memegang atau menyangga payudara lagi.
  12. Ibu  memperhatikan bayi selama menyusui dengan penuh kasih sayang dan cinta.
  13. Setelah bayi merasa kenyang,  ibu dapat melepas isapan bayi dengan cara  jari kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan ke bawah.
  14. Setelah selesai menyusui, ibu mengoleskan sedikit ASI pada puting susu dan areola. Biarkan kering dengan sendirinya.
Setelah bayi merasa kenyang,  ibu dapat melepas isapan bayi dengan cara  jari kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan ke bawah.

Setelah bayi merasa kenyang, ibu dapat melepas isapan bayi dengan cara jari kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan ke bawah.

Akan sangat baik jika sejak baru melahirkan ibu sudah didampingi tenaga kesehatan atau orang yang sudah terlatih untuk melakukan konseling menyusui. Untuk mendeteksi bagaimanakah proses menyusui berjalan, ibu juga dapat menggunakan bantuan formulir skrining menyusui dini.

Mari kita galakkan ibu menyusui kepada bayinya selama 2 tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas, serta keluarga yang bahagia dan sejahtera.

# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

836 total views, 1 views today

IBU TANGGUH DARI NEGERI KONFLIK

RUANG FISIOTERAPI, Kamis 18 Februari 2016 – Nafisah (36 tahun) namanya, wanita kelahiran Somalia ini datang bersama suami dan kelima orang anaknya yang masih belia. Wajahnya tegar memperlihatkan kekuatan seorang ibu yang berjuang di tengah kondisi yang pelik. Ia tinggal di Yaman selama lebih dari 26 tahun yang lalu sebelum ia mencari suaka ke Malaysia lalu akhirnya ke Indonesia. Tentu bukan perjalanan yang ringan, karena kepindahannya ini semata untuk menyelamatkan keluarganya dari kecaman konflik antar suku di negeri Yaman. Apalagi, dengan 3 dari 5 anaknya yang menderita cerebral palsy.

Cerebral palsy (CP) atau kelumpuhan otak besar, adalah suatu kondisi terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan otot gerak (seperti kekakuan dan kelumpuhan), laju belajar, pendengaran, penglihatan, dan kemampuan berpikir. Seperti yang dialami oleh Rania (perempuan, usia 15 tahun), Muhammed (laki-laki, usia 12 tahun), dan Elaf (perempuan, usia 7 tahun), ketiga anak pasangan Nafisah dan Nasher (45 tahun) ini tidak dapat berjalan karena saraf motoriknya tidak berfungsi optimal. Kakinya tidak mampu bergerak maupun menopang tubuhnya dengan sempurna. Karena fungsi saraf motorik seolah ‘mati’, perkembangan sendi pun terhambat. Sendi yang lama tidak digerakan akan menjadi kaku karena pengapuran, dan menimbulkan rasa sakit jika digerakkan. Mereka bertiga hanya bisa menangis menahan sakit ketika terapis melatih kaki mereka secara bergantian.

Latihan yang rutin setiap hari, terutama didampingi oleh orang-orang terdekat, sebenarnya dapat mengurangi kekakuan sendi (kontraktur persendian). Pendamping dapat melatih gerakan sederhana dan ringan pada penderita, seperti mengerak-gerakan tangan dan kaki sesuai arah sendinya, berlatih menggenggam danmengangkat, serta berlatih berdiri dan menopang badan. Kesadaran akan hal ini yang terlambat membuat otot kerangka motorik tidak berkembang dan akhirnya adalah kekakuan sendi. Nampak dari Rania, bentuk kakinya begitu kecil dan sulit untuk diluruskan. Sedangkan kedua adiknya, Muhammed dan Elaf masih dapat digerakan dan diluruskan perlahan, meski sakit.

