Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

IMUNISASI: DITINJAU DARI MANFAAT

Poliomielitis atau yang biasa kita kenal dengan polio memang termasuk penyakit yang berbahaya. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan pada manusia, menyerang pada tangan, kaki dan bahkan organ pernafasan. Penyakit ini pun disebabkan virus poliomielitis yang masuk ke tubuh melalui mulut, dan menginfeksi saluran usus. Virus ini juga bisa memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan (paralisis).

Sejak 23 Januari 2016 lalu, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menerbitkan fatwa halal terhadap proses dan kegiatan imunisasi untuk balita atau anak-anak. Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF mengungkapkan, fatwa halal tersebut adalah salah satu upaya MUI untuk menyadarkan masyarakat jika imunisasi penting.

Mengingat masih cukup banyaknya perdebatan tentang halal atau haramnya imunisasi, Hasanuddin pun mengatakan, pada dasarnya, imunisasi boleh saja dilakukan atau tidak haram. “Selama punya maslahat,” jelasnya saat memberi sambutan dalam acara Pertemuan Nasional Sosialisasi Fatwa MUI tentang Imunisasi di Bogor, 21 Februari lalu.

Berikut beberapa jenis vaksin imunisasi lengkap dan manfaat imunisasi yang diberikan antara lain adalah :

1. BCG (Bacille Calmette-Guérin)

Manfaat: Mencegah penyakit tuberkulosis atau TB (bukan lagi disingkat TBC), yaitu infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain dan ditularkan orang keorang.

Waktu pemberian imunisasi ini adalah sejak bayi lahir. Catatan khusus: Bila mama ketinggalan dan umur si kecil sudah lebih dari 3 bulan, harus dilakukan uji tuberkulin terlebih dulu. Uji ini untuk mengetahui apakah di dalam tubuh anak sudah terdapat bakteri penyebab TB atau tidak. BCG baru bisa diberikan, bila uji tuberkulin negatif.

2. Hepatitis B

Manfaat: Melindungi tubuh dari virus Hepatitis B, yang bisa menyebabkan kerusakan pada hati. Pemberian imunisasi Hepatitis B ini dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 bulan, lalu saat 3 – 6 bulan. Catatan khusus: Jarak antara pemberian pertama dengan kedua minimal 4 minggu.

3. Polio

Manfaat: Melindungi tubuh terhadap virus polio, yang menyebabkan kelumpuhan.
Waktu pemberian Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama setelah lahir. Selanjutnya, vaksin ini diberikan tiga kali, yakni saat bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan. Catatan khusus: Pemberian vaksin ini harus diulang (boost) pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

4. DTP (Diphteria, Tetanus, Pertussis)

Manfaat: Mencegah tiga jenis penyakit, yaitu difteri (infeksi saluran pernapasan yang disebabkan bakteri), tetanus (infeksi bakteri pada bagian tubuh yang terluka), dan pertusis (batuk rejan, biasanya berlangsung dalam waktu yang lama). Waktu pemberian pertama kali diberikan saat bayi berumur lebih dari enam minggu. Pemberian selanjutnya pada usia 4 dan 6 bulan. Catatan khusus: Ulangan DTP diberikan umur 18 bulan dan 5 tahun. Pada usia 12 tahun, vaksin ini diberikan lagi, biasanya di sekolah.

5. Campak

Manfaat: Melindungi anak dari penyakit campak yang disebabkan virus. Waktu pemberian pertama kali diberikan saat anak umur 9 bulan. Campak kedua diberikan pada saat anak SD kelas 1 (6 tahun). Catatan khusus: Jika belum mendapat vaksin campak pada umur 9 bulan, anak bisa diberikan vaksin kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (MMR atau Measles, Mumps, Rubella) di usia 15 bulan.

Tujuan imunisasi merupakan upaya yang dilakukan untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu. Inilah yang dimaksud dengan pentingnya imunisasi bagi anak bayi buah hati kita semuanya.

Berikut jadwal pemberian vaksinasi imunisasi yang pokok yaitu :

  1. Bayi Umur < 7 Hari : Hepatitis B (Hb)0.
  2. 1 Bulan : BCG, Polio 1
  3. 2 Bulan : DPT / HB1, Polio 2.
  4. 3 Bulan : DPT / HB2, Polio 3.
  5. 4 Bulan : DPT / HB3, Polio 4.
  6. 9 Bulan : Campak.

Efek Samping Pemberian Imunisasi

Imunisasi kadang mengakibatkan efek samping. Ini adalah tanda baik yang membuktikan vaksin betul-betul bekerja secara tepat. Bagi bunda para orang tua yang memiliki anak bayi atau balita dan ingin mengimunisasi anak bayi buah hati maka tidak perlu khawatir. Efek samping yang ditimbulkan setelah imunisasi tidak berbahaya.

Selain itu tidak semua anak akan mengalami demam setelah imunisasi karena hal ini juga dipengaruhi oleh daya tahan tubuh anak. Oleh karena itu, sebelum membawa anak anda untuk diimunisasi, pastikan terlebih dahulu buah hati kita berada dalam kondisi yang sehat dan siap untuk diimunisasi.

Berikut beberapa efek dampak imunisasi yang umum terjadi antara lain adalah sebagai berikut :

  • BCG, dua minggu setelah imunisasi terjadi pembengkakan kecil dan merah di tempat suntikan, seterusnya timbul bisul kecil dan menjadi luka parut.
  • DPT, umumnya bayi menderita panas sore hari setelah mendapatkan imunisasi, tetapi akan turun dalam 1 – 2 hari. Di tempat suntikan merah dan bengkak serta sakit, walaupun demikian tidak berbahaya dan akan sembuh sendiri.
  • Campak, panas dan umumnya disertai kemerahan yang timbul 4 – 10 hari setelah penyuntikan.

Tips Cara Kiat Mengatasi Panas Demam Pada Anak Setelah Imunisasi

Penyebab panas demam pasca imunisasi pada bayi anak adalah respon tubuh terhadap vaksin yang diberikan. Vaksin yang dilemahkan akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi melalui serangkaian proses. Demam pasca imunisasi adalah demam ringan yang timbul setelah anak mendapatkan imunisasi. Biasanya demam yang timbul bersifat ringan dan tidak pernah mencapai suhu lebih dari 38,5 derajat Celsius. Bagi para orang tua bunda berikut beberapa cara dan tips atasi demam efek dari pemberian imunisasi antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Apabila bayi anak demam, maka berikan obat penurun demam dengan dosis yang tepat sesuai anjuran dokter agar suhu tubuh menjadi normal kembali.
  2. Kompres bayi anak dengan air hangat untuk mengurangi resiko kejang-kejang dibandingkan dengan menggunakan air dingin.
  3. Kompres dengan air dingin bagian tubuh yang disuntik untuk mengurangi nyeri dan bengkak yang timbul.
  4. Apabila anak bunda masih bayi, berikan ASI sesering mungkin karena ASI memiliki zat yang dapat mengurangi peningkatan suhu tubuh. Sedangkan apabila buah hati bunda sudah tidak dalam usia menyusui, berikan banyak air putih untuk mengurangi demam.
  5. Apabila buah hati menunjukkan gejala yang lebih serius tak lama setelah diimunisasi seperti sulit bernapas, gatal dan bintik-bintik, jantung berdebar, atau hilang kesadaran, segera periksakan buah hati ke dokter.

#diperoleh dari berbagai sumber

972 total views, 1 views today