Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

JANGAN SAMPAI KANDUNGAN DALAM SAYURAN HILANG

Sayuran adalah bagian dari tanaman herba yang layak untuk dikonsumsi manusia. Nilai gizi sayuran mendefinisikan kandungan zat-zat esensial yang penting untuk mendukung kehidupan. Para ilmuwan mengkategorikan sayuran kedalam Nutraceuticals, karena merupakan perpaduan antara gizi dan obat-obatan. Zat kimia tertentu yang terdapat dalam sayuran memiliki khasiat obat.

Hal ini membuktikan bahwa sayuran memiliki banyak sekali manfaat karena kandungan sayuran sangat beragama. Kandungan yang terdapat dalam sayuran yang secara umum diketahui adalah nutrisi, gizi, magnesium, vitamin, zat besi, karotenoid, protein, dan lutein. Untuk mempertahankan kandungannya yang beragam ini, maka dalam proses memasaknya pun harus memperhatikan beberapa hal. Namun sebelumnya, akan diuraikan cara memasak sayuran yang terdiri dari:

1) Memanggang

Kulit sayuran akan menjaga sebagian besar nilai gizi dalam sayur. Saat memanggang, sayuran harus disertai kandungan air tinggi agar tidak mengering. Sayuran dari akar-akaran adalah yang jenis terbaik untuk dipanggang, seperti kentang, bawang, atau tomat. Memanggang sayuran di atas api atau menggunakan oven mungkin jarang dilakukan dibandingkan dengan cara merebus dan tumis. Tapi sayuran yang dipanggang akan memberikan cita rasa tersendiri, disamping rasa lezat, sayur kandungan vitamin atau nutrisi pada sayuran tidak larut

Ada banyak cara lain yang bisa dilakukan memasak atau mengelola sayuran agar terlihat segar terutama kandungan nutrisi dan vitamin yang ada didalamnya tidak hilang, sehingga bisa bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Beberapa jenis sayuran banyak yang memiliki kandungan penting bagi kesehatan seperti sayuran dengan warna hijau kaya akan karotenoid yang berfungsi sebagai antioksidan untuk melindungi tubuh dari radikal bebas sehingga daya tahan tubuh tetap terjaga.

2) Mengukus

Mengolah sayuran dengan mengukus mungkin adalah cara terbaik untuk memasak seluruh tipe sayuran. Cara ini dapat mempertahankan gizi dan mematangkan sayur dalam waktu singkat. Mengukus sayuran biasanya jarang dilakukan, terlebih jika menginginkan sayuran itu berkuah sehingga kebanyakan langsung direbus berikut bumbu karena dianggap lebih praktis dan tidak perlu repot.

Padahal sayuran yang langsung direbus apalagi jika api tidak diatur biasanya membuat sayur terlalu matang dan berubah warna sehingga nutrisi larut dalam air rebusan. Sebaiknya jika menginginkan sayur berkuah gunakan api kecil atau masukkan sayur yang telah dikukus, pada air mendidih yang sebelumnya sudah dimasukan bumbu dan cukup sebentar saja.

3) Menumis

Ini salah satu cara cepat memasak sayur di atas penggorengan pipih dengan sedikit minyak sayur. Di atas wajan melengkung pun sah. Tapi ingatlah, ketika memasak sayur dengan minyak, vitamin larut dalam lemak mungkin berakhir bersama minyak. Ada baiknya jangan anda buang minyak tersebut. Menumis sayuran termasuk salah satu resep membuat sayur paling sering dilakukan selain merebus. Agar vitamin yang terkandung didalamnya tidak hilang pastikan untuk mengatur api kecil lalu menutup wajan dengan rapat untuk memastikan panas menyerap merata sambil sesekali diaduk agar bumbu tetap meresap sehingga sayur bisa matang tanpa harus kehilangan nutrisi yang ada didalamnya.

4) Memasak tanpa air

Metode ini baik untuk sayur-sayuran berdaun hijau dengan mengandalkan air yang menempel pada daun setelah sayuran dicuci. Cara ini biasanya membutuhkan tiga hingga lima menit.

5) Merebus

Merebus sayur adalah cara yang paling tidak dianjurkan karena resiko nutrisi hilang sangat besar. Jika anda harus menggunakan cara ini, tambahkan sayur hanya setelah air mulai mendidih dan masaklah sesingkat mungkin. Memasak sayuran dengan merebus adalah dengan membiarkan air mendidih selama kurang lebih dua menit hingga oksigen berkurang. Oksigen dalam airlah yang menyebabkan, vitamin C dalam sayur menguap. Jangan pernah merebus langsung sayur yang ditempatkan dalam air dingin. Itu hanya akan mengurangi kadar vitamin C, 10 hingga 12 kali lipat.

Namun demikian meskipun sayuran memiliki banyak vitamin, jika salah dalam memasak atau mengolahnya salah dapat menghilangkan nutrisi atau vitamin yang ada didalamnya. Karena itu, ada baiiknya jika memasak sayur mengikuti cara memasak sayuran berikut ini untuk mempertahankan kandungan vitamin yang ada pada sayur.

