Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

SENAM LANSIA: SEHAT TANPA KOLESTEROL TINGGI BERSAMA RST

LAPANGAN PARKIR, Jumat 19 Februari 2016 – Pagi di RS Rumah Sehat Terpadu DD hari itu cerah setelah sehari sebelumnya Bogor diguyur hujan.  Alhamdulillah, sehingga semangat para peserta Senam Jumat Sehat tidak padam oleh mendungnya awan. Ada yang berbeda dengan Jumat-Jumat yang lalu, yakni kali itu mayoritas peserta senam adalah bapak dan ibu yang berusia lebih dari 50 tahun, atau tergolong lanjut usia (lansia). Ya, tentu. Karena pada pekan ketiga setiap bulannya, tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Rumah Sehat Terpadu DD menggalakan program “Senam Lansia” khusus untuk para lansia sekitar Jampang. Meskipun tidak ditutup kesempatan bagi para non-lansia untuk turut bergabung.

Gerakan pendinginan senam lansia

Gerakan pendinginan senam lansia

 Usia yang semakin tua kerap membuat otot dan persendian mudah lelah dan kaku. Badan menjadi sering pegal dan sakit. Cara mencegahnya sebenarnya mudah, yaitu dengan tetap merutinkan bergerak setiap hari, minimal berjalan kaki 15 – 30 menit sebanyak 3 – 5 kali seminggu atau senam olah tubuh. Gerakan dinamis pada senam dapat memberikan rangsangan bagi saraf-saraf yang lemah dan memperbaikan sikap, postur, dan kelenturan tubuh, terutama bagi lansia. Senam bersama kawan-kawan lansia lainnya juga memberikan efek kebahagiaan sosial yang baik untuk kebugaran jasmani. Manfaat kesehatan lainnya antara lain: 1) meningkatkan kekuatan otot jantung sehingga memperkecil resiko serangan jantung, 2) melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh sehingga terhindar dari hipertensi, 3) menurunkan kadar lemak dalam tubuh sehingga mengurangi berat badan berlebih dan terhindar dari obesitas, 4) menguatkan otot-otot tubuh sehingga terhindar dari rematik, 5) meningkatkan daya tahan tubuh, dan 6) mengurangi stres dan ketegangan pikiran.

Terkait dengan usia yang sudah lanjut, laju kerja jantung harus selalu diperhatikan. Instruktur selalu mengingatkan peserta untuk mengukur jumlah denyut nadi sebelum dan sesudah beraktivitas senam. Dosis pergerakan yang terlalu aktif juga tidak baik bagi lansia. Selalu lakukan 3 tahap gerakan senam, yaitu diawali degan pemanasan, dilanjutkan dengan gerakan inti (tempo lebih tinggi), dan diakhiri dengan pendinginan. Hal ini dilakukan agar kerja jantung tidak berubah terlalu hebat sebelum dan saat beraktivitas. Dosis gerakan yang dilakukan bertahap memberikan selang waktu bagi jantung untuk melakukan penyesuaian kerja organ. Oleh karena itu, secara keseluruhan tempo gerakan senam lansia tergolong lebih santai daripada gerak senam Jumat biasanya.

Mengukur senyut jantung sebelum dan sesudah melakukan senam

Mengukur senyut jantung sebelum dan sesudah melakukan senam

Batas normal denyut nadi seseorang dipengaruhi oleh usianya. Cara menghitungnya, kurangi 220 dengan usia Anda, maka batas normal denyut nadi Anda adalah 60-80% dari hasil pengurangan tersebut (satuan: detak per menit). Dan batas maksimal denyut nadi setelah berolahraga adan 100% dari hasil pengurangan. Setelah beristirahat, denyut nadi akan kembali turun perlahan ke batas normal. Dan istirahat Senam Lansia semakin asyik dengan sarapan ringan bersama para peserta senam.

