Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

AKAR TIDAK TERLIHAT NAMUN MEMILIKI BANYAK MANFAAT

Tanaman obat ialah jenis tanaman yang berkhasiat sebagai penyembuh, dapat digunakan sebagai obat, dan secara empiris terbukti efektifitasnya. Secara naluriah, manusia akan berusaha untuk memelihara kesehatan dan mengobati penyakitnya. Usaha itu tentu menghasilkan temuan-temuan yang kemudian diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi menjadi suatu sistem kesehatan dan pengobatan yang baku. Hal ini telah terjadi selama berabad-abad, sejak masa prasejarah sampai masa sejarah.

Pada jaman Mesir kuno, para budak diberi ransum bawang setiap hari untuk membantu menghilangkan banyak penyakit demam dan infeksi yang umum terjadi pada masa itu. Sejak itu catatan pertama tentang penulisan tanaman obat dan berbagai khasiatnya telah dikumpulkan oleh orang-orang mesir kuno. Dimana saat itu para pendeta Mesir kuno telah melakukan dan mempraktekkan pengobatan herbal. Dari abad 1500 SM telah tercatat berbagai tanaman obat, termasuk jintan dan kayu manis.

Bangsa Yunani kuno juga banyak menyimpan catatan mengenai penggunaan tanaman obat yaitu Hyppocrates (Tahun 466 Sebelum Masehi), Theophrastus (Tahun 372 Sebelum Masehi) dan Pedanios Dioscorides (Tahun 100 Sebelum Masehi) membuat himpunan keterangan terinci mengenai ribuan tanaman obat dalam De Materia Medica. Orang-orang Yunani kuno juga telah melakukan pengobatan herbal. Mereka menemukan berbagai tanaman obat baru, seperti rosemary dan lavender pada saat mengadakan perjalanan ke berbagai daratan lain.

Sementara itu, di China, penggunaan tanaman obat berlangsung sekitar 3.000 tahun yang lalu, ketika muncul penyembuhan kerapuhan tulang oleh dukun Wu. Pada waktu itu, penyakit ini diyakini disebabkan oleh kekuatan jahat, sehingga menurut dukun Wu diperlukan obat dari tanaman untuk mengusir kekuatan jahat itu. Bahkan, bahan penyembuhan tertua dalam sejarah telah ditemukan di China, di mana makam seorang bangsawan Han ditemukan untuk menyimpan data medis yang ditulis pada gulungan sutra. Gulungan sutra berisi daftar 247 tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan yang digunakan dalam menyembuhkan penyakit.

Di Inggris, penggunaan tanaman obat dikembangkan bersamaan dengan didirikannya biara-biara di seluruh negeri. Setiap biara memiliki tamanan obat masing-masing yang digunakan untuk merawat para pendeta maupun para penduduk setempat. Pada beberapa daerah, khususnya Wales dan Skotlandia, orang-orang Druid dan para penyembuh Celtik menggunakan obat-obatan dalam perayaan agama dan ritual mereka. Pengetahuan tanaman obat semakin berkembang dengan terciptanya mesin cetak pada abad ke 15, sehingga penulisan mengenai Tanaman-Tanaman Obat dapat dilakukan.

Pengobatan tradisional sendiri menurut Undang-undang No 36/2009 tentang Kesehatan melingkupi bahan atau ramuan berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan. Sesuai dengan pasal 100 ayat (1) dan (2), sumber obat tradisional yang sudah terbukti berkhasiat dan aman digunakan akan tetap dijaga kelestariannya dan dijamin Pemerintah untuk pengembangan serta pemeliharaan bahan bakunya.

Dalam bagian tumbuhan hampir semua memili peran penting. Dari daun, batang, bunga hingga bagian yang tidak terlihat, yakni akar. Meskipun tidak muncul dipermukaan, akar pohon memiliki manfaat yang tidak kalah penting dengan bagian tumbuhan lainnya. Berikut terdapat beberapa akar pohon yang bermanfaat untuk pengobatan herbal.

Akar Pohon Aren

Seperti yang kita kenal Aren adalah tanaman yang banyak digunakan untuk menghasilkan gula merah yang berkelas, yang biasa disebut dengan gula aren, tanaman ini hampir dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Ternyata akar dari pohon aren juga memiliki khasiat pengobatan. Kandungan dari akar cabang aren adalah kalium dan silikat yang memiliki khasiat diuretika (memperlancar buang air kecil).