Terapi gerak tangan Rania

Terapi gerak tangan Rania

Selain tidak bisa berjalan, penderita CP ini memiliki keterbatasan gerak motorik tangan dan komunikasi. Dengan kata lain, mereka hanya dapat pasif menerima tindakan saat terapi sekalipun. Hal ini juga mengakibatkan penderita mengalami kesulitan hidup mandiri, termasuk saat makan. “Rania makan hanya sedikit. Ia pun kurang bisa menggenggam sendok dengan satu tanggan. Tetapi Rania bisa memegang gelas minum dengan kedua tangannya,” tutur Nafisah. Ya, karena itu pula, Rania, Muhammed, dan Elaf terlihat lebih kurus dari dua saudaranya yang lain.

Terapi gerak kaki Muhammad

Terapi gerak kaki Muhammed

Sesekali Rania meneteskan air mata ketika berada di antara banyak orang, tanpa berkata apapun. Sedangkan Muhammed memeluk erat orang di dekatnya dengan gemetar sebagai respon rasa suka. Nabil (laki-laki, usia 14 tahun) selalu memberi semangat kepada kakak dan adik-adiknya saat terapi. Ketabahan yang luar biasa tercermin dari diri Nabil. Ia menggendong adiknya, membantunya berdiri, dan membujuk agar berhenti menangis. Alhamdulillah, Nabil dan Mustafa (laki-laki, usia 5 tahun) tumbuh sehat seperti anak seusianya.

Penyakit CP lebih sering ditemukan pada anak kecil. CP terjadi pada 1-2 dari 1.000 bayi, tetapi 10 kali lebih sering ditemukan pada bayi prematur dan 10-15% kasus terjadi akibat cedera lahir karena aliran darah ke otak terganggu sebelum/selama/segera setelah bayi lahir. CP dapat disebabkan oleh cedera otak yang terjadi pada saat prenatal (bayi masih berada dalam kandungan), proses persalinan berlangsung, saat bayi baru lahir, atau saat anak berumur kurang dari 5 tahun. Tetapi kebanyakkan penyebabnya tidak diketahui. Cedera otak bisa disebabkan antara lain oleh kadar bilirubin yang tinggi di dalam darah, penyakit berat pada tahun pertama kehidupan bayi (misal: ensefalitis, meningitis, sepsis, trauma, dan dehidrasi berat), dan hematom subdural (penggumpalan darah di antara tulang tengkorak dan otak).

Terapi gerak Ilal

Terapi gerak Elaf

Gejala biasanya timbul sebelum anak berumur 2 tahun dan pada kasus yang berat, bisa muncul pada saat anak berumur 3 bulan. Nafisah menuturkan bahwa anak-anaknya lahir normal. Namun, ketika ketiga anaknya yang menderita CP lahir, nampak ada titik putih di matanya. Rania sudah mengalami 3 kali operasi untuk memulihkan penglihatannya. Sementara Muhammed dan Elaf mendapatkan 1 kali operasi saja.

Nafisah dan keluarga kini menetap di rumah pengungsian di kawasan Cirende bersama para pengungsi lainnya, di bawah naungan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) PBB di Indonesia. RS Rumah Sehat Terpadu DD akhir-akhir ini memang banyak menerima pasien dhuafa dari kawan-kawan pengungsi. Karena seperti yang diketahui, hidup sebagai pengungsi sangatlah berat, perjalanannya mulai dari ketakutan di negara asalnya, terkatung-katung selama di laut atau udara dengan perbekalan yang terbatas, sampai tiba di negara tujuan pun mereka masih mencari perlindungan. Kondisi ini membuat kesehatan mereka terabaikan, apalagi bagi mereka yang berkebutuhan khusus seperti putra-putri Nafisah ini. Alhamdulillah, Nafisah bisa bernapas lebih lega di Indonesia. Nabil pun dapat bersekolah dan ketiga anaknya kini rutin 2 kali setiap pekan mendapatkan layanan fisioterapi di RS Rumah Sehat Terpadu DD.