Sarapan ringan setelah senam sambal menunggu materi edukasi

Sarapan ringan setelah senam sambal menunggu materi edukasi

Selanjutnya, kegiatan Senam Lansia tidak lengkap tanpa edukasi kesehatan dari tim PKRS. Topik yang diangkat oleh edukator pada bulan Februari ini adalah “Bahaya Kolesterol Tinggi”. Kolesterol adalah jenis lemak yang terdapat dalam tubuh yang dapat disintesis/dibuat sendiri oleh tubuh dengan bantuan kerja hati dan kelenjar empedu. Kolesterol memegang peranan penting dalam metabolisme, diantaranya dalam pembentukan hormon dan regenerasi sel tubuh. Namun, jika jumlahnya berlebih akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan, seperti hipertensi (darah tinggi), arterosklerosis (pengapuran pembuluh darah), stroke, nyeri dada, dan resiko serangan jantung. Dan yang perlu diperhatikan adalah kolesterol terdiri atas 2(dua) tipe yaitu High Density Lipoproptein (HDL) atau kolesterol baik dan Low Density Lipoproptein (LDL) atau kolesterol jahat. Kadar total kolesterol normal dalam darah menurut WHO adalah kurang dari 200 mg/dL dengan LDL kurang 100 mg/dL. Kadar 200-239 mg/dl tergolong kolesterol cukup dan lebih dari 240 mg/dL tergolong kolesterol tinggi.

Penderita kolesterol tinggi bisa merasakan perubahan kondisi kesehatan tubuhnya. Gejala kolesterol tinggi yang perlu diwaspadai diantaranya adalah timbul nyeri pada kaki, keram di malam hari, badan lesu disertai migrain, jantung merasa sakit atau berdebar-debar, sering pusing kepala di bagian belakang, tengkuk dan bpundak pegal, sering pegal dan kesemutan di tangan dan kaki, serta dada sebelah kiri terasa sakit seperti tertusuk. Jika tubuh mulai mengalami gejala tersebut, segera perhatikan pola makan sehari-hari. Kolesterol tinggi tidak pula selalu menyerang orang berbadan gemuk, orang berbadan kurus juga mempunyai resiko kolesterol tinggi jika pola makan dan gizinya tidak seimbang.

Pemaparan materi edukasi dan sesi diskusi tentang “Bahaya Kolesterol Tinggi” oleh Nur Widyasti Amaliah

Pemaparan materi edukasi dan sesi diskusi tentang “Bahaya Kolesterol Tinggi” oleh Nur Widyasti Amaliah

 Kolesterol pada dasarnya adalah penyusun sel lemak pada hewan, sehingga daging hewan berlemak pasti mengandung kolesterol. Dan karena tubuh pun dapat membuat kolesterol sendiri dari lemak yang diserap di usus halus, maka bagi para lansia khususnya mulai membatasi makan makanan berlemak, terutama lemak hewani. Adapun makanan nabati seperti alpukat juga mengandung lemak, namun bukan kolesterol melainkan fitosterol, yang justru baik untuk menurunkan kadar penyerapan kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Tangkal kolesterol dengan mengkonsumsi makan sehat seperti buah-buahan dan sayur mayor. Apel, tomat, anggur, stroberi, belimbing, teh hijau, bayam, brokoli, daun salam, ketumbar, kayu manis, jahe, kacang-kacangan, oat, beras merah, ikan tuna, dan salmon merupakan contoh makanan yang baik dikonsumsi untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Penyerahan hadiah doorprize kepada pemenang kuis

Penyerahan hadiah doorprize kepada pemenang kuis

 Acara senam sehat ditutup dengan pemberian hadiah kepada dua orang yang berhasil menjawab pertanyaan dari edukator. Tim PKRS Rumah Sehat Terpadu DD berharap kegiatan olahraga plus edukasi seperti ini dapat memberikan manfaat kesehatan dan kegembiraan bagi para lansia di sekitar Jampang, baik karyawan, pasien, maupun warga sekitar. Selain kegiatan senam rutin di lapangan parkir rumah sakit, mulai Februari 2016, tim PKRS juga mengadakan program “Roadshow Senam Bugar bersama Rumah Sehat Terpadu” yang dilaksanakan di berbagai tempat. Roadshow ini merupakan salah satu bentuk kepedulian rumah sakit terhadap kesehatan warga sekitar. Diawali di Lapangan Pabuaran, Parung, Roadshow Senam Bugar bersama RST insya Allah akan digelar pada hari Jumat tanggal 26 Februari 2016 pagi pukul 07.00 WIB. Senam ini terbuka untuk semua kalangan usia dan tanpa memungut biaya kepada peserta, oleh karenanya ayo bergabung! Sehat bugar bersama RST! (dita)

1,029 total views, 3 views today