Akar Pohon Pepaya

Siapa yang tidak kenal tanaman yang satu ini, hampir semua bagian dari tanaman ini mempunyai kegunaan dan khasiat untuk mengobati berbagai penyakit, dimulai dari buah, daun, hingga akarnya. Akar pohon pepaya mengandung zat-zat papalna, kalium, midosim, papayatin, damar, dan tasin. Akar pepaya memiliki kemampuan untuk membasmi cacing yang merugikan dalam tubuh.

Akar Pohon Pule

Tanaman pule dapat ditemukan di berbagai daerah, terutama di pula Jawa. Akar dan pangkal batang pule ternyata banyak dimanfaatkan untuk bahan obat, kandungan zat yang terdapat pada akar pule diantaranya alkaloida agnalima dan alkaloida serpentina. Zat-zat yang terdapat pada akar dan pohon pule berkhasiat mengobati penyakit hipertensi.

Akar Tanaman Bengle

Bengle memang dikenal sebagai tanaman obat murni yang bisa mengobati banyak penyakit. Akar tanaman ini mengandung senyawa kimia seperti damar yang lunak, lemak, minyak atsiri, goun, gula, asam-asam organik, mineral dan abumivoida. Akarnya dapat dimanfaatkan sebagai penghangat badan.

Akar Temu Ireng ( Temu Hitam )

Tanaman ini dapat ditemukan hampir di seluruh daerah di Indonesia. Senyawa kimia dari akar tunggal temu ireng adalah minyak atsiri. Akar tanaman ini berkhasiat untuk bahan obat gosok untuk mengobati badan pegal dan penyakit rematik.

Akar dan Rimpang Kunyit

Kandungan senyawa-senyawa kimia kunyit diantaranya minyak atsiri, hidrat arang, damar, goum, dan pati sangat baik sekali untuk digunakan sebagai obat diare, karnimative, stabisida, dan kologoga.

Rimpang Temu Giring

Jenis temu yang satu ini rimpangnya memiliki khasiat untuk mengobati penyakit cacingan atau dalam ilmu kedokteran di kenal sebagai obat antelmintika.

Rimpang Temu Lawak

Temu lawak juga merupakan tanaman obat yang sangat familiar di Indonesia dan tanaman ini telah banyak diekstrak secara modern dan dipasarkan sebagai obat atau suplemen. Kandungan zat penting pada rimpang temu lawak diantaranya minyak atsiri, yang memiliki khasiat sebagai obat antispasmodik saluran cerna (anti kejang) dan kolagoga.

Rimpang Laos

Kandungan senyawa-senyawa kimia dari Laos diantaranya kaunferida, hablur, golangin, hablur kuning, dan minyak atsiri kuning. Laos memiliki khasiat karavinativa, obat panu (anti jamur).

Akar Alang-alang

Tanaman ini bisanay dianggap sebagai tanaman pengganggu, karena dapat tumbuh liar dan menjadi semak, namun ternyata akar alang-alang memiliki khasiat untuk mengobati penyakit tertentu. Kandung zat dari akar alang-alang diantaranya damar, asam kermik, dan logam alkali memiliki khasiat sebagai diuretika (memperlancar buang air seni).

Rimpang Jahe

Jahe mengandung senyawa kimia seperti minyak atsiri, zigibetol, borneol, zigiberin, zingeton, falandren, sineol, kanfen, damar, pati, okoresim, asam organik, dan gingerim. Khasiat rimpang jahe diantaranya sebagai membuang gas perut (mengurangi kembung), memperlancar keluarnya keringat, dan meningkatkan gairah dan tenaga.

Rimpang Kencur

Kencur telah digunakan sebagai bahan jamu atau obat sejak dahulu, kandungan zat kimia berkhasiat seperti minyak atsiri, kanferin, alkalaoida, goum dan mineral pati sangat baik untuk mengobati perut kembung, mengencerkan dahak, melancarkan keringat, dan meningkatkan stamina secara umum.

#diperoleh dari berbagai sumber

845 total views, 1 views today