Cerebral palsy memang tidak dapat disembuhkan dan berlangsung seumur hidup. Tetapi banyak hal yang dapat dilakukan untuk meringankan bebannya sehingga nantinya dapat hidup mandiri. Tetaplah bersemangat Ibu Nafisah dan Ayah Nasher! Bagi sahabat RS Rumah Sehat Terpadu DD dapat memberikan dukungan dana dapat disalurkan ke rekening BNI Syariah dengan nomor rekening 0298535912 atas nama Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Terima kasih. (dita)

532 total views, no views today

9 LANGKAH SUKSES MENYUSUI PADA IBU BEKERJA

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi gizi anak selama dua tahun pertama dalam kehidupannya.  ASI eksklusif menjadi investasi yang tidak terhingga untuk menciptakan generasi sehat berkualitas secara fisik maupun emosional.  Pertumbuhan dan perkembangan ideal anak akan tercapai dalam enam bulan pertama jika pemberian ASI eksklusif berhasil dilakukan.

Pemberian ASI secara eksklusif adalah pemberian ASI dari seorang ibu kepada bayinya dari usia bayi 0 – 6 bulan tanpa tambahan makanan apapun. Jadi hanya diberikan ASI saja selama 6  bulan pertama kehidupan seorang bayi tanpa tambahan seperti susu formula, madu, air putih, sari buah, biskuit atau bubur bayi. Selanjutnya, dari bayi usia di atas 6 bulan sampai 2 tahun, ASI diberikan dengan ditambahkan makan pendamping ASI (MP-ASI) seperti bubur, biskuit dan buah.

Namun sayangnya, target 80% cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih sangat jauh dari kenyataan.  Prevalensi ASI eksklusif dari Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (1997-2007) menunjukkan penurunan dari tahun ke tahun yaitu dari 40,2% (1997) menjadi 39,5% (2003) dan semakin menurun pada tahun 2007 yaitu sebanyak 32%.  Bahkan angka ini berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) semakin mengkhawatirkan turun menjadi 15,3% di tahun 2010. Praktik pemberian ASI eksklusf hingga usia bayi 6 bulan di DKI Jakarta adalah 8,5% (Dinkes Propinsi DKI Jakarta, 2005).

Banyak penyebab yang mempengaruhi rendahnya pemberian ASI eksklusif, salah satunya adalah pada ibu menyusui yang bekerja. Terdapat banyak ibu yang bekerja akan menghentikan menyusui ASI pada bayinya dan beralih ke susu formula ketika masa cuti bekerjanya telah selesai. Hal ini disebabkan karena kurangnya dukungan dari keluarga dan masyarakat termasuk institusi yang mempekerjakan perempuan yang belum memberikan tempat dan kesempatan bagi ibu untuk menyusui di tempat kerja, jarak dari rumah ke kantor yang jauh dan sulit kendaraan serta tenaga kesehatan yang kurang mendukung.

Sebenarnya ada 9 langkah yang dapat dilakukan oleh ibu menyusui yang bekerja agar sukses menyusui ASI pada bayinya secara eksklusif dan sampai 2 tahun, yaitu :

