Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

CEGAH GIZI BURUK PADA IBU HAMIL

Kehamilan adalah proses yang dilewati calon ibu sebelum melahirkan anak ke dunia. Seorang ibu yang hamil melewati berbagai tahap perkembangan dan usia yang dibagi dalam trimester pertama, kedua dan ketiga. Kehamilan selalu berhubungan dengan perubahan fisiologis yang berakibat peningkatan volume cairan dan sel darah merah serta penurunan konsentrasi protein pengikat nutrisi dalam sirkulasi darah, begitu juga dengan penurunan nutrisi mikro. Pada kebanyakan negara berkembang, perubahan ini dapat diperburuk oleh kekurangan nutrisi dalam kehamilan yang berdampak pada defisiensi nutrisi mikro seperti anemia yang dapat berakibat fatal pada ibu hamil dan bayi baru lahir (Parra, B. E., L. M. Manjarres, et al. 2005).

Ibu hamil harus mendapatkan asupan vitamin yang cukup sebelum terjadinya kehamilan karena pembentukan otak janin dimulai pada minggu-mingu pertama kehamilan. Untuk itu, ibu hamil membutuhkan berbagai asupan, diantaranya:

Protein

Selain berfungsi sebagai penghasil kalori ada manfaat lain dari protein seperti sebagai zat pembangun tubuh dan pergantian sel tubuh dan pembentukan sel darah, deferensiasi sel, pembentukan jaringan tubuh, dan janin. Ibu hamil membutuhkan asupan protein sekitar 60 gram. itu berarti 10 gram lebih tinggi dari kebutuhan protein harian biasanya sebelum kehamilan. Sumber protein ini bisa di dapatkan dari tempe, kacang-kacangan, daging, tahu dan telur.

Lemak

Lemak juga merupakan salah satu sumber energi penting selama kehamilan, fungsinya sama seperti karbohidarat, kalori sebagai sumber energi, pada trisemester ke tiga tubuh akan menyimpan banyak lemak yang berfungsi untuk mendukung terhadap persiapan pada saat menyusui setelah persalinan.

Karbohidrat

Sama seperti lemak sebagai sumber energi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Sangat dianjurkan untuk ibu hamil agar mengkonsumsi karbohidrat/sumber karbohidrat kompleks seperti nasi, sereal, pasta, dan roti. Karena karbohidrat yang komplek juga mengandung vitamin dan mineral serta kaya akan serat dan berguna untuk mencegah terjadinya konstipasi atau susah pada saat buang air besar/BAB

Asam Folat

Asam folat sangat dibutuhkan untuk perkembangan janin untuk pertumbuhan jaringan dan saraf. Jika kekurangan asam folat maka pertumbuhan janin akan menjadi tidak sempurna. seperti bibir sumbing, bayi lahir tampa batok kepala/anencephaly, dan berbagai kelainan lainnya. Kebutuhan akan asam folat sebanyak 500 mikrogram per hari. Sumber asam folat bisa didapatkan dari beras merah, buah-buahan dan sayuran hijau.

Kalsium

Kalsium merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi pada janin di dalam kandungan. Selain itu asupan kalsium juga dapat menghindari penyakit osteoporosis pada ibu hamil. Sumber kalsium bisa diperoleh dari susu dan makanan olahan lainnya. Selain kalsium, susu juga mengandung berbagai vitamin penting lain untuk pemenuhan gizi dan nutrisi selama kehamilan.

Zat Besi

Zat Besi, berperan dalam pembentukan darah terutama sel darah merah dan hemoglobin dalam darah dan berfungsi untuk menegah terjadinya anemia selama kehamilan. Zat besi dibutuhkan oleh ibu hamil sekitar 30 mg perharinya. Sumber zat besi dapat diperoleh dari ikan daging, sayuran, dan hati.

Vitamin

Vitamin A, sangat berguna untuk pertumbuhan dan pemeliharaan mata, tulang, dan kulit serta membantu proses pertumbuhan janin.

Vitamin B, vitamin B1 dan B2 , niasin , dan asam pantotenat sangat dibutuhkan untuk proses metabolisme energi,  pembentukan sel sel darah dan pembentukan DNA ini termasuk peran vitamin B6 dan B12 selain itu juga berperan dalam metabolisme asam amino.

