Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

Archive for May 2016

Mei 30, 20161 year ago

SIAP UNTUK BULAN SUCI

Bulan ramadhan atau biasa masyarakat menyebutnya sebagai bulan suci adalah dimana semua masyarakat muslim melaksanakan ibadah puasa dari terbitny sang fajar hingga terbenamnya mtahari. Bulan ini dilaksanakan satu tahun satu kali dengan hadiah perayaan Idul Fitri diakhir bulannya. Bulan ini dikatakan suci karena berlimpahnya berkah dan pahala. Untuk itu, apakah kita sudah melakukan persiapan-persiapan dalam menyambut kedatangan bulan suci ini ? dan bagaimanakan persiapan kita untuk menyambut bulan mulia tersebut? Berikut adalah beberapa tips untuk mempersiapkan tubuh agar tetap sehat dalam menyambut bulan suci ramadhan.

1. Pola Makan

Hampir sebaian besar penyakit dimulai dari perut atau makanan yang kita makan. Jadi untuk menjaga kesehatan maka perlu melakukan pola makan yang sehat dan teratur. Pola makan sehat adalah kunci untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh menyambut ramadhan. Dengan begitu, pastikan makanan yang kita konsumsi adalah makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan pola makan sehat ini adalah:

  • Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang.
  • Jangan lupakan konsumsi buah dan sayur.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Kurangi konsumsi gula
  • Batasi konsumsi makanan berlemak.
  • Kurangi konsumsi gorengan.

2. Berolahraga

Selain dari pola makan, hal lain yang harus diperhatikan adalah jantung, pernafasan dan peredaran darah agar menjadi lebih stabil. Cara ini cukup mudah yaitu berolahraga setiap hari dengan kegiatan yang ringan seperti jalan ditempat, jalan kaki, senam, joging, bersepeda, atau melakukan olah raga penuh seperti fitness, sepak bola dan dsb.

Olahraga teratur penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Sisihkan waktu minimal lima belas menit untuk olahraga ringan setiap hari. Tidak perlu olahraga yang membutuhkan perlengkapan mahal. Cukup dengan lari-lari kecil di halaman rumah saja setiap hari sudah cukup memberikan manfaat positif bagi tubuh.

3. Mengurangi Kebiasaan Buruk

Kebiasaan negatif yang dianggap sebagai kebiasaan buruk seperti merokok sebaiknya di kurangi untuk menyambut datangnya bulan ramadhan ini karna ketika nanti puasa sudah mulai, tentu mau tidak mau akan berhenti merokok. Selain dibulan ramadhan, merokok pun seharusnya dikurangi atau dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Kebiaasaan buruk lain yang perlu dikurangi, bahkan dihindari adalah mengonsumsi alkohol.

4. Hindari Stress

Hilangkan semua beban dan tekanan atau stress dalam menyambut bulan ramadhan. Untuk menghindari stress tiap individu akan melakukan hal yang berbeda-beda, seperti browsing, dengarkan musik, main musik, berolahraga, chatting, makan, ngobrol, nonton, jalan-jalan, dsb. Paling penting dari upaya itu semua adalah menghindari pikiran yang negatif dan selalu terbuka untuk hal dan pikiran positif.

5. Menjaga Kebersihan Tubuh

Dengan menjaga kebersihan tubuh maka segala kuman dan bakteri yang menempal pada tubuh, akan hilang. Dan tentunya dengan menjaga kebersihan bisa membuat tubuh seperti rambut, kuku, wajah, mata, kulit, mulut, dll, dapat membuat nyaman dan sehat sehingga penyakit tidak mudah datang.

6. Biasakan Tidur Yang Cukup

Dengan tidur yang cukup dapat membuat tubuh bugar dan bersemangat. Jika tidak dibiasakan tidur dengan cukup, maka ketika bangun tidak segar. Selain merusak tubuh, kekurangan tidur juga berdampak pada mental atau psikis seseorang. Karena itu dianjurkan sekali untuk tidur yang cukup.

#diperoleh dari berbagai sumber

503 total views, 2 views today

Mei 27, 20161 year ago

SIAPKAN SI KECIL UNTUK BERPUASA

Pada bulan suci ramadhan, seluruh umat muslim menjalankan ibadah puasa dengan menahan hawa nafsu dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Kewajiban berpuasa dilakukan oleh mereka telah melewati masa balighnya. Namun, kebiasaan berpuasa dapat ditanamkan sejak dini kepada si kecil.

