Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

PENGALAMAN SEBAGAI PERAWAT POLIKLINIK BEDAH DALAM MERAWAT OSTOMATE

Saya seorang perawat. Saat ini bertugas di poliklinik bedah.  Setiap hari menangani berbagai macam  kondisi pasien.  Setiap pasien mendapatkan perlakuan sesuai kondisinya, penanganan ringan hingga berat. Keikhlasan menjalani pekerjaan yang berhadapan dengan luka, kotoran, dan darah memberikan banyak pelajaran hidup yang berharga. Saya akan menceritakan sebuah peristiwa ketika menangani pasien stoma.

Suatu siang saat saya sedang sibuk di poliklinik bedah mengganti verband, telepon berdering, dokter spesialis anak menelpon dan menanyakan  kesanggupan poli bedah untuk bisa atau tidaknya mengganti kantong stoma pasien beliau. Dan saya yakinkan bahwa kami di poli bedah insyaallah siap dan sanggup melakukan permintaan beliau. Saya meminta dokter spesialis anak tersebut untuk meresepkan kantong stoma 5pcs untuk 1 bulan.

Apa itu stoma?  Banyak yang bertanya dan kurang memahami tentang stoma. Stoma adalah lubang buatan pada perut berupa usus yg dikeluarkan untuk mengalirkan feses.
Anak tersebut disebut ostomate. Ostomate adalah sebutan bagi pasien yang memiliki stoma.

Dengan bekal belajarku sebagai certified stoma therapys saya harap bisa membantu adik ini, ia dioperasi sejak usia 4 hari, karena hirscprung. Hirschprung adalah kelainan usus sejak lahir dimana terdapatnya penyumbatan pada usus besar karena otot dalam usus tidak bergerak dengan sempurna dan sel saraf pada usus berhenti berkembang sehingga tidak dapat mendorong feses keluar.

Sambil saya mempersiapkan alat yg diperlukan, terlebih dahulu saya mengkaji kondisi bayi ostomate yang masih berusia satu bulan ini. Lalu sang ibu dengan nada sedih dan suara yg bergetar bercerita. Beliau merasa kebingungan dengan kondisi kantong BAB yang selalu bocor, dalam satu hari bisa ada 2 kali ganti kantong, sedangkan dari rs tempat anakya diooperasi  hanya mendapatkan stok sebanyak 4pcs untuk satu bulan, sang ibu pernah beberapa kali membeli kantong dengan harga perkantong sekitar Rp.45.000. Saya mendengarkan dengan seksama, saya akan berusaha sesuai kemampuan untuk mencari solusi agar pasien dapat terbantukan.

 

Tindakan selanjutnya yang saya lakukan setelah mengamati stoma, saya membuka kantong stoma yg sudah bocor secara perlahan dengan mengusahakan seminimal mungkin rasa sakit. Bayi ostomate ini menangis terus menerus, setelah saya lihat ternyata iritasi sekitar stoma lah yg membuat adik ini menangis kesakitan.  Saya bayangkan  bagaimana perihnya luka lecet, itulah kiranya yang dirasakannya.  

Selanjutnya saya membersihkan feses sekitar stoma dengan air hangat secara perlahan hingga benar benar bersih dan kering. Sayang sekali sedang tidak ada topical terapy untuk mengatasi kondisi luka sekitar stomanya di poliklinik, dan saya belum bisa berbuat banyak hari itu. Yang dapat saya lakukan hanya mengaplikasikan kantong stoma dengan merk yang berbeda dari yang sebelumnya.

Pikir saya kala itu adalah pasien membutuhkan  hidrokoloid pasta tapi poliklinik tidak tersedia dan bila meminta dari depo obat, harus melewati birokrasi permintaan alkes (alat kesehatan) dan tidak bisa langsung tersedia di depo obat. Sedangkan pasien perlu tindakan cepat dan tepat. Dengan berbagai pertimbangan, saya hanya melakukan tindakan mengganti kantongnya dengan yang baru. Dan berharap dengan kantong baru semoga bertahan lebih lama dengan tambalan plester disekelilingnya.