Vitamin C, banyak mengandung anti oksidan, membantu dalam proses penyerapan zat besi serta membantu tubuh memperbaiki berbagai kerusakan sel dan jaringan dan menjaga kesehatan gigi dan gusi. Sumber dari buah buahan dan sayuran.

Vitamin D, vitamin D sangat dibutuhkan tubuh janin untuk membantu menyerap kalsium dan membantu proses pembentukan tulang dan gigi. sumber dari hati ikan, susu, dan kuning telur.

Gizi yang baik tidak hanya dibutuhkan oleh anak, sebagai ibu hamil pun kebutuhan akan gizi tidak kalah pentingnya. Namun, gizi kurang masih ditemukan di sekitar kita. Malnutrisi atau gizi kurang didefinisikan sebagai kurangnya asupan nutrisi yang cukup, yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh yang normal. Seiring dengan berjalannya waktu, kekurangan nutrisi akan mempengaruhi organ-organ tubuh, dan bisa menghasilkan masalah yang ringan sampai masalah medis yang parah. Sesuai data medis, wanita hamil, wanita menyusui, dan anak-anak berusia di bawah 3 tahun lebih rentan terhadap efek kekurangan gizi daripada kelompok yang lain. Kekurangan gizi ini akan menyebabkan gizi buruk apabila tidak ada penanganan untuk menuntaskan persoalannya. Dampak yang akan ditimbulkan diantaranya:

Anemia

Anemia adalah kondisi dimana kadar Hb (hemoglobin) dalam darah di bawah batas normal. Hal ini biasanya disebabkan karena kurangnya asupan zat besi dalam tubuh, anemia ini umumnya sering terjadi pada ibu hamil. Ibu hamil yang kurang zat besi biasanya mengeluhkan sering mengalami pusing, lemah, letih, lesu, gampang capek. Anemia pada ibu hamil ini berdampak buruk pada kesehatan janin juga ibu hamil. Anemia pada ibu hamil ini bisa mengakibatkan abortus (keguguran), kematian janin, terhambatnya pertumbuhan janin, kecacatan pada janin, dan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah). Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut maka zat besi dalam tubuh harus terpenuhi apalagi untuk ibu hamil khususnya, yaitu dengan cara istirahat yang cukup, mengkonsumsi tablet tambah darah saat kehamilan, makan-makanan yang banyak mengandung zat besi misalnya: kangkung, pepaya, bayam, daging, hati ayam, susu, dll.

KEK (Kekurangan Energi Kalori)

KEK adalah kondisi dimana berat ibu hamil kurang memenuhi kebutuhan (terlalu kurus). KEK ini bisa ditentukan dengan mengukur LILA (Lingkar Lengan Atas). LILA normal pada ibu hamil minimal 23,5 cm. Ibu hamil yang mengalami KEK diperkirakan akan melahirkan bayi dalam kondisi BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah) yang akan mempunyai resiko-resiko yang fatal misalnya: gizi kurang pada bayi, kematian bayi, gangguan terhapad pertumbuhan anak dan juga gangguan terhadap perkembangan fisik maupun perkembangan otak anak. Untuk itu ibu hamil sebaiknya mengkonsumsi jumlah energi kalori yang cukup (nasi, ubi, dll) dan juga vitamin-vitamin serta mineral yang ada dalam buah-buahan, sayur-sayuran, lauk-pauk maupun dalam susu.

Dampak Saat Persalinan

Ibu dengan kondisi kekurangan nutrisi beresiko persalinan sulit atau lama, melahirkan bayi dalam kondisi premature (lahir belum cukup bulan), terjadinya perdarahan pada ibu sesudah melahirkan, dan biasanya saat persalinan ibu juga kekurangan tenaga untuk mengejan saat terjadinya proses persalinan sehingga melahirkan dengan cara operasi cenderung tinggi bagi ibu hamil yang kekurangan nutrisi.

