Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

LEKASLAH PULIH, IBU YANIH

Ibu Yanih (55 tahun), seorang ibu dua orang anak, terbaring lemah di Ruang Al-Qowiyyu (nama ruang rawat inap wanita dewasa) didampingi oleh putri sulungnya, Imas (37 tahun). “Saya mah cuma lulusan SD. Yang penting bisa baca. Adik saya aja yang bisa sekolah tinggi (STM) karena dia laki-laki,” tutur putrinya Imas. Kondisi yang dimaklum, mengingat pekerjaan ayahnya (suami Bu Yanih) hanya sebagai kuli bangunan, anak laki-laki lebih diprioritaskan untuk memperoleh pendidikan “tinggi” daripada permpuan. Zaman sekarang penghasilannya tak seberapa, paling besar Rp 1 juta sebulan, bahkan pernah hanya Rp 500 ribu sebulan. Nilai yang sempit untuk makan sehari pun. Meski putranya kini sudah bekerja, penghasilannya pun belum cukup untuk menghidupi keluarganya dengan 2 orang cucunya yang masih SD.

Di tempat tinggalnya di Desa Bojong, Kemang, Bu Yanih bersama suaminya tinggal bersama keluarga putra bungsunya. Hidup ala kadarnya di bawah atap berpenghuni 6 orang, termasuk Bu Yanih. Lantainya pun hanya sebatas plester biasa. Ketika masih sehat, Bu Yanih gigih bekerja sebagai pengikat sayur mayur di kebun dekat rumahnya, untuk membantu suaminya. Empat bulan belakangan ini, Bu Yanih tidak bekerja lagi. Keadaannya semakin lemah sejak dua tahun terakhir.

Sebelum ke RS. Rumah Sehat Terpadu DD, Bu Yanih sempat dibawa ke dua rumah sakit lain. Dokter hanya menyebutkan anemia. Namun, beliau tidak kunjung sehat. Anemianya semakin parah menembus angka kadar haemoglobin (Hb) 5,5. Perutnya pun membuncit dan kakinya membengkok, sehingga Bu Yanih sulit untuk berjalan.

Bersyukur, Imas mengikuti saran tetangganya untuk membawa ibunya ke RS. Rumah Sehat Terpadu DD. “Alhamdulillah, prosesnya cepat, sehari kami langsung disurvey dan ibu bisa dirawat di sini,” jelas Imas. Bu Yani mulai dirawat 27 Januari 2016 lalu. Setelah seminggu berjalan, anemianya sudah mulai membaik, kadar Hb-nya meningkat menjadi 11. Perutnya memang masih buncit. Diagnosa dokter spesialis penyakit dalam menyebutkan Bu Yanih diduga mengidap sirosis hepatitis (kerusakan hari akibat virus hepatitis) yang menyebabkan perutnya terlihat membengkak. Dokter menambahkan di paru-paru Bu Yanih terdapat cairan. Rencananya, akhir pekan akan dilakukan penyedotan cairan. “Rumah kami begitulah adanya, dimaklum kalau paru-paru ibu sakit, banyak debunya (udaranya kurang bersih -red),” tambah Imas.

Perkembangan kesehatan Bu Yanih terus dipantau oleh tenaga medis RS. Rumah Sehat Terpadu DD dengan cermat dan seksama. Semoga penyakit Bu Yanih satu per satu tersembuhkan sehingga kondisinya semakin membaik. Begitu juga dengan pasien-pasien di Ruang Al-Qowiyyu dan ruang-ruang rawat inap lainnya. Ayo kita dukung kesembuhan mereka. Dukungan dana dapat disalurkan ke rekening BNI Syariah dengan nomor rekening 0298535912 atas nama Yayasan Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Terima kasih. (dita)

787 total views, 1 views today