Saya berikrar sebagai stoma therapys untuk siap dihubungi dan menjawab kerisauan ostomate 24 jam, maka ibu dari pasien tersebut saya berikan nomor HP saya,  bila sewaktu waktu kantong bocor dan sang ibu mengalami kesulitan dalam merawat stoma anaknya ia dapat segera menghubungi. Dan dugaan saya benar keesokan harinya sang ibu menghubungi saya mengabarkan kantongnya bocor. Saya minta pasien untuk dibawa kembali ke RS esok harinya. Segera setelah mendapatkan kabar dari ibu pasien, saya melakukan order hidrokoloid pasta dan menyiapkannya untuk tindakan berikutnya bagi pasien.

Alhamdulillah dengan bantuan Allah dana untuk pembelian pasta saya dapatkan dari hamba Allah yang bersedia menyumbang setelah saya ceritakan kondisi salah satu pasien saya tersebut

Tibalah hari sabtu, meskipun bukan jadwal praktek saya di poliklinik bedah, namun tidak ada kata malas untuk melayani pasien ostomate dengan kondisi darurat. Pasien telah datang dan saya menyiapkan peralatan yg dibutuhkan, dilanjutkan dengan membersihkan area stoma. Kantong yang bocor diganti dengan kantong baru. Saya modifikasikan kantong dengan mengaplikasikan hidrokoloid pasta. Semoga kantong bisa awet dan tidak cepat bocor. Iritasi pun bisa cepat membaik.

Sepanjang perlakuan yang saya kerjakan, sang ibu tak hentinya mengucapkan terimakasih yang tulus dan dalam. Ada perasaan yang sulit terucap, sebagai manusia saya merasa sangat bersyukur dapat membantu mengaplikasikan ilmu. Sang ibu mengaku merasa lebih tenang sejak diberi jalan oleh Allah untuk datang ke RS Dompet Dhuafa ini. Satu hal yang beliau sayangkan, di RS sebelumnya beliau hanya bertemu dokter bedah satu kali pada saat operasi. Selanjutnya beliau merasa sulit untuk bertemu dokter, karena dokter tersebut sibuk operasi dan pasiennya sangat banyak.

Setiap datang konsultasi, suster perawat hanya meresepkan kantong saja. Tanpa melihat kondisi stoma anaknya. Kondisi yang saya temui sebelum dilakukan tindakan adalah luka jahitan yang masih belum terangkat meski sudah hampir satu bulan, dan ada iritasi sekitar stoma. Alhamdulillah kini sudah teratasi. Saya tetap memotivasi sang ibu untuk datang kontrol bertemu dokter karena itu adalah salah satu hak pasien.

Juga  untuk memastikan kapan jadwal penutupan stoma anaknya serta meminta penjelasan yang sejelas jelasnya terkait penyakit yang dialami anaknya, saya sampaikan salam untuk dokter bedah tersebut melalui sang ibu, sebagai perantara silaturahmi. Bagi setiap dokter bedah RS manapun, jangan pernah  ragu untuk merefer pasien stoma yg membutuhkan perawatan, poliklinik bedah RS Dompet Dhuafa siap membantu.

Sekian pengalaman saya.

 Untuk kawan sejawat , mungkin berpikir tentang bahwa apa yg saya lakukan sehari hari adalah hal yang menjijikkan. Saya menangani luka, segala macam bau-bauan, feses, urin, dan berbagai macam kotoran di poliklinik bedah. Ini adalah amanat Allah. Saya ikhlas dan apabila dilakukan dengan cinta, bergelut didalamnya menjadi luar biasa. Harapan besar, doa dan tawakal agar yang bau menjadi harum, luka iritasi menjadi sembuh, dan segala kotoran menjadi bersih. Setiap profesi memiliki kepuasan terhadap pencapaian nuraninya masing masing.

Salam Cinta dari Perawat stoma Indonesia.