Berdasarkan laman Pediatrica Gadjah Mada, orangtua boleh memperkenalkan puasa kepada anak saat memasuki usia empat tahun. Bagaimana memulai anak puasa? Latih anak untuk makan sahur bersama dan berpuasa selama beberapa jam selama beberapa hari. Semakin dewasa usia anak, berikan rentang waktu berpuasa lebih lama seperti setengah hari pada minggu berikutnya dan dilanjutkan berpuasa hingga waktu berbuka.

Berdasarkan penelitian, berpuasa memberi dampak positif bagi perkembangan fisik dan mental anak. Beberapa ahli meyakini puasa meningkatkan hormon pertumbuhan anak dan meningkatkan daya tahan tubuh. Secara psikologis anak yang berpuasa memiliki pola hidup lebih disiplin, sabar, mau berbagi dan mengendalikan diri. Namun, karena si kecil memiliki kemampuan terbatas, jangan memaksakan mereka berpuasa. Berikut akan dijelaskan mengenai tips-tips yang perlu orang tua siapkan untuk si kecil.

Perkenalkan Dulu Makna Berpuasa pada Si Kecil

Hal utama dan paling penting yang harus dilakukan pertama kali saat mengajari anak berpuasa adalah tentu sebagai orang tua kita harus memperkenalkan kepada si kecil arti berpuasa yang sebenarnya. Semakin dini kita memperkenalkan puasa kepada si anak, semakin cepat juga mereka akan mengerti tentang makna kenapa harus berpuasa setiap tahunnya. Anak sudah bisa diajari tentang berpuasa sejak umur 4 – 6 tahun. Sebaiknya untuk memberikan pengetahuan tentang arti ramadhan, kita bisa menggunakan bahasa yang ringan dan cara yang menyenangkan. Salah satu caranya bisa melalui cerita – cerita atau dongeng islami.

Jangan Terburu – Buru, Biarkan Anak Berpuasa Secara Bertahap

Bagi anak kecil tentu menjalankan puasa bukan lah hal yang mudah. Kita juga tidak bisa langsung mengajarkan si kecil untuk berpuasa selama satu hari penuh. Semuanya harus dilakukan secara bertahap sampai si anak mulai terbiasa. Kita bisa melatihnya untuk menahan lapar dan makan tapi tidak sampai kekenyangan. Nah, ketika anak sudah mulai terbiasa baru lah dia bisa diajak berpuasa secara bertahap, misalnya seminggu pertama anak berpuasa selama setengah hari, lalu mungkin untuk minggu berikutnya puasa bisa dilakukan sampai satu hari jika anak sudah mulai kuat.

Berikan Semangat Serta Motivasi pada Si Kecil di Hari Pertamanya Berpuasa

Puasa dengan tidak makan dan minum tentu akan membuat si kecil tidak bersemangat karena belum terbiasa. Untuk itu, sebagai orang tua kita harus bisa memberikan semangat dan motivasi buat si kecil. Jika si kecil bisa menyelesaikan puasanya, jangan ragu – ragu untuk memberikan pujian. Dengan pujian tersebut si anak akan lebih bersemangat untuk menjalankan puasa keesokan harinya. Agar si anak tidak kehilangan semangat untuk berpuasa, anda bisa melakukan hal – hal yang menyenangkan bersama si kecil agar puasa yang dia jalankan tidak terlalu terasa.

Sibukkan Anak Saat Berpuasa

Ciptakan kegiatan yang menarik selama bulan ramadhan, karena biasanya sekolah berlangsung lebih cepat saat ramadhan. Aktivitas bermain yang tak menguras tenaga akan membuatnya lupa bahwa ia sedang berpuasa. Misalnya bacakan buku cerita yang berisi nilai-nilai positif, yakni kumpulan kisah Rasulullah dan sahabat-sahabatnya.

Menghadiahi Si Kecil dengan Hadiah Karena Sudah Berpuasa

Setelah si buah hati selesai melaksanakan puasanya atau berpuasa selama satu hari penuh,andabisa memberikannya reward berupa hadiah saat hari raya Idul Fitri tiba. Hadiah tersebut bisa berupa barang yang sudah sejak lama ia inginkan, uang jajan, atau baju baru dan lain sebagainya. Dengan menghadiahinya sesuatu karena menjalani puasa akan membuat si anak merindukan lagi masa-masa puasa di tahun berikutnya.

Menyajikan Menu Favoritnya Bisa Jadi Penyemangat Buat Si Kecil Menjalani Puasa

Menyajikan makanan favoritnya terutama saat sahur akan menjadi penyemangat bagi si kecil untuk bangun pagi dan makan sahur. Selain itu anak juga bisa lebih bersemangat menjalani masa puasanya. Namun, tetap perhatikan kandungan gizi pada menu yang akan disajikan. Pilih lah makanan yang mengandung gizi seimbang agar si kecil memiliki energi yang lebih untuk menjalani puasanya.