  1. Niat dan yakin bahwa menyusui bisa sukses walaupun sudah mulai bekerja, serta perbanyak pengetahuan dan tukar pengalaman tentang menyusui yang baik dan benar dari tenaga kesehatan yang terlatih tentang laktasi.
  2. Selama masa cuti, ibu hanya menyusui ASI pada bayinya.
  3. Biasakan untuk menyusui bayi sebelum ibu berangkat bekerja.
  4. Lakukan juga pengeluaran ASI untuk persediaan di rumah sebelum ibu berangkat kerja. Keluarkan ASI sebanyak mungkin dan tampung ke cangkir atau tempat/teko yang bersih. Ada ibu yang dapat mengeluarkan sampai 2 cangkir (400-500 ml) atau lebih walaupun setelah bayi selesai menyusui. Tetapi meskipun hanya 1 cangkir (200 ml) sudah bisa untuk pemberian 2 kali  @100 ml.
  5. Lakukan pangosongan payudara dengan perah ASI di tempat kerja, setiap 3-4 jam. Pengosongan payudara untuk mengeluarkan ASI dapat diperah melalui 3 cara, yakni menggunakan tangan, memakai alat secara manual atau menggunakan pompa elektrik. Kita bisa memilih cara yang dianggap paling gampang dan nyaman. Tapi jika menilik dari kepraktisan dan sisi ekonomis, memerah ASI dengan tangan lebih unggul dibandingkan dua cara yang lain. Kita bisa melakukan kapan saja tanpa repot mencari alat bantuan khusus. Kecuali wadah untuk menampung ASI. Namun, apapun cara yang dipilih, jangan abaikan faktor kebersihan. Sebelum memerah ASI, siapkan wadah tertutup yang bersih dan steril untuk menampung ASI. Cucilah tangan kita dengan sabun dan air, hingga bersih. Selanjutnya, perah sedikit ASI, lalu oleskan pada puting dan areola. Tindakan ini sebaiknya dilakukan dengan alasan ASI mengandung zat anti bakteri. Setelah siap, silahkan kita mulai memerah ASI.
  6. ASI dapat disimpan di lemari pendingin dan dibawa pulang. ASI dapat diberikan pada bayi saat ibu bekerja dengan menggunakan cangkir, tidak boleh menggunakan dot. Penyimpanan ASI dilakukan selama 6-8 jam di temperature ruangan (19-25°C), bila masih kolostrum (susu awal, 1-7 hari) bisa sampai 12 jam. Dapat disimpan selama  1-2 hari di lemari es (4°C) serta bisa bertahun dalam “deep freezer” (-18°C). Pada ASI beku yang akan digunakan, perlu dicairkan dahulu dalam lemari es (4°C). ASI kemudian tidak boleh dimasak, hanya dihangatkan dengan merendam cangkir dalam air hangat.
  7. Pada saat ibu di rumah, sesering mungkin bayi disusui, dan anti jadwal menyusuinya sehingga banyak menyusui di malam hari.
  8. Keterampilan mengeluarkan ASI dan merubah jadwal menyusui sebaiknya telah mulai dipraktekkan sejak satu bulan sebelum kembali bekerja.
  9. Minum dan makan makanan yang bergizi dan cukup selama bekerja dan selama menyusui bayi. Selanjutnya adalah hindari stres karena beban fisik dan mental akan menghambat asi sehingga kuantitas menjadi terganggu.
Ilustrasi: Stok ASI

Ilustrasi: Stok ASI

Kepada para pemilik perusahaan dan perkantoran, sangat perlu didorong untuk menyediakan tempat khusus bagi para karyawan perempuannya yang ingin menyusui atau memerah ASI nya di tempat kerja. Bagi ibu yang bekerja dapat diberikan waktu khusus untuk memerah ASI setiap 3-4 jam sekali selama 15-30 menit di dalam waktu kerjanya.

Mari kita galakkan ibu menyusui ASI kepada bayinya selama 2 tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas.

 # dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

607 total views, 1 views today

SENAM LANSIA: SEHAT TANPA KOLESTEROL TINGGI BERSAMA RST

LAPANGAN PARKIR, Jumat 19 Februari 2016 – Pagi di RS Rumah Sehat Terpadu DD hari itu cerah setelah sehari sebelumnya Bogor diguyur hujan.  Alhamdulillah, sehingga semangat para peserta Senam Jumat Sehat tidak padam oleh mendungnya awan. Ada yang berbeda dengan Jumat-Jumat yang lalu, yakni kali itu mayoritas peserta senam adalah bapak dan ibu yang berusia lebih dari 50 tahun, atau tergolong lanjut usia (lansia). Ya, tentu. Karena pada pekan ketiga setiap bulannya, tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Rumah Sehat Terpadu DD menggalakan program “Senam Lansia” khusus untuk para lansia sekitar Jampang. Meskipun tidak ditutup kesempatan bagi para non-lansia untuk turut bergabung.

