Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

PERAWATAN BAYI BARU LAHIR

Bayi baru lahir adalah bayi yang baru dilahirkan dengan batas usia 0 – 28 hari atau biasa disebut neonates. Bunda, kenalilah tanda-tanda bayi lahir sehat, yaitu: (1) bayi lahir langsung menangis, (2) tubuh bayi kemerahan, (3) bayi bergerak aktif, (4) bayi menyusu dari payudara ibu dengan kuat, dan (5) berat lahir 2.500 – 4.000 gram. Setelah kita mengetahui bayi kita sehat, maka kita dapat melakuakn perawatan yang tepat kepada bayi kita. Karena perawatan bayi sehat tentunya akan berbeda dengan bayi yang tidak sehat. Apa saja yang perlu dilakukan dalam merawat bayi baru lahir?

1.       Menyusui bayi untuk memberi nutrisi.

Waktu pemberian ASI dapat dilakukan berdasarkan permintaan bayi (on demand) atau semau bayi, atau minimal 2 jam sekali. ASI diberikan eksklusif, yaitu bayi hanya minum ASI saja tanpa tambahan apapun hingga bayi berusia 6 bulan. Karena pada usia tersebut, lambung bayi belum kuat mencerna makanan dengan tekstur selain ASI.

Manakah yang lebih baik, ASI atau susu formula? Kita tidak dapat membandingkan keduanya, karena jelas perbedaannya. ASI adalah pemberian alamiah oleh Allah dengan kualitas yang tidak diragukan dan tidak tertandingi. Gizinya pun sempurna, banyak kandungan ASI yang tidak dimiliki oleh susu formula. Selain itu, tidak pernah ditemukan kasus alergi pada pemberian ASI, misal gangguan saluran napas, diare.

Wajarkah jika bayi gumoh atau muntah setelah menyusu? Perlu digarisbawahi bahwa gumoh adan muntah adalah dua hal yang berbeda. Gumoh terjadi pada selang waktu yang dekat setelah pemberian ASI. Gumoh itu sendiri merupakan bentuk alami adapatasi bayi. Atau karena terlalu banyak udara yang masuk bersamaan dengan ASI. Menepuk-nepuk punggung bayi dapat membantu bayi mengeluarkan udara dalam bentuk sendawa. Sedangkan muntah terjadi cukup lama setelah bayi menyusu. Kasus muntah seringkali terjadi pada pemberian susu formula.

2.       Jaga kebersihan bayi.

Kulit manusia harus dibersihkan, karena merupakan “makanan empuk” bagi kuman-kuman kulit. Bayi baru lahir minimal dimandikan sehari sekali karena ia belum tahan dingin. Entah dengan cara berendam di bak mandi atau dilap dengan waslap basah yang sudah diberi sabun bayi.

Agar kulit tetap lembab dan terhindar dari kekeringan, dianjurkan memakai baby oil. Untuk mencegah munculnya biang keringat, atur temperatur ruangan/kamar bayi senyaman mungkin. Jangan sampai bayi kepanasan. Jika tak punya AC, ventilasi kamar harus baik.

Jangan gunakan bedak tabur untuk biang keringat, pada jam-jam yang banyak mengeluarkan keringat seperti siang hari, lap bagian tubuh yang banyak keringat dengan kapas yang dibasahi air hangat atau tisu basah non-alkohol. Lakukan sesering mungkin pada bayi yang banyak biang keringat, terutama di daerah-daerah lipatan. Lalu keringkan tubuh bayi.

Bayi minimal dimandikan sehari sekali dengan air hangat-hangat kuku. Mengapa perlu dengan air hangat? Karena sebelum ia lahir, ia masih dilindungi oleh air ketuban yang menjaganya tetap hangat. Ketika ia lahir, ia masih perlu menyesuaikan tubuhnya dengan suhu lingkungan.

3.       Pencegahan infeksi

Sesaat setelah lahir, lakukan pencegahan infeksi kuman pada bayi, yaitu pertama dengan pemberian salep mata/tetes mata (2 tetes) dari tenaga kesehatan. Saat bayi lahir normal melalui jalan lahir ibu, kita tidak tahu si ibu mengidap penyakit apa (terutama penyakit kelamin). Penyakit ini sangat mudah menyerang bayi terutama pada jaringan mukosa seperti mata. Kedua, bayi mendapatkan suntikan vitamin K1 dengan dosis 0,25 – 1 mg, fungsinya mencegah perdarahan pada bayi. Kebanyakan kasus perdarahan pada bayi adalah perdarahan tali pusat dan intrakranial (otak). Terkadang bayi mengalami beberapa trauma di jalan lahir. Ketiga, bayi mendapatkan imunisasi HB-0 (hepatitis pertama) sebelum bayi berumur 24 jam sampai 7 hari. Mengingat pentingya pencegahan infeksi ini, ibu sangat dianjurkan untuk dapat melakukan persalinan dengan bantuan tenaga kesehatan. Persalinan dengan bantuan ‘Mak Paraji’ bisa saja dilakukan, namun ibu dan bayi tidak dapat memperoleh tindakan pencegahan infeksi dengan segera.

