Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

EDUKASI DBD KREATIF: ROADSHOW SENAM BUGAR BERSAMA RST

LAPANGAN PABUARAN, Jumat 26 Februari 2016 – Memasuki puncak musim penghujan di bulan Februari, jumlah penderita DBD di kota dan kabupaten Bogor mengalami lonjakan. Minggu-minggu ini hampir setiap hari, Bogor diguyur hujan. Genangan air bahkan banjir menjadi pemandangan yang biasa. Kondisi seperti ini menjadikan nyamuk semakin nyaman berkembang biak, salah satunya nyamuk Aedes aegypti, sang vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Sebenarnya nyamuk ini adalah nyamuk biasa pada umumnya jika tidak ada virus Dengue di dalam tubuhnya. Namun, ketika ia menggigit tubuh inang (penderita DBD) dan berpindah ke inang lain (manusia sehat), di saat itulah nyamuk ini menularkan virus Dengue melalui air liurnya. Oleh karenanya, kita perlu waspada terhadap perkembangbiakan dan serangan nyamuk apapun. Apalagi jika telah diketahui bahwa ada penderita DBD di lingkungan kita.

Kewaspadaan ini seyogyanya dimiliki oleh setiap orang. Tentunya sikap waspada bisa muncul setelah pengetahuan tentang DBD dimiliki. Sebagai wujud kepeduliannya, RS Rumah Sehat Terpadu DD diwakili oleh Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menyelenggarakan edukasi DBD secara kreatif melalui program Roadshow Senam Bugar. Roadshow bulanan ini perdana pada diselenggarakan di Pabuaran, Kemang, Bogor. Tim PKRS disambut dengan hangat oleh warga setempat.

Tim PKRS Rumah Sehat Terpadu bersama para peserta Roadshow Senam Bugar, Pabuaran

Tim PKRS Rumah Sehat Terpadu bersama para peserta Roadshow Senam Bugar, Pabuaran

Suster Nenda P. Santoso, edukator kesehatan kali ini memaparkan bahwa kita pun perlu mengetahui ciri-ciri penyakitnya agar jika sewaktu-waktu DBD menyerang kita dapat melakukan penanganan dengan cepat dan tepat. Awasi anggota keluarga terdekat. Apabila panas tubuh tinggi lebih dari 37,6°C selama 2-7 hari disertai rasa mual dan nyeri pada ulu hati, segera bawa penderita ke rumah sakit, puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat. Waktu inkubasi virus yang relatif lama memungkinan penderita mengalami pendarahan, yang nampak pada kulitnya bintik-bintik merah, gusi berdarah, BAB berdarah, atau mimisan. Pada pemeriksaan laboratorium, akan terlihat jumlah trombosit penderita akan menurun dari batas normal 150.000 -250.000 sel/mm.

Ns. Nenda memaparkan gejala, penanganan, dan pencegahan DBD

Ns. Nenda memaparkan gejala, penanganan, dan pencegahan DBD

Saat penderita mulai mengalami gejala DBD, keluarga atau orang terdekat dapat melakukan tindakan pertama untuk penderita , yaitu: 1) beri minum air yang banyak, 2) kompres kening dengan air hangat, 3) beri obat penurun panas, dan 4) bawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan yang tepat dan sigap dapat memperkecil resiko yang lebih berat yaitu kematian.

Inti dari langkah pencegahan DBD ini sederhana, yakni menguragi kesempatan nyamuk berkembang biak dan melindungi diri dari gigitan nyamuk. Aedes aegypti berkembang biak pada air bersih. Semboyan 3 M dalam pencegahan DBD adalah cara efektif mengurangi tempat nyamuk berkembang biak, dengan meminimalisir kesempatan nyamuk mendapatkan air bersih. Wadah penampungan air seperti bak mandi, botol tidak terpakai, tempat sampah, dan saluran air merupakan tempat yang baik untuk perkembangbiakan nyamuk.

4 langkah pencegahan DBD

4 langkah mudah pencegahan DBD

Aedes aegypti mempunyai pola waktu menggigit di waktu pagi dan sore. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk tidak tidur di pagi dan sore hari. Mengapa? Fase otak tidak sadarkan diri ketika tidur akan menurunkan pengawasan diri terhadap gigitan nyamuk, sehingga nyamuk lebih mudah menyerang. Penggunaan jejaring ventilasi, obat oles nyamuk, dan penanaman tumbuhan pengusir nyamuk di sekitar tempat beraktifitas merupakan cara yang baik mengantisipasi gigitan nyamuk pada manusia.

Demam berdarah Dengue dapat dicegah dan diatasi. Peran serta aktif masyarakat dan terjalinnya kerjasama yang baik antara masyarakat dan tenaga kesehatan dalam upaya tersebut tentu akan menurunkan angka serangan DBD di masyarakat. Jangan ragu untuk datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memeriksa kondisi kesehatan Anda.

1,168 total views, 2 views today