Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

DARI SOLO KE BOGOR, FKAM BERTAMU KE RUMAH SEHAT TERPADU

BOGOR, Rabu 10 Februari 2016 – RS Rumah Sehat Terpadu DD kedatangan tamu jauh dari Kota Surakarta atau Solo. Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) Surakarta yang diwakili oleh pendiri FKAM, dewan pembina, dewan harian, konsultan zakat, dan tim Baitul Mal LAZIS melakukan lawatan ke RS Rumah Sehat Terpadu DD. Sambutan direksi rumah sakit dan pihak Dompet Dhuafa menghangatkan suasana Bogor yang kala itu sedang hujan.

 Sebagai yayasan yang memiliki badan pengelola zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf serta sama-sama mengangkat program layanan kesehatan cuma-cuma di daerahnya, FKAM melihat ada sisi menarik yang membuat FKAM berunjung ke rumah sakit ini. Bapak Rahmat selaku Ketua Dewan Pembina FKAM menyampaikan kesan, “Berada di RS Rumah Sehat Terpadu DD ini seperti merasakan hidup di zaman Umar bin Abdul Aziz, dimana kesehatan umatnya dijamin oleh khalifah.” FKAM sendiri mempunyai program poliklinik gratis sepekan sekali yang berkeliling dari masjid ke masjid. Program tersebut diharapkan dapat menjadi purwarupa/prototipe sebuah rumah sakit seperti RS Rumah Sehat Terpadu DD di Solo. Tidak lain tujuannya ialah agar FKAM dapat memberi pelayanan kepada mustahiq secara maksimal.

kunjungan fkam (e)

Sebelumnya, dr. Jumpa Utama (Manager Medis) mengutarakan bahwa RS Rumah Sehat Terpadu DD adalah rumah sakit tanpa kasir tanpa kelas. Mengapa tanpa kasir? Sebab yang ada di rumah sakit ini hanya loket billing (Administration Billing), sebagai loket yang memberikan informasi besar biaya pengobatan yang telah diperoleh oleh pasien dhuafa. Apabila terdapat pasien non-dhuafa yang umumnya datang melalui jalur Instalasi Gawat Darurat (IGD), keluarga pasien akan diarahkan ke Gerai Zakat dan Infaq. Di gerai tersebut, pasien dapat membayar infaq sebagai ganti biaya pengobatan yang telah dikeluarkan. Infaq ini pun tidak membebankan pasien karena pasien dapat membayar sesuai kemampuannya saat itu. Mengapa tanpa kelas? Sebab semua fasilitas rawat jalan dan rawat inap pasien dhuafa disetarakan dengan pelayanan BPJS kesehatan kelas III.

Tim FKAM melihat langsung loket Adminitrasion Billing ‘rumah sakit tanpa kasir’

Tim FKAM melihat langsung loket Adminitrasion Billing ‘rumah sakit tanpa kasir’

Untuk memastikan dana pengobatan jatuh tepat sasaran sesuai ketentuan syariah asnab mustahik, pihak rumah sakit berkerjasama dengan tim verifikasi independen dari tim surveyor Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa. Pasien dhuafa rawat jalan yang pertama kali datang (non-member) tetap langsung mendapatkan pelayanan kesehatan. Jika pasien tersebut dirujuk oleh dokter untuk dirawat inap, tim surveyor LKC akan melakukan survey cepat ke lapangan. Apabila pasien memenuhi kualifikasi dhuafa, dalam waktu 2 x 24 jam pasien dapat mendapat status sebagai member rumah sakit dan akan menerima fasilitas pengobatan gratis selama 2 tahun ke depan, termasuk fasilitas yang tidak diampu oleh pihak BPJS. Tambah dr. Sopan (Manager Pengembangan Pemasaran), “Kalaupun pasien tidak mempunyai kelengkapan administrasi seperti KTP dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), cukup rekomendasi pengurus masjid setempat bahwa warganya memang warga tidak mampu. Dengan demikian, pasien dapat cepat tertangani.” Fasilitas member ini akan gugur jika member melakukan pelanggaran norma agama.

Hospital tour tim FKAM Surakarta di rumah sakit seluas 7.803 meter persegi

Hospital tour tim FKAM Surakarta di rumah sakit seluas 7.803 meter persegi

Ibu Siti Rusmiati selaku Direktur Umum dan Keuangan RS menerangkan bahwa sejak tahun 2014 kemarin, rumah sakit ini telah menerima pasien BPJS. Dan mulai tahun 2016 ini RS Rumah Sehat Terpadu membuka pelayanan bagi pasien umum, juga berwacana akan menyediakan kelas I dan kelas II untuk perawatan pasien. Semua itu dilakukan pihak rumah sakit untuk mengembangkan pelayanan kepada masyarakat. Tanpa mengurangi prioritas pelayanan kesehatan bagi para dhuafa sebagai pasien nomor satu yang diutamakan.

Penyerahan cinderamata secara simbolis dari RS Rumah Sehat Terpadu DD (diwakili Direktur Pelayanan) kepada FKAM Surakarta (diwakili Ketua Dewan Pembina)

Penyerahan cinderamata secara simbolis dari RS Rumah Sehat Terpadu DD (diwakili Direktur Pelayanan) kepada FKAM Surakarta (diwakili Ketua Dewan Pembina)

Selain dari segi pelayanan, rekan FKAM juga melihat ada nilai tambah yang dimiliki oleh RS Rumah Sehat Terpadu DD, yaitu nilai dakwah sebagai Rumah Sakit Cinta Ibadah. Tidak hanya peduli terhadap kesehatan fisik/jasadiyah pasien, RS Rumah Sehat Terpadu DD juga peduli terhadap kesehatan rohani pasien. Rumah sakit ini memiliki tenaga Bina Rohani yang membimbing pasien untuk berdoa, membaca Al-Qur’an, dan istiqomah menjalankan sholat sesuai tuntunan ibadah orang sakit. Suasana cinta ibadah pun dihidupkan di kalangan karyawan. Salah satunya dengan merutinkan tilawah Al-Qur’an setiap Selasa dan Kamis pagi sebelum memulai aktivitas kerja. (dita)

999 total views, 2 views today