Dampak Saat nifas

Saat nifas, ibu memerlukan banyak nutrisi dimana nutrisi tersebut digunakan sebagai tenaga pemulihan sesudah melahirkan. Biasanya ibu yang kekurangan nutrisi di waktu nifas akan mengalami pusing, mata berkunang-kunang, lemah, letih, lesu, demam, mudah terkena infeksi, terhambat proses kembalinya kandungan dalam ukuran semula dan juga terhambatnya penyembuhan luka saat terjadi persalinan. Di masa ini, ibu nifas dilarang untuk berpantangan dalam mengkonsumsi makanan karena bisa mengakibatkan hal-hal tersebut dan juga bisa berdampak kematian pada ibu nifas. Pada saat nifas ini protein yang tinggilah yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan luka, protein tersebut antara lain: daging, telur, ikan, susu, tahu, tempe, dll. Selain itu ibu nifas juga memerlukan bnyak vitamin dan mineral yang terkandung dalam sayur-sayuran dan buah-buahan untuk menjaga stamina atau kondisi ibu nifas saat pemulihan dan agar susu yang diproduksi oleh ibu nifas berkualitas tinggi.

Dampak Pada Bayi Atau Janin

Ibu hamil yang kekurangan gizi atau nutrisi juga berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan janin yang dikandungannya. Janin yang kekurangan gizi biasanya akan mengalami penghambatan dalam tumbuh kembang dalam janin, serta dapat mengakibatkan keguguran. Selain itu juga akan terjadi BBLR pada bayi saat dilahirkan, bayi tampak kurus dan mudahnya terkena infeksi karena sistem kekebalan tubuh pada bayi berkurang.

Jika seorang ibu hamil mengalami kekurangan gizi, maka bisa dipahami bahwa bayi dalam rahim ibu juga tidak menerima cukup nutrisi. Dengan kata lain, nutrisi dan mineral amatlah penting untuk pertumbuhan seumur hidup, dan tidak disediakan dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, bayi akan menunjukkan tingkat pertumbuhan yang buruk dan berat badan yang rendah. Efek umum dari kurang asupan gizi selama kehamilan pada tubuh adalah sistem kekebalan tubuh yang rendah, risiko terkena penyakit lebih besar, dan stamina yang rendah.

Berpotensi Anak Dengan IQ Rendah

Beberapa efek malnutrisi saat hamil bisa dibawa oleh anak sepanjang seluruh hidupnya. Katakanlah misalnya, bayi yang kurang gizi rentan terhadap infeksi. Ini tidak hanya terjadi pada tahap awal pertumbuhannya, akan tetapi juga dalam masa dewasa dalam kehidupannya. Hal ini juga diklaim bahwa gangguan kognitif serta IQ yang rendah secara langsung terkait dengan gejala kekurangan gizi, terutama selama masa kehamilan.

Keterbelakangan Pertumbuhan Pada Anak

Wanita hamil yang memiliki gizi buruk, bisa melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Anak-anak yang dilahirkan dari ibu ini lebih rentan terhadap keterbelakangan pertumbuhan, kurang koordinasi, penglihatan buruk, kesulitan belajar, dan banyak penyakit lainnya. Anemia merupakan salah satu penyakit yang disebabkan karena gizi buruk, yang mempengaruhi beberapa wanita hamil di seluruh dunia. Hal ini juga meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi saat melahirkan. Efek serius lainnya adalah kelahiran prematur, kesulitan persalinan, perdarahan postpartum, dan cacat lahir.

Gizi Rendah Selama Menyusui

Efek buruk terhadap perkembangan anak tidak hanya dikaitkan dengan kekurangan nutrisi selama kehamilan, juga bisa terjadi karena ibu kekurangan gizi selama periode menyusui. Dalam dua tahap ini, diet kehamilan dan diet untuk ibu menyusui yang terencana sangat penting bagi kesehatan bayi. Memang, kesehatan dan kesejahteraan individu sebagian besar tergantung dengan nutrisi yang diberikan dalam tiga tahap, yaitu, Kehamilan, menyusui, dan anak usia dini.

Cegah gizi buruk pada ibu hamil dengan memenuhi asupan gizinya. Berikan gizi yang tepat untuk ibu hamil, maka tepat pula untuk janin yang dikandungnya. Karena ketika kita membicarakan ibu hamil, maka kita pula membicarakan janin yang ada didalamnya.

#diperoleh dari berbagai sumber

913 total views, 7 views today