Official Facebook Account of RSTDDOfficial Twitter Page of RSTDDOfficial Instagram Account of RSTDD

MASAKLAH DENGAN SEMPURNA

Sejak kecil kita dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan yang dimasak secara matang. Namun, sebagian besar penduduk pun terbiasa mengkonsumsi makanan mentah. Di Indonesia sendiri, khususnya dibeberapa tempat dibiasakan untuk memakan sayuran mentah yakni untuk lalapan. Meskipun begitu, di negara kita tidak dibiasakan untuk mengkonsumsi daging mentah. Banyak alasan diangkapkan dimana puluhan bakteri, virus, parasit, dan protozoa mengancam untuk meracuni makanan.

Makanan bisa jadi tercemar bakteri berbahaya. Misalnya makanan disimpan dalam toples atau wadah yang tidak ditutup rapat. Atau sayuran mentah seperti lalapan tidak dicuci bersih terlebih dulu. Penyebab lain, daging dibiarkan pada temperatur ruangan selama beberapa waktu meski sudah dimasak dapat mengundang bakteri.

Beberapa zat kimia atau obat diberikan kepada ternak atau tumbuhan. Misalnya beberapa hewan diberi antibiotik agar kebal terhadap penyakit, ataupun hormon agar ternak tumbuh lebih cepat. Bakteri-bakteri pada ternak ini menjadi lebih kebal, sehingga ketika dikonsumsi manusia, kuman-kuman penyebab penyakit pada manusia lama-kelamaan akan kebal terhadap antibiotik.

Cacing dan Bakteri pada Daging

Daging dan ikan sekalipun sudah dimasak, tapi bila tidak matang, masih meninggalkan parasit/cacing hidup, dan bakteri. Bila mahkluk-mahkluk ini menghuni usus manusia, gejala yang timbul mirip keracunan, antara lain mual, sakit perut, dan diare.

Terdapat beberapa cacing yang ditentukan dari penempatan pada inangnya, yakni cacing taenia saginata berasal dari sapi, taenia solium dari babi, dan diphyllobothrium latum dari ikan. Tak hanya cacing. Ada sumber bahaya lain dari  daging  bila dimakan mentah atau setengah matang. Bakteri, bisa membuat Ada sakit. Beberapa jenis bakteri yang terdapat pada daging sapi antara lain:

E Coli, daging sapi terutama daging cincang atau giling paling mudah terkontaminasi bakteri E Coli. Bila kita mengonsumi daging yang terkontaminasi bakteri ini, gejala yang timbul antara lain perut mulas, kram perut, diare disertai darah. Gejala akan muncul empat hari setelah makanan itu dicerna, kemudian sakit akan dialami mulai hari ke-lima dan seterusnya.

Salmonella, bakteri lain dalam daging mentah dan dimasak setengah matang adalah salmonella. Gejala infeksi salmonella terjadi 12 jam sampai 3 hari setelah daging yang terkontaminasi bakteri ini dicerna di dalam organ pencernaan kita. Sakit perut, kram perut dan diare merupakan gejalanya, dan bisa berlangsung hingga tujuh hari. Terinfeksi bakteri ini kadang-kadang disertai demam.

Campylobacter Jejuni, ditemukan juga dalam daging sapi. Bakteri ini disebut-sebut sangat berbahaya karena dapat menyebar, beredar bersama darah, sehingga pengobatannya butuh waktu lama. Gejala infeksi bakteri ini adalah sakit dan kram perut, demam, dan diare yang tidak disertai darah. Infeksi akan terjadi dua sampai lima hari setelah daging mentah atau setengah  matang tadi dicerna.

Listeria Monocytogenes, memasak daging dalam temperatur yang tepat bisa mematikan bakteri ini.  Mengonsumsi daging yang terkontaminasi bakteri ini akan mengakibatkan gangguan pada organ pencernaan seperti mual dan diare.  Tanda lain yang menyertai adalah nyeri otot, dan demam.  Bakteri ini dapat menyebar ke sistem syaraf, menyebabkan leher kaku, sakit kepala, kehilangan keseimbangan, bingung dan  sawan.  

Cacing dan bakteri pada ikan

Tak hanya daging, ikan juga mengandung parasit yang bisa berpindah ke dalam tubuh kita. Parasit yang terdapat pada ikan adalah cacing pita. Ada beberapa jenis ikan yang sangat rentan cacing pita, yakni ikan trout, cod dan salmon liar. Dampak cacing ini bagi kesehatan adalah anemia atau kurang darah, dan lesu.