PENGALAMAN SEBAGAI PERAWAT POLIKLINIK BEDAH DALAM MERAWAT OSTOMATE

Saya seorang perawat. Saat ini bertugas di poliklinik bedah.  Setiap hari menangani berbagai macam  kondisi pasien.  Setiap pasien mendapatkan perlakuan sesuai kondisinya, penanganan ringan hingga berat. Keikhlasan menjalani pekerjaan yang berhadapan dengan luka, kotoran, dan darah memberikan banyak pelajaran hidup yang berharga. Saya akan menceritakan sebuah peristiwa ketika menangani pasien stoma.

Suatu siang saat saya sedang sibuk di poliklinik bedah mengganti verband, telepon berdering, dokter spesialis anak menelpon dan menanyakan  kesanggupan poli bedah untuk bisa atau tidaknya mengganti kantong stoma pasien beliau. Dan saya yakinkan bahwa kami di poli bedah insyaallah siap dan sanggup melakukan permintaan beliau. Saya meminta dokter spesialis anak tersebut untuk meresepkan kantong stoma 5pcs untuk 1 bulan.

Apa itu stoma?  Banyak yang bertanya dan kurang memahami tentang stoma. Stoma adalah lubang buatan pada perut berupa usus yg dikeluarkan untuk mengalirkan feses.
Anak tersebut disebut ostomate. Ostomate adalah sebutan bagi pasien yang memiliki stoma.

Dengan bekal belajarku sebagai certified stoma therapys saya harap bisa membantu adik ini, ia dioperasi sejak usia 4 hari, karena hirscprung. Hirschprung adalah kelainan usus sejak lahir dimana terdapatnya penyumbatan pada usus besar karena otot dalam usus tidak bergerak dengan sempurna dan sel saraf pada usus berhenti berkembang sehingga tidak dapat mendorong feses keluar.

Sambil saya mempersiapkan alat yg diperlukan, terlebih dahulu saya mengkaji kondisi bayi ostomate yang masih berusia satu bulan ini. Lalu sang ibu dengan nada sedih dan suara yg bergetar bercerita. Beliau merasa kebingungan dengan kondisi kantong BAB yang selalu bocor, dalam satu hari bisa ada 2 kali ganti kantong, sedangkan dari rs tempat anakya diooperasi  hanya mendapatkan stok sebanyak 4pcs untuk satu bulan, sang ibu pernah beberapa kali membeli kantong dengan harga perkantong sekitar Rp.45.000. Saya mendengarkan dengan seksama, saya akan berusaha sesuai kemampuan untuk mencari solusi agar pasien dapat terbantukan.

 

Tindakan selanjutnya yang saya lakukan setelah mengamati stoma, saya membuka kantong stoma yg sudah bocor secara perlahan dengan mengusahakan seminimal mungkin rasa sakit. Bayi ostomate ini menangis terus menerus, setelah saya lihat ternyata iritasi sekitar stoma lah yg membuat adik ini menangis kesakitan.  Saya bayangkan  bagaimana perihnya luka lecet, itulah kiranya yang dirasakannya.  

Selanjutnya saya membersihkan feses sekitar stoma dengan air hangat secara perlahan hingga benar benar bersih dan kering. Sayang sekali sedang tidak ada topical terapy untuk mengatasi kondisi luka sekitar stomanya di poliklinik, dan saya belum bisa berbuat banyak hari itu. Yang dapat saya lakukan hanya mengaplikasikan kantong stoma dengan merk yang berbeda dari yang sebelumnya.

Pikir saya kala itu adalah pasien membutuhkan  hidrokoloid pasta tapi poliklinik tidak tersedia dan bila meminta dari depo obat, harus melewati birokrasi permintaan alkes (alat kesehatan) dan tidak bisa langsung tersedia di depo obat. Sedangkan pasien perlu tindakan cepat dan tepat. Dengan berbagai pertimbangan, saya hanya melakukan tindakan mengganti kantongnya dengan yang baru. Dan berharap dengan kantong baru semoga bertahan lebih lama dengan tambalan plester disekelilingnya.