Gerakan pendinginan senam lansia

Gerakan pendinginan senam lansia

 Usia yang semakin tua kerap membuat otot dan persendian mudah lelah dan kaku. Badan menjadi sering pegal dan sakit. Cara mencegahnya sebenarnya mudah, yaitu dengan tetap merutinkan bergerak setiap hari, minimal berjalan kaki 15 – 30 menit sebanyak 3 – 5 kali seminggu atau senam olah tubuh. Gerakan dinamis pada senam dapat memberikan rangsangan bagi saraf-saraf yang lemah dan memperbaikan sikap, postur, dan kelenturan tubuh, terutama bagi lansia. Senam bersama kawan-kawan lansia lainnya juga memberikan efek kebahagiaan sosial yang baik untuk kebugaran jasmani. Manfaat kesehatan lainnya antara lain: 1) meningkatkan kekuatan otot jantung sehingga memperkecil resiko serangan jantung, 2) melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh sehingga terhindar dari hipertensi, 3) menurunkan kadar lemak dalam tubuh sehingga mengurangi berat badan berlebih dan terhindar dari obesitas, 4) menguatkan otot-otot tubuh sehingga terhindar dari rematik, 5) meningkatkan daya tahan tubuh, dan 6) mengurangi stres dan ketegangan pikiran.

Terkait dengan usia yang sudah lanjut, laju kerja jantung harus selalu diperhatikan. Instruktur selalu mengingatkan peserta untuk mengukur jumlah denyut nadi sebelum dan sesudah beraktivitas senam. Dosis pergerakan yang terlalu aktif juga tidak baik bagi lansia. Selalu lakukan 3 tahap gerakan senam, yaitu diawali degan pemanasan, dilanjutkan dengan gerakan inti (tempo lebih tinggi), dan diakhiri dengan pendinginan. Hal ini dilakukan agar kerja jantung tidak berubah terlalu hebat sebelum dan saat beraktivitas. Dosis gerakan yang dilakukan bertahap memberikan selang waktu bagi jantung untuk melakukan penyesuaian kerja organ. Oleh karena itu, secara keseluruhan tempo gerakan senam lansia tergolong lebih santai daripada gerak senam Jumat biasanya.

Mengukur senyut jantung sebelum dan sesudah melakukan senam

Mengukur senyut jantung sebelum dan sesudah melakukan senam

Batas normal denyut nadi seseorang dipengaruhi oleh usianya. Cara menghitungnya, kurangi 220 dengan usia Anda, maka batas normal denyut nadi Anda adalah 60-80% dari hasil pengurangan tersebut (satuan: detak per menit). Dan batas maksimal denyut nadi setelah berolahraga adan 100% dari hasil pengurangan. Setelah beristirahat, denyut nadi akan kembali turun perlahan ke batas normal. Dan istirahat Senam Lansia semakin asyik dengan sarapan ringan bersama para peserta senam.

Sarapan ringan setelah senam sambal menunggu materi edukasi

Sarapan ringan setelah senam sambal menunggu materi edukasi

Selanjutnya, kegiatan Senam Lansia tidak lengkap tanpa edukasi kesehatan dari tim PKRS. Topik yang diangkat oleh edukator pada bulan Februari ini adalah “Bahaya Kolesterol Tinggi”. Kolesterol adalah jenis lemak yang terdapat dalam tubuh yang dapat disintesis/dibuat sendiri oleh tubuh dengan bantuan kerja hati dan kelenjar empedu. Kolesterol memegang peranan penting dalam metabolisme, diantaranya dalam pembentukan hormon dan regenerasi sel tubuh. Namun, jika jumlahnya berlebih akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan, seperti hipertensi (darah tinggi), arterosklerosis (pengapuran pembuluh darah), stroke, nyeri dada, dan resiko serangan jantung. Dan yang perlu diperhatikan adalah kolesterol terdiri atas 2(dua) tipe yaitu High Density Lipoproptein (HDL) atau kolesterol baik dan Low Density Lipoproptein (LDL) atau kolesterol jahat. Kadar total kolesterol normal dalam darah menurut WHO adalah kurang dari 200 mg/dL dengan LDL kurang 100 mg/dL. Kadar 200-239 mg/dl tergolong kolesterol cukup dan lebih dari 240 mg/dL tergolong kolesterol tinggi.