Bila membeli ikan mentah, pastikan penjual ikan meletakkan ikan-ikannya di atas es batu. Periksa bagian insang, pastikan berwarna merah cerah. Tekan perut ikan bagian luar, pastikan masih keras, tidak lembek dan tidak berbau. Curigalah bila ikan yang akan dibeli didatangi banyak lalat hijau. Pertanda, ikan tersebut sudah tidak segar, dan berpotensi terkontaminasi bakteri. Amati juga, bila ikan yang akan dibeli tidak diminati oleh lalat hitam yang lazimnya mengerubungi ikan. Pertanda, ikan yang akan Anda beli mengandung pengawet seperti formalin.

Bakteri yang lazim terdapat pada ikan bernama bakteri vibrio. Dilaporkan sebanyak 95 kasus keracunan bakteri vibrio, 50% penyebabnya karena mengonsumsi ikan mentah atau ikan setengah matang. Paparan bakteri ini di dalam tubuh Anda bisa mengakibatkan mual, sakit perut, mulas dan diare. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah dapat mengalami sakit yang lebih parah. Penelitian dari universitas Georgia, USA, 40% infeksi bakteri vibrio bisa berakibat fatal, yaitu kematian. Celakanya, kematian itu disebabkan oleh konsumsi bakteri vibrio yang terbawa oleh ikan mentah atau setengah matang yang Anda konsumsi.

Menurut penelitian, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mencuci daging unggas mentah dapat menyebarkan bakteri dan meningkatkan risiko keracunan makanan pada tubuh. Bakteri yang dimaksud adalah kampilobakter. Bakteri ini menjadi salah satu penyebab paling umum seseorang mengalami keracunan makanan.

Ketika terinfeksi bakteri kampilobakter, gejala yang akan dirasakan adalah sakit perut dan diare. Gejala muncul dua hingga lima hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Kondisi bisa menyebabkan komplikasi jika orang yang terinfeksi adalah anak-anak, orang tua, atau mereka yang memiliki sistem kekebalan rendah seperti pengidap HIV dan kanker.

Komplikasi yang dapat terjadi akibat infeksi kampilobakter adalah:

Jangan mencuci daging mentah!

Jangan mencuci daging mentah!

Tips Mengelola Daging Ayam Mentah

Daging ayam mengandung protein tinggi dan banyak vitamin, seperti vitamin A, vitamin B3, vitamin B5 dan vitamin B6 yang berguna untuk tubuh. Berikut ini bisa menjadi tips-tips yang dapat berguna dalam memasak dan menyimpan daging ayam yang masih mentah:

  • Cuci tangan anda dengan bersih menggunakan sabun dan air hangat sebelum dan setelah menyentuh daging ayam mentah dan peralatan masak. Gunakan handuk bersih untuk mengeringkan tangan dan memutar tutup keran.
  • Daging ayam mentah tidak perlu dibilas dengan air karena semua bakteri akan mati saat proses memasak. Mencuci daging hanya akan meningkatkan risiko penyebaran bakteri.
  • Sebaiknya Anda memiliki peralatan masak tersendiri untuk mengelola daging mentah agar bakteri tidak ikut tersebar ke makanan lainnya, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
  • Daging ayam mentah harus dimasak hingga matang, jangan sampai menyisakan daging yang masih berwarna merah muda.
  • Pastikan semua bagian diperiksa kematangannya, terutama pada bagian kaki. Bagian tersebut membutuhkan waktu terlama dibandingkan yang lainnya.
  • Penyimpanan daging ayam mentah harus diperhatikan. Selalu simpan di wadah yang bersih dan tertutup.
  • Jika Anda ingin mencairkan daging ayam beku, lebih baik cairkan di dalam kulkas ketimbang mendiamkannya di area dapur. Anda juga bisa mencairkannya dengan merendamnya di air dingin jika daging berada di dalam kemasan plastik.
  • Daging ayam mentah biasanya bisa bertahan dua hingga tiga hari. Tapi jika sudah berbau tidak sedap, maka daging sudah tidak bisa dikonsumsi.

Kegiatan mencuci makanan tidak selamanya bermanfaat dalam menyingkirkan kuman. Upayakan untuk memasak makanan dengan kematangan yang sempurna karena ini adalah cara yang paling efektif untuk mencegah penyebaran bakteri atau kuman.

#diperoleh dari berbagai sumber

665 total views, 2 views today