Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

JAUHKAN SI KECIL DARI FLU SINGAPURA

Pernahkah anda mendengar Flu Singapura ? Banyak diantara nama penyakit yang menggunakan nama negara. Seperti Wabah Athena, Flu Spanyol dan Flu Hongkong. Namun hal ini tidak selalu membuktikan bahwa negara yang di‘catut’ namanya menjadi tempat atau sumber penyakit tersebut. Beberapa diantaranya memang berasal dari negara yang bersangkutan dan ada pula mulai berkembang dinegaranya meskipun berasal dari negara lain. Seperti penyakit yang akan dibahas kali ini.

Flu Singapura dalam bahasa kedokteran, penyakit itu disebut penyakit tangan, kaki, dan mulut (PTKM). Penyakit itu tidak berasal dari Singapura, mengutip buku berjudul Mengenal Penyakit Tangan, Kaki dan Mulut karya dr Sutaryo SpA, penyakit tersebut dikenal sejak tahun 1957 di Toronto, Kanada. Tahun 1980-an, penyakit itu muncul di Belanda, Amerika, Australia, Swedia, Bulgaria, Hongaria, Jepang, Hongkong, China, dan Singapura. Tahun 1997-1999, Malaysia dan Taiwan terserang, diikuti dengan wabah di Singapura pada tahun 2000.

Dalam sejarahnya, penyakit ini disebut dengan nama Flu Singapura karena pada tahun 2000-an terjadi ledakan penyakit ini di Singapura hingga lebih dari 2600 kasus, bahkan beberapa kasus mengakibatkan kematian. Nah, karena kejadian tersebut menghebohkan dunia, maka terkenallah penyakit ini dengan nama Flu Singapura.

Sedangkan Flu Singapura sendiri dalam bahasa medis dikenal sebagai Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) atau Penyakit Kaki, Tangan dan Mulut (PKTM). Penyakit ini umum menyerang anak-anak dan dapat dikatakan tidak berbahaya. Namun jika terjadi komplikasi, penyakit ini dapat membuat penderita meninggal dunia. Oleh karena itu kita harus tetap waspada dan jangan pernah menyepelekan suatu penyakit.

Penyebab dan Cara Penularan Flu Singapura

Penyebab Flu singapura adalah virus RNA famili Picornaviridae, Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Virus Penyebab Flu Singapura tersering namun ringan adalah Coxsackie A16, sedangkan penyebab yang menimbulkan kasus berat atau berpotensi menimbulkan komplikasi hingga kematian adalah Enterovirus 71. Karena penyebabnya virus maka flu singapura ini mudah menular. Penularan penyakit ini seperti penyakit flu yaitu melalui droplet saat bersin, air liur, tinja, dan cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung bisa melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh cairan tersebut. Penyakit ini umumnya menyerang balita usia 2 minggu sampai 5 tahun, namun ada kasus yang terjadi pada anak hingga usia 10 tahun. Sedangkan Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus ini, namun bisa saja terjadi. Seperti infeksi virus pada umumnya, contohnya cacar air, anak yang sudah pernah terkena flu singapura akan memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Dengan catatan, virus strain-nya sama, tapi jika virus strainnya berbeda, anak tetap dapat terkena lagi.

Penyebab PTKM adalah virus bernama Coxsackie dan kelompok enterovirus lain. Keluarga besar enterovirus biasa hidup di enteron (usus). Virus dari usus keluar melalui tinja yang kemudian mencemari air dan makanan. Penularan dapat melalui kontak langsung dari orang ke orang melalui cipratan cairan bersin atau batuk, air liur, atau tinja. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi. Begitu masuk ke dalam tubuh, virus berkembang biak di dinding tenggorokan dan dinding usus lalu menyebar ke organ yang disasar. Virus Coxsackie dan enterovirus tertentu memilih kulit dan selaput lendir mulut sehingga biasanya tangan, kaki, dan mulut yang diserang.

Penyebab PTKM yang paling sering adalah Coxsackie A16. Gangguannya ringan sehingga pasien cukup berobat jalan. Adapun penderita yang terserang Enterovirus 71 sering kali memerlukan perawatan karena kondisinya lebih berat. Di Indonesia, menurut Tumbelaka, yang umum menyerang adalah virus Coxsackie.