Saya berikrar sebagai stoma therapys untuk siap dihubungi dan menjawab kerisauan ostomate 24 jam, maka ibu dari pasien tersebut saya berikan nomor HP saya,  bila sewaktu waktu kantong bocor dan sang ibu mengalami kesulitan dalam merawat stoma anaknya ia dapat segera menghubungi. Dan dugaan saya benar keesokan harinya sang ibu menghubungi saya mengabarkan kantongnya bocor. Saya minta pasien untuk dibawa kembali ke RS esok harinya. Segera setelah mendapatkan kabar dari ibu pasien, saya melakukan order hidrokoloid pasta dan menyiapkannya untuk tindakan berikutnya bagi pasien.

Alhamdulillah dengan bantuan Allah dana untuk pembelian pasta saya dapatkan dari hamba Allah yang bersedia menyumbang setelah saya ceritakan kondisi salah satu pasien saya tersebut

Tibalah hari sabtu, meskipun bukan jadwal praktek saya di poliklinik bedah, namun tidak ada kata malas untuk melayani pasien ostomate dengan kondisi darurat. Pasien telah datang dan saya menyiapkan peralatan yg dibutuhkan, dilanjutkan dengan membersihkan area stoma. Kantong yang bocor diganti dengan kantong baru. Saya modifikasikan kantong dengan mengaplikasikan hidrokoloid pasta. Semoga kantong bisa awet dan tidak cepat bocor. Iritasi pun bisa cepat membaik.

Sepanjang perlakuan yang saya kerjakan, sang ibu tak hentinya mengucapkan terimakasih yang tulus dan dalam. Ada perasaan yang sulit terucap, sebagai manusia saya merasa sangat bersyukur dapat membantu mengaplikasikan ilmu. Sang ibu mengaku merasa lebih tenang sejak diberi jalan oleh Allah untuk datang ke RS Dompet Dhuafa ini. Satu hal yang beliau sayangkan, di RS sebelumnya beliau hanya bertemu dokter bedah satu kali pada saat operasi. Selanjutnya beliau merasa sulit untuk bertemu dokter, karena dokter tersebut sibuk operasi dan pasiennya sangat banyak.

Setiap datang konsultasi, suster perawat hanya meresepkan kantong saja. Tanpa melihat kondisi stoma anaknya. Kondisi yang saya temui sebelum dilakukan tindakan adalah luka jahitan yang masih belum terangkat meski sudah hampir satu bulan, dan ada iritasi sekitar stoma. Alhamdulillah kini sudah teratasi. Saya tetap memotivasi sang ibu untuk datang kontrol bertemu dokter karena itu adalah salah satu hak pasien.

Juga  untuk memastikan kapan jadwal penutupan stoma anaknya serta meminta penjelasan yang sejelas jelasnya terkait penyakit yang dialami anaknya, saya sampaikan salam untuk dokter bedah tersebut melalui sang ibu, sebagai perantara silaturahmi. Bagi setiap dokter bedah RS manapun, jangan pernah  ragu untuk merefer pasien stoma yg membutuhkan perawatan, poliklinik bedah RS Dompet Dhuafa siap membantu.

Sekian pengalaman saya.

 Untuk kawan sejawat , mungkin berpikir tentang bahwa apa yg saya lakukan sehari hari adalah hal yang menjijikkan. Saya menangani luka, segala macam bau-bauan, feses, urin, dan berbagai macam kotoran di poliklinik bedah. Ini adalah amanat Allah. Saya ikhlas dan apabila dilakukan dengan cinta, bergelut didalamnya menjadi luar biasa. Harapan besar, doa dan tawakal agar yang bau menjadi harum, luka iritasi menjadi sembuh, dan segala kotoran menjadi bersih. Setiap profesi memiliki kepuasan terhadap pencapaian nuraninya masing masing.

Salam Cinta dari Perawat stoma Indonesia.

 

 

1,194 total views, 1 views today