#diperoleh dari berbagai sumber

601 total views, 5 views today

Mei 25, 20161 year ago

SEMPAT TAK SADARKAN DIRI, KONDISI RONI KINI MEMBAIK

Berawal dari tragedi yang dialami Roni, remaja berusia 19 tahun, saat ini terbaring diruang Al-Aziz, RS Rumah Sehat Terpadu DD. Sabtu, 14 Mei 2016 tepatnya malam hari, Roni mengalami kecelakaan kendaraan motor beroda dua. Dengan kondisi darurat, keluarga membawanya kerumah sakit terdekat.

Hanya berbekal usaha untuk menyembuhkan sang anak tak cukup untuk Roni mendapatkan tindakan medis lebih lanjut. “Luka dikepala dan telinganya mengeluarkan darah” tutur Sutisna, ayah Roni. Roni sempat tidak sadarkan diri dan sulit untuk diajak bicara. Berdasarkan penuturan keluarganya, kondisi Roni yang tidak stabil memerlukan tindakan medis lain yang memerlukan biaya yang lebih tinggi. Namun, kondisi ekonomi keluarga yang tidak mencukupi membuat keluarga memutuskan untuk membawa Roni pulang dan dirawat dirumah.

Luka dibagian kepala yang tidak bisa sembuh dengan sendirinya, membuat kondisi Roni semakin memburuk.

Berkat informasi dari kerabat, akhirnya Roni mendapat bantuan untuk dilarikan ke RS Rumah Sehat Terpadu DD menggunakan ambulan LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma).

Kondisinya yang buruk, membuatnya ditempatkan di ruang HCU (High Care Unit) setelah sebelumnya ditangi di ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) RS Rumah Sehat Terpadu DD. “Pertama masuk, Roni tidak sadarkan diri karena luka dikepalanya,” ungkap Sutisna. Roni menjalani tiga hari perawatan di ruang HCU dan dengan  perbaikan kondisi.

Sang ayah, Sutisna yang bekerja sehari-hari sebagai buruh serabutan ini menjaga Roni ketika ia dilarikan ke rumah sakit. Penghasilannya selama ini untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga yang terdiri dari tiga anak. Roni, anak sulung keluarga, membantu sang ayah dengan bekerja sebagai OB (Office Boy) disalah satu Show Room dikawasan Jakarta.

“Saya harus ke berbagai rumah sakit untuk membawa Roni, tapi rumah sakit ini memfasilitasi ambulan untuk kebutuhan Roni” uacapnya penuh rasa syukur. Saat ini roni menjalani pemeriksaan CT scan kedua kalinya.

“Harapan saya saat ini adalah Roni bisa sembuh dan sehat seperti sedia kala” ungkap Sutisna dalam percakapan sore itu.

505 total views, 5 views today

Mei 20, 20161 year ago

PENYAKIT GINJAL KRONIS DI DUNIA MENINGKAT

Setiap tahunnya, pasien penyakit ginjal kronis meningkat. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, sekitar 10 persen dari populasi dunia menderita penyakit ginjal kronis dan diperkirakan angkanya bakal meningkat hingga 17 persen pada 10 tahun mendatang. Menurut Kidney Health Australia Anne Wilson, penyakit ginjal kronis adalah persoalan yang semakin serius di negeri itu. Lebih dari 1,7 juta orang dewasa Australia saat ini hidup dengan indikasi penyakit ginjal kronis, tapi 90 persen di antara mereka tidak menyadari hal tersebut. Penyakit silent killer ini bisa menimpa siapa saja. Penderita bahkan terkadang baru tersadar ginjalnya bermasalah ketika fungsi organ hanya tersisa 10 persen.

Orang dengan penyakit ginjal kronis memiliki risiko lebih besar menderita penyakit-penyakit lain, termasuk dua sampai tiga kali lebih besar risikonya untuk terkena serangan jantung. Peluang kematian juga 20 kali lebih besar daripada risiko kematian akibat cuci darah atau transplantasi ginjal.

Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri), Dr Dharmeizer mengungkapkan jumlah penderita penyakit ginjal kronik di Indonesia terus meningkat. Penyebabnya komplikasi dari Hipertensi dan Diabetes. Dua penyebab terbesar di Indonesia, 31 persen kurang lebih karena hipertensi dan 26 persen diabetes melitus.