4.       Perawataan tali pusat

Prinsipnya, jaga tali pusat selalu bersih, kering, dan biarkan terbuka (jangan dibungkus). Jika kotor, bersihkanlah dengan kain bersih dan air matang. Perawatan menggunakan alkohol ataupun betadine, dan penutupan tali pusat sudah tidak dianjurkan lagi. Karena hal tersebut malah akan membuat tali pusar menjadi lembab. Alkohol yang sifatnya dingin juga cenderung membuat bayi hipotermia (kedinginan). Jangan diberi ramuan apapun, apabila kebersihannya tidak terjamin. Umumnya, tali pusat akan putus antara 1-2 minggu setelah kelahiran, tapi bisa juga terjadi lebih dini atau lebih lambat. Kecepatan puput tali pusat dipengaruhi oleh perawatannya.

Bagaimana dengan pemberian koin, bolehkah? Perlakuan ini biasa dilakukan oleh para ibu turun temurun untuk menjaga estetika bayi supaya pusar tidak ‘bodong’. Boleh saja, selama si ibu memastikan koin yang digunakan bersih sehingga bayi terhindar dari infeksi.

5.       Jaga kehangatan bayi.

Mandikanlah bayi baru lahir setelah 6 jam. Kemudian bungkuslah bayi dengan kain kering. Gantilah kainnya jiika basah. Jika berat lahir kurang dari 2.500 gram, lakukan Metode Kangguru. Jangan tidurkan bayi ditempat dingin atau banyak angin.

Perlukan bayi dijemur? Sinar matahari di bawah pukul jam 9 bagus untuk kesehatan bayi. Di dalamnya terdapat pro vitamin D yang baik untuk tulang. Seperti halnya tanaman, tanaman yang selalu disiram tetapi tidak terkena sinar matahari, akan terlihat pucat. Bayi pun demikian. Hindarilah sinar matahari lebih dari jam 9, karena suhunya sudah meningkat dan menjadi terlalu panas bagi kulit bayi.

Bunda, penting juga untuk mengetahui tanda bayi sakit berat. Segera bawa ke bidan/dokter/perawat jika muncul tanda-tanda tersebut, agar tidak terlambat ditangani. Catat kedua belas tanda berikut ya, Bunda.

  1. Tidak dapat menyusu karena nafsu makan menurun.
  2. Mengantuk atau tidak sadar. Bayi menjadi lebih banyak tidur.
  3. Nafas cepat (lebih dari 60 kali per menit).
  4. Tangisannya merintih, karena sambil menahan rasa sakit.
  5. Tarikan dinding dada bagian bawah (retraksi) seperti terengah-engah.
  6. Tampak biru pada ujung jari tangan dan kaki atau bibir, bisa berarti hipotermi atau indikasi awal penyakit jantung. Bayi biru kedinginan akan kembali memerah setelah dihangatkan. Sedangkan bayi dengan penyakit jantung akan tetap biru pada suhu lingkungan berapapun.
  7. Kejang. Gerakan bayi umumnya tidak teratur, sedangkan gerakan kejang teratur dan sering.
  8. Badan bayi kuning karena kadar bilirubin tinggi.
  9. Kaki dan tangan terasa dingin.
  10. Demam, suhu bayi di atas 37,5 derajat Celcius.
  11. Tali pusat kemerahan sampai dinding perut, bahkan berbau, merupakan ciri bayi terkana infeksi
  12. Mata bayi bernanah banyak, bukan belekan. Belekan berwarna putih yang merupakan sekret yang wajar dikeluarkan dari mata bayi. Sedangkan nanah berwarna kuning pekat.

Sulitkah cara perawatan bayi baru lahir di atas? Tentunya mudah selama dilakukan dengan penuh keikhlasan dari ibu.

*Materi ini disiarkan bersama narasumber Bidan Niken Desna (Bidan Rumah Sehat Terpadu) pada segmen OASE – Healthy Life Style di Radio Swaracinta 107.7 FM

845 total views, 2 views today