Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

BAHAYA PENYAKIT DARI GIGITAN NYAMUK

Gigitan nyamuk mungkin tidak hanya meninggalkan benjolan yang gatal dan menjengkelkan. Nyamuk dapat juga menularkan penyakit. Sifatnya yang berpindah-pindah dari satu tempat ketempat yang lain membuatnya menjadi sumber pembawa penyakit, khususnya penyakit menular.

Penyakit yang diakibatkan dari gigitan nyamuk diantaranya, virus nil barat atau west nile virus, chikungunya, encephalitis, demam berdarah, yellow fever, malaria dan kaki gajah. Namun, kabar baiknya adalah jika anda melindungi diri dari gigitan nyamuk, maka Anda juga mencegah penyakit dan garukan.

Nyamuk betina memerlukan protein untuk bertelur. Mereka mendapatkannya dengan menghisap darah makhluk berdarah panas, termasuk burung, kuda, dan orang. Ketika nyamuk menggigit hewan yang terinfeksi (atau pada beberapa kasus orang yang terinfeksi) dan kemudian menggigit anda, maka nyamuk dapat menularkan penyakit ke dalam darah anda melalui air liurnya.

Hampir semua penyakit dari gigitan nyamuk memiliki gejala yang sama, yakni demam, nyeri tubuh, ruam, dan sakit kepala. Kadang-kadang gejala-gejala ini dianggap flu. Sebagian besar kasus ringan akan sembuh dengan istirahat dan waktu. Ada vaksin dan obat-obatan yang dapat mengurangi kemungkinan Anda terkena beberapa penyakit ini, bahkan jika Anda digigit nyamuk.

West Nile Virus atau Virus Nil Barat

Kebanyakan orang yang terkena West Nile virus tidak mengalami gejala apapun. Sekitar 1 dari 5 penderita akan mengalami demam dan gejala flu lainnya. Rasa lemas dapat membutuhkan waktu beberapa bulan untuk sembuh. Beberapa orang dapat terkena infeksi lebih serius, yang menyebabkan pembengkakan otak, atau meningitis. Ada kemungkinan yang sangat kecil untuk meninggal akibat virus west nile ini.

WNV adalah arbovirus yang ditularkan nyamuk Culex dengan habitat awal virus adalah burung, lalu dipindahkan oleh nyamuk. WNV dapat berpindah melalui transfusi darah, transplantasi organ tubuh dan susu murni pada sejumlah kasus.

Encephalitis

Nyamuk dari genus Culex dapat menyebarkan penyakit encephalitis (radang otak). Encephalitis adalah suatu penyakit yang menyerang susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus. Ada beberapa macam encephalitis diantaranya Japanese Encephalitis dan St Louis Encephalitis. Berdasarkan penelitian tahun 1982 diketahui, vektor untuk Japanese Encephalitis adalah nyamuk Culex tritaeniorhyncus. Yaitu sejenis nyamuk Culex yang berkembang di daerah sekitar kandang ternak babi, sapi dan di sekitar sawah atau parit.

Nyamuk dapat menularkan virus yang menyebabkan peradangan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang Anda. Pembengkakan otak dengan infeksi West Nile yang serius merupakan salah satu jenis encephalitis. Salah satu jenis penyakit Encephalitis adalah Jepenese Encephalitis (JE). Encephalitis adalah suatu penyakit yang menyerang susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk genus Culex.

Dokter dapat memberikan obat untuk mengurangi demam dan sakit tenggorokan. Anda akan segera membutuhkan perawatan darurat untuk gejala-gejala berat (seperti kebingungan, kejang, dan kelemahan otot) untuk mencegah kerusakan otak dan komplikasi lain.

Virus Chikungunya

Virus chikungunya ditemukan terutama di Karibia dan Amerika Selatan, dan kini menyebar di Amerika Serikat. Chikungunya menyebabkan nyeri parah di sendi, yang dapat berlangsung beberapa minggu. Anda akan memerlukan istirahat dan cairan sampai gejalanya hilang. Dokter Anda mungkin juga menyarankan obat penghilang rasa sakit.