Cara memasak sayuran pun disesuaikan dengan jenisnya, karena perbedaan proses ini akan mempengaruhi kandungan yang terdapat pada sayuran. Proses tersebut diantaranya:

1) Sayuran umbi

  • Dicuci sebelum atau setelah dikupas.
  • Kupas sayuran umbi sesaat sebelum diolah.
  • Kupas sayuran umbi setipis mungkin karena zat gizi ada tepat dibawah kulitnya.
  • Rendamlah di dalam air bersih sampai umbi akan diolah. Hal ini bertujuan agar getah sayuran umbi tidak hitam ketika makanan sudah matang atau usai dimasak.
  • Apabila kentang akan direbus, sebaiknya rebus dengan kulitnya karena vitamin dan zat gizi lainnya banyak terdapat tepat dibawah kulit kentang.
  • Agar tidak banyak terbuang vitaminnya, kupaslah lobak setipis mungkin. Lobak sebaiknya dimasak tidak terlalu lama karena akan menjadi lembek dan menjadi hambar.
  • Memasak asparagus jangan terlalu lama agar kandungan gizinya tidak berkurang.
Varian sayuran umbi

Varian sayuran umbi

2) Sayuran daun dan batang

  • Bagian yang tidak dipakai dibuang lalu cuci hingga bersih. Setelah itu dipotong-potong sesuai kebutuhan.
  • Agar vitamin C dalam sayuran tidak hilang, jangan merendam sayuran di dalam air.
  • Merebus kol tidak perlu terlalu lama. Apabila terlalu lama, kol akan terlalu lunak dan berubah warna sehingga zat gizinya akan hilang.
  • Perlu diperhatikan bahwa daun singkong mengandung asam sianida (HCN) yang dapat menyebabkan keracunan, rebuslah daun singkong di dalam panci terbuka (tanpa tutup). Dengan tutup panci dibuka ketika merebusnya, asam sianida akan keluar bersama uap air sehingga daun singkong aman untuk dimakan.
  • Agar rasa pahitnya hilang, rebus daun pepaya bersama daun singkong, daun jambu, atau daun beluntas. Supaya warna daun papaya tetap cerah harus ditambahkan garam atau soda kue ketika merebusnya.
  • Untuk memakan genjer harus direbus terlebih dahulu lalu air rebusannya dibuang. Hal ini dilakukan karena genjer rasanya agak pahit.
  • Bayam yang sudah disayur harus dimakan dalam waktu 5 jam. Jika lebih dari 5 jam apalagi jika dihangatkan, akan keluar nitrit yang bersifat racun bagi tubuh.

3) Sayuran bunga

  • Jika dimasak, batang brokoli lebih lama matangnya dibanding kuntumnya.
  • Setelah dipotong-potong, jantung pisang jangan dibiarkan terlalu lama di udara terbuka kerena jantung pisang akan berubah warna menjadi kehitaman.

4) Sayuran buah

  • Terung yang telah dipotong-potong biasanya akan berubah warna menjadi kecoklatan. Agar hal itu tidak terjadi, segera rendam di dalam air yang telah dicampur sedikit garam. Setelah itu dilap sampai kering dengan tisu dan segera dimasak.
  • Untuk menghilangkan getah labu siam dilakukan dengan cara membelah labu siam menjadi dua bagian, lalu digosok-gosokan permukaan permukaan pemotongannya sehingga getahnya keluar. Atau bias dengan mengupas labu siam dibawah air yang mengalir agar getah larut.

5) Sayuran polong

  • Pada saat memasak kecipir biarkan panci terbuka agar warna kecipir tetap hijau segar.
  • Sayuran kacang panjang ini cepat matang jika direbus. Jadi jangan terlalu lama ketika direbus cukup 7 menit saja.

Tetapi ada beberapa tips lain dalam memasak sayuran agar tetap terjaga nutrisi yang terkandung di dalamnya: Setelah kita mendapatkan sayuran, sebaiknya taruh langsung di lemari pendingin. Usahakan dalam kurun waktu 2-3 hari kita sudah memasak sayuran tersebut. Kemudian saat akan dimasak, barulah cuci sayuran tersebut dengan air yang mengalir. Langkah ini dilakukan supaya sayur mayur tetap segar dan nutrisinya tetap terjaga. Dalam memasak sayur mayur, waktu adalah hal yang perlu mendapat perhatian lebih. Karena hanya membutuhkan waktu yang cukup singkat untuk mendapatkan hasil masakan sayuran yang baik. Untuk merebus hanya perlu waktu sekitar 2 menit, untuk menumis dan mengukus waktu yang diperlukan sekitar 3-5 menit. Untuk teknik merebus sayuran, usahakan terlebih dahulu air benar-benar mendidih dan barulah sayuran dimasukkan. Hal ini penting dilakukan karena saat air mendidih, disanalah terjadi pelepasan oksigen. Karena oksigen dapat membuat kandungan nutrisi sayuran hilang jika tidak direbus dengan benar.

#diperoleh dari berbagai sumber

1,994 total views, 3 views today