Gaya hidup masyarakat yang sering mengonsumsi makanan siap saji ditengarai menjadi penyebab hipertensi yang berujung penyakit ginjal kronik. Hal itu dikarenakan makanan siap saji mengandung kadar garam yang cukup tinggi. Kadar garam yang berlebih sebenarnya akan dibuang oleh ginjal. Namun karena mekanisme kerja garam yang menyerap air di saluran pembuangan, maka ia berkontribusi pada terjadinya tekanan darah tinggi. ”Berdasarkan data tahun 2013, hipertensi masih jadi penyebab utama penyakit ginjal tahap akhir atau stadium lima yang membutuhkan terapi pengganti ginjal,” ujar Dharmeizer.

Bila seseorang mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, atau pernah mengalami serangan stroke, ia harus segera menguji kondisi ginjalnya. Terlebih, bila dia adalah perokok, gemuk, berusia di atas 60 tahun, dan penyuka minuman ringan, maka pemeriksaan ginjal sepatutnya menjadi prioritas.

Indikator peningkatan penyakit ginjal ini dihitung berdasarkan hitungan prevalensi 400 juta penduduk. Jika penduduk Indonesia sekitar 240 juta jiwa maka jumlah pasien yang saat ini menderita ginjal kronik stadium lima sebanyak 96 ribu orang. Dharmeizer juga mengatakan jumlah tersebut bisa dikurangi dengan menerapkan langkah-langkah preventif. Seperti mengurangi konsumsi garam, menghindari asupan tinggi protein, kontrol konsumsi gula, serta menerapkan gaya hidup sehat.

Jika telah menderita penyakit ginjal, maka konsumsi cairan harus dibatasi. Karena pada penderita penyakit ini, ginjal mulai terjadi kerusakan. Kemudian menyebabkan produksi jumlah cairan urin yang dibuang melalui ginjal berkurang. ”Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kelebihan cairan yang menyebabkan pasien menjadi sesak dan batuk-batuk, sampai kepada sesak napas yang akut,” jelas Dharmeizer.

(dilansir dari Republika 24 Mei 2016 dan 30 Januari 2015 - rep: Mg02/ red: Djibril Muhammad)

——

Kerja Sama Operasi 50 Unit Hemodialisa

Perubahan gaya hidup menjadi semakin tidak sehat memunculkan beragam tren penyakit, salah satunya gagal ginjal. Kebutuhan akan mesin cuci darah (hemodialisa) sebagai pengganti fungsi ginjal yang rusak, pun seperti kebutuhan sehari-hari yang semakin kini semakin dianggap lumrah. Jumlahnya dari tahun ke tahun semakin meningkat, terutama di negara berkembang. Padahal biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, paling tidak hampir Rp 1 juta dikeluarkan setiap kali cuci darah. Dan itu harus dilakukan 2 kali setiap minggunya seumur hidupnya. Sungguh nikmat Tuhan mana lagi yang kita dustakan?

Tindakan preventif memang yang paling baik daripada tindakan kuratif. Namun, kita juga tidak bisa mengabaikan sahabat kita yang memang sudah terlanjut memiliki ginjal yang rusak. Apalagi sahabat dhuafa yang mengalaminya. Alhamdulillah, saat ini 8 unit mesin hemodialisa telah beroperasi sejak tahun 2013 di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa. Terima kasih kepada para muwakif dan donatur yang telah mendonasikan hartanya, sehingga rata-rata 10 orang per hari atau 248 orang per bulan (data tahun 2016) telah menerima manfaatnya.

Dan kini, RS Rumah Sehat Terpadu DD telah menjalin kerjasama dengan PT Fresenius Medical Care dalam pengadaan 50 unit mesin hemodialisa. Dengan penambahan unit mesin hemodilisa ini, RS Rumah Sehat Terpadu DD dan PT Fresenius berharap dapat turut membantu meningkatkan kualitas hidup para penderita gagal ginjal hingga 20 tahun ke depan. Selain memfasilitasi layanan cuci darah, dengan adanya kerjasama ini. PT Fresenius berharap ada nilai edukasi kesehatan kepada pasien dan berbagi teknologi kesehatan kepada para tenaga medis.

Penandatanganan Kerja Sama Operasi Mesin Hemodialisa antara RS Rumah Sehat Terpadu dan PT Fresenius pada Tanggal 10 Mei 2016

Penandatanganan Kerja Sama Operasi Mesin Hemodialisa antara RS Rumah Sehat Terpadu dan PT Fresenius pada Tanggal 10 Mei 2016

Peluang berdonasi terus terbuka terutama untuk sahabat dhuafa. Keinginan Anda dapat disampaikan langsung kepada Customer Service kami di RS Rumah Sehat Terpadu DD atau layangkan SMS ke nomor SMS Donasi di 087709923187. Donasi Anda meningkatkan fasilitas kesehatan untuk para dhuafa. Salam #sehatmiliksemua. (das)

540 total views, 6 views today

Pages:123Next »