Sama dengan DBD, penyakit chikungunya dibawa oleh nyamuk dari genus yang sama, yaitu Aedes, tetapi jenis virusnya berbeda. Virus chikungunya termasuk arbovirus dari genus alphavirus, bentuknya bulat dikelilingi duri. Pembawa virus bisa di tubuh manusia, primata, mamalia lain, dan burung. Pengidap chikungunya biasanya merasakan adanya rasa linu di persendian semacam siku, lutut, lalu demam tinggi, dan juga muntah-muntah. Mimisan bisa terjadi pada pasien anak-anak. Daerah epidemi ditemukan di Afrika, India, Asia Tenggara, dan Filipina. Penyebaran virus chikungunya tidak ditularkan antar manusia, namun melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dengan masa inkubasi 1 – 12 hari.

Chikungunya adalah penyakit menular sejenis demam disertai nyeri otot yang bersifat epidemik dan endemic yang disebabkan oleh Alvavirus yang ditularkan oleh beberapa jenis nyamuk yaitu Ae. Aegypti, Aedes albopictus, Culex fatigans dan Mansonia sp.. Meski pun penyakit ini tidak mengakibatkan kematian, namun dapat menimbulkan rasa nyeri yang hebat di persendian tubuh bahkan seperti kelumpuhan dan dapat berlangsung selama 2 bulan.

Demam Berdarah

Demam Berdarah Dengaue adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus, yang ditandai demam mendadak 2-7 hari tanpa penyebab yang jelas, lemah, gelisah, nyeri ulu hati, disertai bintik perdarahan di kulit, kadang mimisan, muntah darah, bahklan dapat berakibat kematian.

Anda mungkin akan mengalami demam tinggi mendadak dan sedikit berdarah dari hidung atau gusi. Penyakit ini sangat tidak nyaman, tetapi anda mungkin tidak akan meninggal. Istirahat dan mengobati gejala adalah satu-satunya hal yang dapat anda lakukan untuk merawat demam berdarah.

Beberapa orang mengalami bentuk demam berdarah yang lebih parah, yang dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever. Jika pembuluh darah kecil menjadi bocor dan cairan mulai terkumpul di perut dan paru-paru, maka Anda segera membutuhkan perawatan medis.

Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang mengandung virus dengue dapat menyebabkan demam berdarah dengue (DBD) yang ditandai dengan demam mendadak 2-7 hari tanpa penyebab yang jelas. Tanda lainnya adalah lemah, gelisah, nyeri ulu hati, disertai bintik perdarahan di kulit, kadang mimisan, muntah darah, bahkan dapat berakibat kematian. Sasaran penderita DBD juga merata, mengena pada semua kelompok umur baik anak-anak maupun orang dewasa, baik masyarakat pedesaan maupun perkotaan, baik orang kaya maupun orang miskin, baik yang tinggal di perkampungan maupun di perumahan elite.

Yellow Fever

Kemungkinan anda terkena yellow fever adalah kecil, karena sebagian besar negara-negara di daerah tropis seperti Afrika dan Amerika memerlukan wisatawannya untuk divaksin yellow fever dahulu. Kebanyakan orang yang terkena yellow fever tidak merasakan apa-apa, tetapi beberapa mungkin merasa seperti mereka menderita flu ringan. Jika Anda mengalami gejala, Anda dapat meringankannya dengan istirahat, cairan, dan obat-obatan, walaupun Anda mungkin merasa lemah dan lelah selama beberapa bulan.

Sekitar 15% dari orang yang memiliki gejala ringan akan mengembangkan gejala-gejala parah setelah mereka mulai merasa lebih baik. Gejalanya antara lain demam tinggi, jaundice (kulit dan bagian putih mata Anda menjadi kuning), dan perdarahan. Penyakit ini dapat membuat hati dan ginjal gagal, dan hal itu bisa berakibat fatal.

