Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

CEDERA OLAHRAGA ADA JENISNYA

RUANG SIARAN RADIO SWARACINTA, Rabu 17 Februari 2016 – Cedera saat berolahraga mungkin saja terjadi pada kita. Cedera seperti keseleo dan keram adalah cedera yang sering terjadi saat berolahraga tidak dilakukan dengan cara yang benar. Berdasarkan penyebabnya cedera dibagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu overuse injury dan traumatic injury. Overuse injury disebabkan oleh penggunaan otot yang terlalu berlebih, dan inilah jenis cedera yang paling terjadi. Sedangkan traumatic injury disebabkan oleh benturan atau terjatuh.

Ada beberapa faktor penyebab overuse injury, antara lain: 1) tingkat keterlatihan yang belum memadai sewaktu meningkatkan dosis latihan, 2) teknik yang kurang tepat dan kurang efisien, 3) beban yang berlebihan, 4) faktor struktural anatomis, seperti kaki flat, atau kaki tinggi sebelah, 5) faktor peralatan olahraga yang kurang nyaman, dan 6) faktor lingkungan, misal: belum bisa beradaptasi dengan suhu. Faktor kedua adalah faktor terbanyak penyebab overuse injury. Minimnya pengetahuan tentang dasar olahraga membuat salah mengambil metode latihan.

Kita juga perlu tahu bahwa setiap kali otot dipakai, otot tersebut seolah mengalami luka dan membutuhkan waktu untuk recovery (pemulihan) ke keadaan semula. Jika luka terjadi berlebih, “luka” itulah yang sering kita rasakan sebagai keram. Dan setiap kali otot berkontraksi (dipakai beraktifitas), otot menbutuhkan energi. Energi tersebut diperoleh salah satunya dari cadangan dalam tubuh berbentuk glikogen. Siklus pembentukan glikogen itu sendiri berlangsung selama 2 hari.

Seringkali, ketika orang bermain bola, selang beberapa lama kemudian ia melakukan aktivitas olahraga lain, seperti senam, atau bermain basket, padahal waktu pemulihan ototnya belum cukup. Hal itu sama saja dengan memberikan beban yang berlebihan kemampuan kapasitas kepada otot. Dampaknya, kemungkinan besar ia dapat mengalami cedera saat melakukan aktivitas olahraga yang kedua.

Zulmi Yusuf, Amd.FT (fisioterapis) saat memaparkan materi Cedera Olahraga, ONAIR di radio

Zulmi Yusuf, Amd.FT (fisioterapis) saat memaparkan materi Cedera Olahraga, ONAIR di radio

 Cedera dapat terjadi pada sendi maupun otot. Beda tempat cedera beda pula penanganannya. Cedera tipe pertama adalah cedera tipe sprain, seperti keseleo. Sprain merupakan cedera yang terjadi pada sendi, ligamen (jaringan ikat yang menguhungkan antar tulang), atau tendo (bagian akhir otot yang menempen pada tulang). Setelah kaki keseleo, ketika kaki digerakan kadang terdengar bunyi ‘Ctak! Ctak!’. Itu bertanda ligamen pada sendi sudah kendor/tidak stabil, ibarat karet sudah tidak elastis, sehingga memerlukan latihan/perlakuan agar perligamen dapat digantikan oleh otot stabilisator pada sendi. Jika mengalami sprain, lakukanlah RICE sebagai penanganan pertama cedera. RICE merupakan singkatan dari Rest, Ice, Compression, dan Eleveation. RICE dilakukan untuk mengurangi aliran darah ke daerah cedera, menghentikan pembengkakan, dan menghindari resiko cedera bertambah berat.

Tindakan pertama adalah REST, yaitu istirahatkanlah bagian tubuh yang cedera, jangan paksakan untuk bergerak apalagi melanjutkan aktivitas olahraga. Tindakan kedua adalah ICE, yaitu mengkompres bagian cedera selama 2-3 menit dengan es yang telah dibungkus oleh kain/handuk. Jika sudah tampak pucat, hentikan pengompresan. Pengompresan dilakukan sampai bengkak jenuh (ukuran bengkak tidak bertambah lagi). Kompres es bertujuan melokalisir daerah cedera dan mengurangi rasa nyeri. Namun jika berlebihan, maka akan berdampak sebaliknya. Bagian cedera akan terasa panas, dan malah semakin bengkak. Tindakan ketiga adalah COMPRESSION atau penekanan, yang dilakukan dari bawah ke atas, dengan kassa atau pembalut kain elastis. Dan tindakan terakhir adalah ELEVATION, yakni meninggikan posisi yang cedera lebih dari jantung.

Tindakan yang sebaiknya dihindari adalah HAREM, yaitu Heat, Alcohol, Running/Exercise, dan Massage. Hindari memanaskan bagian dengan penghangat seperti balsam. Juga hindari penggunakan alkhol saat kompres. Jangan langsung beraktivitas berat setelah cedera, dan jangan dipijat. HAREM dapat dilakukan setelah bengkak jenuh atau kira-kira 72 jam setelah cedera. Tindakan HAREM sesaat setelah cedera malah akan memperburuk cedera karena meningkatkan aliran darah ke daerah cedera dan memperbesar bengkak.

Berbeda dengan sprain, cedera tipe kedua adalah strain, atau cedera pada otot, seperti keram. Cedera ini terjadi umumnya karena pemakaian otot berlebihan sehingga timbul rasa sakit pada otot. Penghangatan daerah cedera sangat dianjurkan pada cedera tipe ini. Lakukan peregangan/stretching pada otot yang cedera. Tindakan ini bertujuan meningkatkan aliran darah menuju daerah cedera.

Tentu ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera saat berolahraga. Yaitu: 1) lakukan pemanasan/peregangan otot sebelum berolahraga, 2) sesuaikan kadar olahraga dengan kondisi tubuh, 3) pilih alat olahraga (seperti: sepatu, raket, matras) yang tepat, dan 4) konsultasikan kepada ahlinya jika memang memeiliki kelain struktural pada tubuh untuk meminimalisir cedera yang mungkin terjadi. Kurangnya pemanasan akan berdampak munculnya rasa pegal berhari-hari setelah olahraga. Dan memaksakan tubuh yang sedang letih juga akan berdampak buruk bagi jantung).

Zulmi bersama Bang Mul (penyiar radio Swaracinta 107.7 FM) atau yang akrab disapa Bang GGS

Zulmi bersama Bang Mul (penyiar radio Swaracinta 107.7 FM) atau yang akrab disapa Bang GGS

Materi ini disampaikan oleh Zulmi Yusuf, Amd.FT, fisoterapi RS Rumah Sehat Terpadu DD, pada program “Sehati” yang disiarkan pada hari Rabu tanggal 17 Februari 2016 pukul 09.00 WIB di saluran 107.7 FM radio komunitas Swaracinta. Berbagai tema kesehatan diangkat setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pada program Sehati, Sehat Sampai Nanti. RS Rumah Sehat Terpadu DD selalu menghadirkan narasumber yang memaparkan informasi kesehatan secara medis maupun mensosialisasikan kabar terbaru pelayanan kesehatan yang tersedia di rumah sakit. Maka dari itu, terus perbaharui wawawan tentang kesehatan dan simak siaran Sehati di 107.7 FM pada hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 9 pagi. Salam sehat milik semua! (dita)

849 total views, 1 views today