Penderita kolesterol tinggi bisa merasakan perubahan kondisi kesehatan tubuhnya. Gejala kolesterol tinggi yang perlu diwaspadai diantaranya adalah timbul nyeri pada kaki, keram di malam hari, badan lesu disertai migrain, jantung merasa sakit atau berdebar-debar, sering pusing kepala di bagian belakang, tengkuk dan bpundak pegal, sering pegal dan kesemutan di tangan dan kaki, serta dada sebelah kiri terasa sakit seperti tertusuk. Jika tubuh mulai mengalami gejala tersebut, segera perhatikan pola makan sehari-hari. Kolesterol tinggi tidak pula selalu menyerang orang berbadan gemuk, orang berbadan kurus juga mempunyai resiko kolesterol tinggi jika pola makan dan gizinya tidak seimbang.

Pemaparan materi edukasi dan sesi diskusi tentang “Bahaya Kolesterol Tinggi” oleh Nur Widyasti Amaliah

Pemaparan materi edukasi dan sesi diskusi tentang “Bahaya Kolesterol Tinggi” oleh Nur Widyasti Amaliah

 Kolesterol pada dasarnya adalah penyusun sel lemak pada hewan, sehingga daging hewan berlemak pasti mengandung kolesterol. Dan karena tubuh pun dapat membuat kolesterol sendiri dari lemak yang diserap di usus halus, maka bagi para lansia khususnya mulai membatasi makan makanan berlemak, terutama lemak hewani. Adapun makanan nabati seperti alpukat juga mengandung lemak, namun bukan kolesterol melainkan fitosterol, yang justru baik untuk menurunkan kadar penyerapan kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Tangkal kolesterol dengan mengkonsumsi makan sehat seperti buah-buahan dan sayur mayor. Apel, tomat, anggur, stroberi, belimbing, teh hijau, bayam, brokoli, daun salam, ketumbar, kayu manis, jahe, kacang-kacangan, oat, beras merah, ikan tuna, dan salmon merupakan contoh makanan yang baik dikonsumsi untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Penyerahan hadiah doorprize kepada pemenang kuis

Penyerahan hadiah doorprize kepada pemenang kuis

 Acara senam sehat ditutup dengan pemberian hadiah kepada dua orang yang berhasil menjawab pertanyaan dari edukator. Tim PKRS Rumah Sehat Terpadu DD berharap kegiatan olahraga plus edukasi seperti ini dapat memberikan manfaat kesehatan dan kegembiraan bagi para lansia di sekitar Jampang, baik karyawan, pasien, maupun warga sekitar. Selain kegiatan senam rutin di lapangan parkir rumah sakit, mulai Februari 2016, tim PKRS juga mengadakan program “Roadshow Senam Bugar bersama Rumah Sehat Terpadu” yang dilaksanakan di berbagai tempat. Roadshow ini merupakan salah satu bentuk kepedulian rumah sakit terhadap kesehatan warga sekitar. Diawali di Lapangan Pabuaran, Parung, Roadshow Senam Bugar bersama RST insya Allah akan digelar pada hari Jumat tanggal 26 Februari 2016 pagi pukul 07.00 WIB. Senam ini terbuka untuk semua kalangan usia dan tanpa memungut biaya kepada peserta, oleh karenanya ayo bergabung! Sehat bugar bersama RST! (dita)

1,030 total views, 1 views today

Pages:1234Next »