Malaria

Malaria adalah penyakit gigitan nyamuk tertua, yang menyebabkan lebih dari 600.000 kematian di seluruh dunia setiap tahun. Tidak ada orang yang sakit akibat parasit malaria di Amerika Serikat sejak awal 1950-an. Tapi wabah kecil terjadi ketika orang yang terinfeksi di negara yang hangat dan basah kembali ke negara Amerika Serikat. Kasus malaria paling banyak terjadi di negara sekitar khatulistiwa seperti Afrika dan pulau-pulau tropis di Pasifik, seperti Papua Nugini.

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit jenis Plasmodium yang ditandai demam berkala, menggigil dan berkeringat, yang ditularkan oleh nyamuk genus Anopheles, juga penyakit ini dapat berakibat kematian. Pada saat ini nyamuk penular (vektor) malaria di Indonesia yang ditemukan sebanyak 19 spesies dari genus Anopheles, yang diduga sebagai vector penular malaria ada 4 spesies (yaitu An. sundaicus, An. subpictus, An. aconitus dan An. maculatus)

Nyamuk Anopheles bisa menyebabkan penyakit malaria. Nyamuk ini suka menggigit dalam posisi menungging alias posisi badan, mulut, dan jarum yang dibenamkan ke kulit manusia dalam keadaan segaris. Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit jenis plasmodium ditandai demam berkala, menggigil dan berkeringat. Penyakit ini dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya.

Pada saat ini nyamuk vektor malaria di Indonesia yang ditemukan sebanyak 19 spesies dari genus Anopheles. Empat di antaranya adalah Anopheles sundaicus, Anopheles subpictus, Anapheles aconitus, dan Anopheles maculatus.

Penyakit Kaki Gajah

Selain pembawa virus dan protozoa, di Indonesia hingga saat ini telah diketahui ada 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes, dan Armigeres yang dapat berperan sebagai pembawa larva cacing yang dapat menimbulkan penyakit kaki gajah (filariasis). Nyamuk Culex fatigan, dapat menyebarkan cacing jenis Wuchereria bancrofti. Nyamuk ini yang paling sering dijumpai di rumah-rumah. Nyamuk Mansonia, nyamuk ini berada di sekitar tanaman air, misalnya eceng gondok, cacing yang disebarkannya jenis Brugia malayi. Nyamuk Aedes dan Anopheles juga dapat menyebarkan cacing filaria di desa-desa.

Filariasis (penyakit kaki gajah) adalah penyakit menular yang disebabkan cacing yang ditularkan melalui gigitan berbagai jenis nyamuk. Cacing jenis Wuchereria bancrofti yang paling sering ditemukan di negeri tropis seperti Indonesia. Kemudian ada jenis lain bernama Brugia malayi merupakan jenis endemis di daerah pedesaan di India, Asia Tenggara, daerah pantai utara China dan Korea Selatan. Dan yang terakhir jenis Brugia timori yang banyak ditemukan di daerah pedesaan di Kepulauan Timor, Flores, Alor dan Roti di Tenggara Indonesia.

Penyakit kaki gajah bersifat menahun (kronis). Apabila tidak mendapat pengobat sesegera mungkin, bisa menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja optimal bahkan hidupnya bergantung pada orang lain.

Seseorang dapat tertular atau terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif, yaitu nyamuk yang mengandung larva stadium III (L3). Nyamuk tersebut mendapat cacing filarial kecil (mikrofilaria) sewaktu mengisap darah penderita yang mengandung mikrofilaria atau binatang reservoir yang mengandung mikrofilaria.

Siklus penularan penyakit kaki gajah ini melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk (vektor) dan tahap kedua perkembangan dalam tubuh manusia (hospes) dan reservoir. Apabila pasien menderita filariasis akut akan terlihat gejala klinis berupa demam berulang-ulang selama 3–5 hari. Demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat. Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit.

Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung (retrograde lymphangitis). Akibat seringnya menderita pembengkakan, kelenjar getah bening dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah. Terjadi pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema).

# diperoleh dari berbagai sumber

1,280 total views, 6 views today