Gejala dan Ciri-ciri Flu Singapura

Gejala Flu singapura biasanya akan muncul 3 sampai 6 hari setelah anak terpapar atau terkena virus. Ini disebut masa inkubasi.  Gejala dan Ciri-ciri flu singapura lainnya yakni awal mulanya anak akan mengalami demam dengan suhu tubuh 101°F (38°C) sampai 103°F (39°C) disertai rewel atau lesu terkadang disertai pilek. Pada anak diatas balita biasanya mengeluh sakit tenggorokan, pada bayi mungkin akan menolak ASI atau tidak mau minum apalagi makan lantaran sakit menelan. Kemudian satu atau dua hari berikutnya, muncul bintik-bintik merah yang kemudian menjadi luka atau lecet di mulut (bibir dan pipi bagian dalam, langit-langit dan tenggorokan) mirip sariawan kecil-kecil dan banyak. Disamping itu muncul juga ruam berupa bintik-bintik merah datar atau timbul berisi cairan (vesikel) atau lepuhan, dan terkadang pecah menjadi lecet (ulkus). Ruam atau lepuhan ini biasanya terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki; dapat juga muncul pada lutut, siku, bokong atau daerah genital. Beberapa anak yang terinfeksi dengan virus flu singapura ini mungkin tidak mendapatkan semua gejala penyakit. Sebagian mungkin hanya mengalami ulkus mulut atau lepuhan pada kulit. Seperti halnya penyakit virus lainnya, penyakit flu singapura akan membaik sendiri tanpa pengobatan dalam kurun waktu 7-10 hari.

Cara merawat penyakit ini adalah dengan istirahat dalam jumlah cukup. Pasien umumnya akan membaik dalam waktu 7 – 10 hari. Pemberian cairan dalam jumlah cukup (dan multivitamin, jika perlu) untuk menguatkan imunitas tubuh anak. Kemungkinan dokter akan memberi antiseptik untuk daerah mulut, pereda nyeri dan demam, serta antivirus.

Beri anak cairan atau minuman dingin untuk membantu meredakan sakit tenggorokan. Minum harus banyak agar tidak terjadi dehidrasi. Jangan memberikan makanan atau minuman yang terasa asam atau pedas, kerupuk, keripik atau gorengan sejenis. Karena makanan ini bisa membuat sariawan lebih menyakitkan.

Untuk mengurangi resiko penyebaran Flu Singapura, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Mengisolasi penderita flu Singapura. Flu Singapura sangat mudah menular, oleh karena itu penderitanya disarankan untuk diisolasi hingga sembuh.
  • Membersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus. Bersihkan area-area yang dicurigai terkjontaminasi virus (pakaian, seprei, meja, peralatan makan) menggunakan air dan sabun, kemudian bersihkan lagi dengan pemutih klorin.
  • Cucilah tangan dengan bersih. Cobalah untuk mencuci tangan dengan bersih secara rutin, khususnya setelah buang air besar dan kecil, mengganti popok anak, menyiapkan makanan, dan sebelum makan.
  • Ajarkan cara menjaga kebersihan. Ajarkan pada anak bagaimana menjaga kebersihan anggota tubuhnya sendiri, sebab anak-anak di bawah 10 tahun rawan tertular flu Singapura.
  • Hindari berbagi peralatan maupun mencium anak yang sedang menderita flu Singapura.

Pencegahan Flu Singapura

Cara termudah adalah membiasakan anak mencuci tangan setiap kali dari kamar mandi, setelah bermain, dan sebelum makan. Penyakit ini juga mudah menyerang anak-anak yang kondisi tubuhnya sedang lemah. Karenanya, pastikan anak memenuhi jadwal makan hariannya dan cukup beristirahat

Sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah mengganti popok dan menggunakan toilet. Rajin membersihkan benda-benda yang sering disentuh termasuk mainan anak. Menghindari kontak dekat seperti mencium, memeluk, atau berbagi peralatan makan atau cangkir dengan orang-orang yang lagi sakit flu singapura.

#diperoleh dari berbagai sumber

1,360 total views, 2 views today