Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

LANGKAH-LANGKAH MENYUSUI YANG BENAR

Menyusui itu gampang, tapi sebagian ibu menemukan bahwa menyusui tak semudah kelihatannya. Sebagian ibu merasa bayinya menyusu kuat tapi tampak masih lapar, sebagian lagi merasa kesakitan setiap menyusui, dan sebagian bayi tampak tidak suka dan menolak saat akan disusui. Banyak ibu menghadapi berbagai kendala dan tantangan dalam menyusui sehingga timbullah pertanyaan, “bagaimana cara menyusui yang benar ?”.

Cara yang benar

Cara yang benar

Cara yang salah

Cara yang salah

Menyusui yang benar adalah cara memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar. ASI sangatlah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi karena ASI memiliki banyak kandungan gizi di dalamnya sehingga dapat membuat bayi memperoleh banyak asupan yang sesuai jika dibandingkan dengan meminum susu formula buatan pabrik-pabrik. Yang tepat dan benar adalah ibu menyusui bayinya dilakukan sejak pertama kali kelahiran bayi terjadi yaitu melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD) sampai usia bayi mencapai 2 tahun.

Ketika memberi ASI, usahakan dalam suasana yang santai bagi ibu dan bayi serta  buat kondisi ibu senyaman mungkin. Selama beberapa minggu pertama, bayi perlu diberi ASI setiap 2,5 -3 jam sekali dan menjelang akhir minggu ke enam, sebagian besar kebutuhan bayi akan ASI setiap 4 jam sekali. Jadwal ini baik sampai bayi berumur antara 10-12 bulan. Pada usia ini sebagian besar bayi tidur sepanjang malam sehingga tidak perlu lagi memberi makan di malam hari. Apabila selalu tidur dan tidak mau menyusui maka sebaiknya bayi dibangunkan dan dirangsang untuk menyusui setiap 2-3 jam sekali setiap harinya.

Dengan menyusui yang benar,  ibu  akan mendapatkan manfaat berupa puting susunya tidak menjadi lecet  sedangkan manfaat untuk bayi akan membuat  perlekatan menyusu pada bayi kuat, bayi menjadi tenang dan tidak terjadi gumoh. Dan akibat  dari tidak menyusui dengan benar adalah puting susu ibu menjadi lecet,  ASI  tidak keluar secara optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI, bayi enggan menyusu dan bayi menjadi kembung.

Tanda-tanda bayi menyusu dengan benar adalah bayi tampak tenang, badan bayi menempel pada perut ibu, mulut bayi terbuka lebar, dagu bayi menempel pada payudara ibu, sebagian areola masuk dalam mulut bayi dengan areola bawah masuk lebih banyak, bayi Nampak menghisap kuat dengan irama perlahan, puting susu tidak terasa nyeri, telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus dan kepala bayi agak menengadah.

Ibu memegang payudara dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah serta jangan menekan puting susu dan areolanya

Ibu memegang payudara dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah serta jangan menekan puting susu dan areolanya

Tanda-tanda bayi mendapat ASI dalam jumlah cukup diantaranya adalah bayi akan terlihat puas setelah menyusu, bayi terlihat sehat dan berat badannya naik setelah 2 minggu pertama (100-200 gr setiap minggu), puting dan payudara ibu tidak luka atau nyeri dan setelah beberapa hari menyusu, bayi akan buang air kecil 6-8 kali sehari dan buang air besar berwarna kuning 2 kali sehari.

Berikut ini adalah langkah-langkah menyusui yang benar yang harus dilakukan secara berurutan, yaitu :

  1. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setiap kali sebelum menyusui.
  2. Hindari menggosok-gosok payudara atau memelintir puting susu.
  3. Ibu duduk atau berbaring dengan santai (bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu menggantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi).
  4. Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting dan sekitar areola payudara (cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu).
  5. Ibu untuk meletakkan bayi pada satu lengan, kepala bayi berada pada lengkung siku ibu dan bokong bayi berada pada lengan bawah ibu.
  6. Ibu menempelkan perut bayi pada perut ibu dengan meletakkan satu tangan bayi di belakang badan ibu dan yang satu di depan, kepala bayi menghadap payudara.
  7. Ibu memposisikan bayi dengan telinga dan lengan pada garis lurus.
  8. Ibu memegang payudara dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah serta jangan menekan puting susu dan areolanya
  9. Ibu merangsang bayi dengan cara membuka mulut bayi, menyentuh pipi dengan  puting susu atau menyentuh sudut mulut bayi.
  10. Setelah bayi membuka mulut (ibu mendekatkan dengan cepat kepala bayi ke payudara ibu, kemudian memasukkan puting susu serta sebagian besar areola ke mulut bayi).
  11. Setelah bayi mulai menghisap, menganjurkan ibu untuk tidak memegang atau menyangga payudara lagi.
  12. Ibu  memperhatikan bayi selama menyusui dengan penuh kasih sayang dan cinta.
  13. Setelah bayi merasa kenyang,  ibu dapat melepas isapan bayi dengan cara  jari kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan ke bawah.
  14. Setelah selesai menyusui, ibu mengoleskan sedikit ASI pada puting susu dan areola. Biarkan kering dengan sendirinya.
Setelah bayi merasa kenyang,  ibu dapat melepas isapan bayi dengan cara  jari kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan ke bawah.

Setelah bayi merasa kenyang, ibu dapat melepas isapan bayi dengan cara jari kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau dagu bayi ditekan ke bawah.

Akan sangat baik jika sejak baru melahirkan ibu sudah didampingi tenaga kesehatan atau orang yang sudah terlatih untuk melakukan konseling menyusui. Untuk mendeteksi bagaimanakah proses menyusui berjalan, ibu juga dapat menggunakan bantuan formulir skrining menyusui dini.

Mari kita galakkan ibu menyusui kepada bayinya selama 2 tahun, untuk wujudkan generasi bangsa yang sehat dan cerdas, serta keluarga yang bahagia dan sejahtera.

# dari berbagai sumber

(dr. Yahmin Setiawan, MARS – Dirut Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa)

1,211 total views, 5 views today